Aku Bukan Yang Pertama

Aku Bukan Yang Pertama
Bab. 9


__ADS_3

"Harga diriku sebagai Menejer pemasaran akan menjadi taruhannya jika teman dan rekan kerjaku mengetahui jika calon istriku hanya pengasuh anak-anakku yang hanya tamatan sekolah menengah atas saja," makinya Yudha yang masih tidak percaya dengan ucapannya sendiri yang akan menjadi boomerang untuk hidupnya.


Mobil Yudha kembali meluncur membelah jalan protokol Ibu Kota di pagi itu. Ia serba salah karena diam-diam ia menjalin hubungan dengan wanita yang tidak lain adalah rekan kerjanya sendiri yang sudah terjalin hampir lima bulan terakhir ini, hanya saja ia juga tidak ingin membawa hubungannya ke jenjang yang lebih serius.


"Aaahhhhh!! Bego!! Aku memang bodoh karena sudah berkata yang tidak-tidak di hadapan Mama kalau seperti ini sama saja bunuh diri," umpatnya Barata Yudha Frans Adityaswara.


Yudha tak henti-hentinya memukul setir mobilnya saking jengkelnya ia tidak mendengar suara gemuruh dari banyaknya suara klakson mobil yang berbunyi karena posisi mobilnya paling di depan.


Yudha yang segera tersadar dari rasa jengkelnya segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang saja.


"Sabar kenapa baru beberapa detik lampu hijaunya juga menyala sudah seperti orang yang kebakaran jenggot saja!" Kesalnya Yudha.


Yudha melihat ke arah jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangannya itu," sudah jam 8 lewat semoga saja Pak Indra belum datang," Gumamnya Yudha yang menambah kecepatan mobilnya.


Hanya butuh waktu 20 menit saja Yudha sudah sampai di kantor tempat bekerjanya. Baru dua minggu ia diangkat jadi menejer pemasaran sekarang harus terpaksa terlambat beberapa menit datang ke kantornya padahal ada meeting penting yang harus ia hadiri.


"Sial!! Aku terlambat ini semua gara-gara gadis kampung itu yang muncul bagai hantu saja yang menghantui kehidupanku," geramnya Yudha yang berlarian ke arah lift.


Beberapa orang yang melihat langsung dan memperhatikan apa yang dilakukan oleh Yudha.


"Mentang-mentang sudah jadi menejer pemasaran sehingga sudah jadiin kantor seperti lapangan sepak bola saja," cibir rekan kerjanya.

__ADS_1


"Iya, kenapa yah selama jadi menejer, sikapnya berubah drastis yang ramah, sopan dan baik menjadi orang yang arogan, kasar dan seenaknya saja," timpalnya yang satu.


"Ya Allah semoga saja cukup Pak Yudha yang seperti itu yah, amit-amit punya kekasih yang sifatnya seperti itu, kalau aku ogah malahan aku amit-amit," sindir Lusi yang melihat kalau Amelia kekasihnya Yudha berjalan ke arah mereka.


"Hush! Stop pacarnya datang jangan sampai ia dengar apa yang kalian katakan," imbuhnya Imah yang segera menginformasikan bahwa Amelia sudah datang.


Amelia duduk di kursi meja kerjanya sama sekali tidak tersenyum pada semua rekan kerjanya. Hingga membuat teman satu divisinya dibuat saling berpandangan satu sama lainnya.


"Baru pacaran dengan Menejer pemasaran sudah songong, belagu banget deh, bagus-bagus kalau jodoh," cercanya Nila yang beberapa meter tempat duduknya dari tempatnya Amelia.


Sedangkan di dalam sebuah rumah yang cukup besar tapi masih standar belum mewah bagaimana seorang wanita paruh baya yang masih cantik dan awet muda diusianya yang sudah masuk kepala lima itu.


"Jeng Mia bisa datang ke rumah hari ini gak?" Tanyanya Bu Inggrid.


"Jeng Mia tahu saja, ia nih Jeng anakku Yudha dua minggu lagi akan menikah,kamu ke rumah yah kan tempo hari aku sudah janji jika anakku akan menikah kamu lah yang segalanya akan mengurus persiapan hingga perhelatan pernikahannya tapi pakai harga miring yah Jeng!" Ujarnya Bu Inggrid dengan tawa renyahnya itu.


"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu kenyataannya aku turut bahagia mendengarnya Jeng Inggrid, tunggu aku sekitar setengah jam dari sekarang sudah sampai di sana, bye Jeng Inggrid, waalaikum salam," tuturnya Bu Mia sebelum menutup telponnya.


"Assalamualaikum," jawabnya Bu Inggrid.


Yudha mendapatkan promosi kenaikan jabatan di tempat ia bekerja karena berkat kerja kerasnya sendiri dan skill serta kemampuannya yang cukup memadai dan memumpuni itu sehingga ia mencapai karir dan prestasi yang cukup bagus.

__ADS_1


...****************...


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bukan Yang Pertama...


Tetap dukung SLL yah dengan cara: like setiap babnya, vote setiap hari senin, gift koin atau pun poin seikhlasnya dan juga masukannya yah..


I love you all readers...


Mampir juga dinovel aku yang lain, ditunggu jejaknya kakak:



Merebut Hati Mantan Istri.


Duren, i love you


First Love Rubi Salman


Cinta Pertama


__ADS_1


Makasih banyak all readers… I love you all..


by Fania Mikaila Azzahrah


__ADS_2