
,"Aku akan menyelidiki siapa dia, karena entah kenapa kalau aku melihat ke dalam bola matanya seolah aku sangat mengenalnya dan hati nuraniku mengatakan jika aku mengenalnya, semoga saja hasilnya sesuai dengan apa yang aku rasakan dan sesuai dengan feelingku," batin Bu Wulan.
Asti cukup dibuat kebingungan dengan situasi yang terjadi di dalam rumah besar itu. Ia hanya bisa mematung dan tak bergeming ditempatnya.
"Masuk Mbak, masa mau berdiri di depan pintu saja seperti patung!" Candanya istrinya Pak Danu Bu Wulan.
Asti hanya terdiam dan menurut apapun yang dikatakan oleh Bu Wulandari Nasution Danuaji. Hanya senyum simpul yang diberikan oleh Asti.
"Silahkan ikut Ibu,kita langsung ke dapur kebetulan kami akan makan siang bersama," imbuhnya Bu Wulan.
"Tapi, Ibu aku…" ucapannya terpotong karena segera dipotong kembali oleh Bu Wulan.
"Tidak ada tapi-tapian kalau kamu menolak ajakan Mama…" ujarnya Bu Wulan yang tidak tahu entah kenapa ia menyebut namanya dengan sebutan Mama.
Asti yang mendengar penuturan dari Bu Wulan cukup keheranan dan terkejut dengan hal tersebut.
"Mama!" Beo Asti.
Bu Wulan sedikit salah tingkah dan tertawa cengengesan karena ia juga tidak paham dan mengerti kenapa secara tiba-tiba Ia berbicara seperti itu.
"Ya Allah… kenapa aku bisa ngomong sebut mama di depan Asti, padahal kami baru hari bertemu akrab juga tidak," batinnya Bu Wulan.
__ADS_1
Bu Wulan terdiam sesaat memikirkan kata apa yang terlontar dari mulutnya sendiri tanpa ada saringan dan terpikir sebelumnya.
"Ehh tadi aku salah sebut saja, mungkin karena aku hanya menginginkan anak perempuan karena kebetulan dari ketiga anakku semuanya laki-laki," elaknya Ibu Wulan.
"Ohh gitu toh Bu, tidak apa-apa kok Bu, aku juga tidak permasalahkan hanya sedikit terkejut saja," ujarnya Asti yang tersenyum tipis.
Keduanya berjalan ke arah dapur tepatnya ruangan makan yang bersebelahan langsung dengan dapur. Sedangkan di dalam ruangan makan Pak Danuaji dan ketiga putranya sudah memulai menyantap makanannya itu.
"Papa! Katanya ada tamu, tapi kok sampai sekarang enggak muncul," tanyanya Asraf yang menyantap makanannya itu.
Pak Danu menatap ke arah putera sulungnya itu," dia baru dijemput sama mama kamu, tunggu saja ia pasti akan melihatnya," jelasnya Pak Danu.
Anjas ikut menimpali percakapan kedua pria di dalam keluarganya itu," emangnya tamunya perempuan atau pria sih Pa!"
Baru saja ingin kembali berbicara apa yang dilakukan oleh Asti kembali terhenti setelah melihat salah satu dari anaknya Pak Danu sang pemilik rumah.
"Anjas!" Teriaknya Asti.
"Kamu kan Asti!" Beo Anjas.
"Apa kalian sudah saling kenal?" raut wajah kebingungan ditujukkan oleh Bu Wulandari.
__ADS_1
"Ia Ma! dia ini Asti teman satu kampus sekaligus teman satu kelasnya Anjas di kampus," jelas Anjas.
"Kalau begitu ini lebih bagus karena kalian sudah saling kenal," imbuh Pak Danu.
Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Mampir juga dinovel aku yang lain:
Kau Bahagiaku
Duren, i love you
First Love Rubi Salman
Cinta Pertama
Meraih Cintanya
__ADS_1
Makasih banyak all readers… I love you all..