Aku Bukan Yang Pertama

Aku Bukan Yang Pertama
Bab. 36


__ADS_3

"Maaf Bu keputusanku sudah bulat saya ingin bahagia seperti wanita lain di luar sana yang bebas mencintai dan dicintai, aku hanya manusia biasa yang sudah berjuang dan berusaha untuk menahan semuanya dalam kesabaran tapi mas Yudha lebih memilih hidup dengan perempuan itu," ungkap Asti.


Bu Inggrid berusaha untuk memeluk anak menantunya itu untuk mencegah agar Asti sadar untuk mengurungkan niatnya dan tidak meminta cerai terhadap putranya Yudha.


"Baiklah karena ini maumu mulai detik ini kamu aku talak tiga langsung dan tolong pergi dari rumahku dan kehidupan kami!" Tegasnya Yudha dengan suaranya yang cukup besar dan menggelegar memekakkan telinga siang itu.


Air matanya Asti yang sedari tadi ditahannya itu akhirnya mengalir juga. Ia tergugu dalam tangisnya, tubuhnya sedikit terhuyung ke belakang untung Anjas segera datang untuk membantunya sehingga tidak terjatuh ke atas lantai.


"Mama Asti jangan pergi dari sini, kami mohon Mama jangan tinggalkan kami ma," teriaknya Fatir, Farah dan Farhat yang berusaha untuk mengejar kepergian Asti.


"Aku harus sabar karena ini sudah menjadi pilihanku, aku harus kuat mengarungi kehidupanku yang tersisa," tatapan matanya Asti terus tertuju pada ketiga mantan anak sambungnya sekaligus anak asuhnya.


"Stop kalian mau kemana ha!! Lihat bukan cuma pembantu itu mamamu dan sekarang dia bukan lagi Mama kalian sekarang Mama kalian adalah dia Mama Andien!" Bentaknya Yudha yang mencegah kepergian ketiga anaknya itu.


Yudha bersikap kasar terhadap ketiga anaknya itu. Bu Inggrid yang melihat perlakuan anaknya kepada cucunya itu segera membalas perlakuan tersebut.


"Yudha hentikan apa yang kamu lakukan pada anak-anakmu wajar mereka bersikap seperti itu karena Asti itu sangat baik dan perhatian dengan tulus pada anak-anakmu sedangkan istrimu itu belum tentu bisa bersikap seperti Asti," kesalnya Bu Inggrid lalu berjalan membawa ketiga cucunya itu.


"Aku sangat bahagia melihat semuanya, kenapa aku lambat datang yah andai aku cepat datang pasti aku cepat jadi istri satu-satunya Mas Yudha."


Asti terus meneteskan air matanya itu,ia masih tidak menduga jika hari ini statusnya sudah menjadi janda dalam sehari dalam keadaan hamil.


Anjas memegang punggung tangannya Asti," ingat kamu itu lagi hamil, jadi kamu harus kuat demi calon anakmu iny," bujuknya Anjas yang sangat sedih melihat perempuan yang disayanginya terpuruk dalam kubangan kesedihan yang berkepanjangan. Asti untuk beberapa hari akan menetap di kediaman Bu Wulan mama sambungnya Anjas.

__ADS_1


Satu minggu kemudian, Bu Wulan sangat bahagia saking bahagianya sampai-sampai dia berlari di dalam rumahnya menuruni tangga rumahnya itu.


"Istriku! Sayang jangan berlari hati-hati!" Teriaknya Pak Danuadji suaminya itu.


"Maaf Mas aku terlalu bahagia setelah melakukan tes DNA dan ternyata benar adanya jika Asti adalah anakku Mas anak kandungku," ucapnya penuh kebahagiaan.


Bu Wulandari Nasution menarik tangannya Pak Danu ke arah dapur dimana keberadaan anak perempuan satu-satunya itu.


"Asti kamu adalah putri kandungku yang menghilang dibawa kabur oleh ayahmu dulu Nak," ujarnya Bu Wulan sambil memeluk tubuhnya Asti dari belakang.


