Aku Bukan Yang Pertama

Aku Bukan Yang Pertama
Bab. 33


__ADS_3

"Hemm apa yang kamu lakukan Asti?" Tanyanya Fajar.


"A-ku a-nu tidak apa-apa kok," kilahnya Asti yang menutupi kenyataan yang terjadi sedang dipikirkannya itu.


Fajar duduk di sampingnya Asti sambil tersenyum simpul melihat kegelisahan hatinya Asti kakak sambungnya itu. Walaupun keduanya belum ada yang mengetahui kebenarannya dari kenyataan itu.


"Kamu itu tidak pintar bohong loh, itu kelihatan jelas di wajahmu, saya teman kamu sudah hampir dua tahun loh, jadi please bicara yang jujur saja mungkin aku bisa bantuin," harapnya Fajar.


Asti terdiam sejenak dan berfikir panjang apa yang seharusnya dia lakukan,apa jujur saja atau tidak perlu. Berselang beberapa menit kemudian, Asti pun memutuskan untuk berbicara yang sejujurnya karena akan memberikan dampak yang tidak baik juga lagian Ia berfikir semoga dengan berbicara tentang masalahnya semuanya bisa membuatnya lega dan tidak terbebani apalagi dia sedang hamil.

__ADS_1


Asty menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya dengan cukup keras," aku menikah dengan anak majikanku awalnya saya tidak setuju tapi karena Mama mertuaku maksa untuk menikah dengan anaknya dan dengan permintaan dari kedua anaknya akhirnya aku terima, padahal suamiku itu sudah menjalin hubungan dengan perempuan lain yang sudah terjalin lama dan aku bodohnya menerima perjodohan ini dan beberapa hari yang lalu ketika aku mengetahui jika aku hamil dan rencananya ingin menyampaikan berita gembira tersebut aku melihat suamiku berduaan dengan sekretarisnya,"


Asti menghentikan sesaat apa yang dilakukannya dan berusaha untuk tegar, karena ini masalah aib rumah tangganya itu.


Asti menahan laju air matanya itu dan berusaha untuk tegar walaupun dalam hatinya ia cukup tidak mampu untuk menahan air matanya saking sedihnya jika harus melanjutkan perkataannya itu.


"Asti sebenarnya aku sangat mencintaimu, tapi ternyata kamu sudah punya suami dan sudah hamil, tapi aku akan berusaha buat kamu bahagia walaupun kamu sudah menjadi istri dari Pria lain,"


Asti menyeka air matanya saking tidak percayanya jika hatinya ternyata sangat sakit jika harus kembali mengingat kembali kejadian beberapa hari lalu itu. Fajar menarik tubuhnya Asti ke dalam rangkulannya itu.

__ADS_1


"Menangis lah jika kamu memang sedih tidak perlu jaga images dan malu kalau mau menangis," imbuhnya Fajar.


Anjas berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga dan membahagiakan Asti walaupun Asti tidak membalas cintanya itu.


"Aku sebaiknya pulang ke rumah dan meminta cerai kepada Mas Yudha jika tidak segera menangani masalah ini aku tidak sanggup harus hidup dalam bayang-bayang perempuan lain," ujarnya Asti sambil menyeka air matanya itu.


"Kalau kamu sudah putuskan untuk mengakhiri semuanya itu hakmu saya dan yang lainnya pasti selalu mendukung keputusanmu itu," imbuhnya Anjas.


"Makasih banyak, aku yang salah telah hadir di dalam hubungan mereka, aku akan bertemu dengan Paman Danuadji dan Tante Wulan untuk meminta ijin balik ke rumah mertuaku, aku sangat kasihan dengan calon anakku dan ketiga anaknya Mas Yudha tapi aku tidak mungkin hidup seperti ini terus dalam berbagi suami, aku mungkin egois, tapi aku tidak bisa hidup berbagi suami karena aku sudah yakin Mas Yudha tidak mungkin memilihku," ucapnya Asti kemudian berjalan ke arah dalam rumah sepasang suami istri yang sudah berbaik hati menerima dan menampungnya.

__ADS_1


__ADS_2