
Asti hanya mengigit pelan ujung bibirnya jika merasakan keanehan dan kegelian akibat dari ulah mulut, lidah dan jarinya Yudha di atas tubuhnya itu.
"Ternyata emang enak yah jika mendapatkan gadis yang masih perawan, sudah tiga kali aku menikah tapi, dengan Asti baru aku merasakan rasa dan nikmatnya baru buka segel dan aku lah pria yang paling merasa beruntung di dunia ini," gumam Yudha yang sangat menikmati keindahan hutan belantara yang belum tersentuh oleh siapapun.
Malam pertama mereka lalui dengan penuh kelembutan dan kasih sayang yang membuncah di dada pasangan suami istri baru itu. Walaupun sakit dan perih serta ngilu yang dirasakan oleh Asti tapi, Asti berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk suaminya setulus hatinya.
"Aku tidak boleh membandingkan mereka, karena mereka sama-sama istriku tapi, aku tidak mungkin memungkiri jika mereka sama cantiknya, tapi entah kenapa aku lebih bahagia dan dadaku selalu bergetar jika berada di dekatnya," batinnya Juanda sambil memeluk tubuh istrinya dari samping lalu mengecup kening Asti dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.
Asti yang diperlakukan seperti itu hanya tersipu merona malu, wajahnya sudah menyiratkan semburat merah. Ia kemudian menarik selimutnya hingga ke dadanya. Mereka memakai selimut yang sama dan masih dalam keadaan belum memakai pakaian selembar kain pun menutupi tubuh mereka.
Yudha mengelus lembut rambut panjangnya Asti yang tergerai yang hitam sedikit berombak, "Makasih banyak sayang,kamu menjaganya hanya untukku seorang dan Mas berharap kamu selalu menjaganya hingga kapan pun hanya untukku seorang dan Mas berharap dan memohon padamu tolong jangan pernah berubah apa pun nantinya akan terjadi di dalam rumah tangga kita," pintanya Yudha.
Asti menatap intens ke arah suaminya," Aku berjanji Mas, demi apapun Asti akan berjanji kepada Mas untuk selalu menemani Mas dalam keadaan apapun Asti akan mendampingi Mas Yudha, aku janji Mas," imbuhnya Asti sembari menautkan kedua jarinya dengan jari kelingkingnya Yudha seperti anak kecil yang saling berjanji satu sama lainnya.
Apa yang dilakukan oleh Asti tersenyum sumringah melihat aksinya Asti yang menurutnya kekanak-kanakan tapi, mampu membuatnya tersenyum bahagia. Baru kali ini Yudha merasakan kebahagiaan yang hanya masalah kecil dan hal biasa dilakukan oleh Asti mampu membuat hatinya menghangat dan juga hatinya berbunga-bunga.
Untuk yang pertama kalinya, Yudha merasakan bisa tertawa lepas dan tanpa ada beban apapun. Yudha sudah menikah tiga kali tapi ini yang ketiga yang mampu membuat hidupnya lebih berwarna.
Karena tubuh mereka sama-sama kelelahan dan sangat letih akhirnya memutuskan untuk memejamkan matanya menuju pulau mimpi yang indah.
__ADS_1
Dua hari kemudian setelah acara akad nikah dan resepsi pernikahan yang dilangsungkan oleh keluarganya Asti di kampung, walaupun terbilang sederhana dan biasa saja tapi, mereka cukup mampu dibuat bahagia dengan suasana yang penuh kekeluargaan, keakraban yang jarang mereka rasakan dan alami jika mengadakan pesta di Ibu Kota Jakarta.
Hal itu terjadi kadang banyak tuan rumah pesta pernikahan membagi kelompok dan membedakan antara tamu undangan dari segi jabatan,harta dan kekayaan mereka.
Mereka memutuskan untuk pulang ke Jakarta dan memboyong serta Asti. Ketiga anak sambungnya Farhat, Farah dan Fatir sangat bahagia karena pengasuhnya sekarang menjadi mama sambung mereka sesuai harapan mereka selama ini.
"Nenek! Kapan kita bawa pulang Bunda ke rumah Papa?" Tanyanya Fatir yang duduk di pangkuan papanya Yudha.
Yudha menatap ke arah mamanya Bu Inggrid seolah ia meminta jawaban dari mulut mamanya itu. Karena baginya kapan pun sama saja bahkan ia lebih suka tinggal di pedesaan beberapa hari lagi dibanding jika harus balik ke kota yang terlalu padat penduduknya dan sudah tidak bebas seperti di daerah perkampungan.
Bu Inggrid tersenyum penuh maksud ke arah cucu ketiganya itu," sayang! Cucunya Nenek, apa kalian ingin punya adik bayi enggak?" Tanyanya Bu Inggrid yang menatap satu persatu cucunya.
Ibu Inggrid tersenyum sumringah ke hadapan cucunya," kalau seperti itu, entar sore kita balik ke Jakarta, tapi bunda sama papa harus nginap beberapa hari disini lagi agar kalian segera punya dede bayi," jelasnya Bu Inggrid.
Asti yang mendengar perkataan dari mama mertuanya dibuat tersipu malu lalu segera menundukkan kepalanya saking malunya mendengar penuturan mertuanya itu.
"Sukur Alhamdulillah… makasih banyak ya Allah… saya sangat bersyukur karena suami, mertua dan anak-anak dari suaminya cucuku memperlakukannya dengan sangat baik, semoga selamanya mereka selalu baik dan menyayangi Asti hingga akhir waktu, aku berharap pernikahan mereka langgeng, sakinah mawadah warahmah hingga kakek nenek," batinnya Bu Aminah nenek angkatnya Asti.
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bukan Yang Pertama. Tetap dukung BYP yah dengan cara: like setiap babnya, vote setiap hari senin, gift koin atau pun poin seikhlasnya dan juga masukannya yah.. Jangan lupa untuk mampir ke novelku yang lainnya juga yah.. Dukungan kalian sangat berarti dalam bentuk apa pun.
__ADS_1
I love you all readers...
Mampir juga dinovel aku yang lain, ditunggu jejaknya kakak:
Merebut Hati Mantan Istri.
Duren, i love you
First Love Rubi Salman
Cinta Pertama
Makasih banyak all readers… I love you all..
by Fania Mikaila Azzahrah
__ADS_1
Takalar, Minggu, 20 November 2022