Asti yang sedang mencampur adonan kuenya yang tangannya penuh terigu tanpa sengaja menyentuh pipinya Bu Wulan.


"Aahh Mama, kenapa harus tiba-tiba datang-datang langsung meluk sih kan jadinya wajahnya Mama penuh dengan adonan," ucapnya Asti yang segera membantu mamanya untuk membersihkan seluruh wajahnya.


Asti yang mendengar perkataan itu langsung spontan memeluk tubuh mamanya itu," Alhamdulillah kalau seperti itu Mama, aku sangat bahagia karena aku bukanlah anak yatim-piatu, aku akan segera mengabari Nenek dan adikku di kampung mama pasti mereka juga ikut bahagia dengarnya," ucap bahagia Asti.


Sejak hari itu Asti sudah tinggal bersama dengan Bu Wulandari dan ketiga saudara sambungnya. Bu Wulan pun mengetahui jika putra sambungnya itu menyukai anaknya.


Kedua orang tuanya memberikan ijin untuk menikah dan tergantung dari kemauan Asti sendiri sambil menunggu perceraiannya di pengadilan agama. Asti akan resmi bercerai dengan suaminya setelah ia melahirkan dua bulan lagi dari hari itu.


Asti memilih menerima lamarannya Anjas sekitar sebulan lalu dan menikah secara agama terlebih dahulu karena ketuk palu dari pengadilan agama belum diputuskan sehingga mereka memilih jalan seperti itu untuk sementara waktu dengan alasan untuk mengindari fitnah.


Dua bulan kemudian, Asti mengalami kesakitan yang sangat karena sudah siap untuk melahirkan anaknya yang berjenis kelamin perempuan itu.

__ADS_1


"Mama cepetan ke rumah sakit karena istriku akan melahirkan," ucapnya Anjas sambil menyetir mobilnya karena sudah hampir sampai di RS bersalin.


Bu Wulandari Nasution dan suaminya serta kedua anaknya segera menyusul ke rumah sakit untuk melihat dan menemani Asti melahirkan anak pertamanya itu.


Berselang beberapa menit kemudian, Asti dengan penuh perjuangan dan pengorbanan akhirnya mampu melahirkan anak pertamanya dengan jenis kelamin perempuan itu dengan berat 3,6 kg dan panjang 61 cm.


"Alhamdulillah cucu pertamaku akhirnya lahir juga, Anjas segera adzanin putrimu nak sebelum buang air," perintahnya Bu Wulan yang nampak sangat nampak bahagia karena akhirnya bisa menggendong cucunya juga.


Aqiqah baby Atiyah Aruna Yudha sudah diaqiqah dengan penuh suka cita dan meriah. Banyaknya tamu undangan yang datang menghadiri acara tersebut membuat Asti kelelahan. Tetapi ia cukup senang dan gembira karena apa yang diinginkannya telah tercapai.


Satu minggu kemudian... ada undangan pemanggilan dari pengadilan agama untuk segera menghadiri ketukan palu keputusan pengadilan agama tersebut.


Tok... tok... tok...


Suara ketukan palu akhirnya bisa mengakhiri hubungan mereka dengan jelas. Asti sudah tidak punya hubungan pernikahan lagi dengan Yudha. Asti memperhatikan kondisi dari Yudha tidak seperti dulu sebelum mereka berpisah.


Perceraian mereka membuat Asti tersenyum dan bernafas lega karena ia bisa menjalani kehidupannya dengan keluarga kecilnya sudah bebas.


"Alhamdulillah makasih banyak atas segalanya ya Allah... aku bercerai dengan mas Yudha tapi Engkau menghadirkan sosok pria yang sungguh menerima segala kekuranganku selama ini,"


Asti memeluk tubuh suaminya itu Anjas Hafiz Khairul Danuadji," I love you Asti,"


...--------TAMAT--------...

__ADS_1


__ADS_2