
"haiiis,ternyata kamu masih cengeng saja"tutur tuan jeon seraya mengusap kedua pipi mulus Nara.
"paman"kata Nara yang masih menatap nanar tuan jeon.
"panggil aku ayah sayang.sekarang jadilah putriku mengerti"Nara hanya mengangguk saat mendengar ucapan tuan jeon,tanpa dia tau bahwa ada maksud lain dari kata putriku itu.
"ayah,,apakah Nara boleh memanggil paman jeje dengan sebutan ayah juga?"tanya Nara polos sambil memegang tangan ayahnya.
"boleh sayang."kata tuan kim kepada Nara.
Nara cukup lama berada di pelukan tuan jeon melepas rindu yang di iringi canda tawa oleh orang tuanya.hingga pada akhirnya tuan jeon buka suara yang membuat Nara tidak mengerti dengan apa yang tuan jeon katakan.
"jadi bagaimana dae,apakah aku boleh membawa nana bersamaku?putraku sudah menunggu di rumah sejak tadi.kamu tau kan putraku itu seperti apa,jika di tinggal lama lama dia akan pergi tanpa pamit dulu"kata tuan jeon pada tuan kim.
Nara yang mendengar ucapan tuan jeon langsung melepaskan pelukannya,dan menatap tuan kim dan tuan jeon secara bergantian seakan meminta penjelasan atas perkataan tuan jeon tadi.sedangkan nyonya kim sedang pergi ke dapur untuk membantu bi lastri memasak.
"hmmmm,aku belum bisa mengambil keputusan wil,kamu tau Nara adalah putri tunggalku,aku tidak bisa selalu memaksakan kehendakku padanya.Bagaimanapun dia juga harus mengeluarkan pendapatnya karena ini menyangkut masa depan putriku.kamu juga tau kan aku sangat tidak ingin putri kesayanganku ini hidup menderita karena diriku"ucap tuan kim dengan penuh kewibawaan dengan sesekali memandang wajah Nara yang terlihat bingung.
__ADS_1
"maaf jika Nara menyela pembicaraan ayah dan paman,tapi Nara benar benar tidak mengerti dengan pokok pembahasan kalian.Dan ayah kenapa bicara seperti itu,Nara kan akan tetap berada di sisi ayah dan bunda.Ayah tidak perlu menghawatirkan kebahagiaan Nara karena sungguh Nara sangat bahagia jika berada di sisi ayah dan bunda."kalimat itulah yang keluar dari mulut Nara.tuan kim hanya tersenyum haru mendengar penuturan putri kecilnya,begitupun dengan tuan jeon.
sebenarnya sejak Nara berusia 11 tahun tuan kim dan tuan jeon sudah sepakat untuk menikahkan anak anak mereka.Tuan jeon memiliki 2 orang putra,yang pertama bernama jeon jordan,pengusaha ternama di perusahaan J&J tepatnya di canada.Jordan sudah menikah dengan seorang model terkenal namanya jessyca.jordan dan jessyca sudah memiliki seorang putri yang bernama jeonica.sedangkan putra kedua dari tuan jeon bernama jeon wil daeshim berusia 23 tahun.shim merupakan ceo muda di perusahaan JWD ENTERTAINMENT.Shim adalah pengusaha sukses bahkan perusahaannya hampir berdiri di setiap negara.keluarga dengan marga jeon ini berhasil menempati tingkat kekayaan ke dua dari dunia setelah keluarga kim yang menempati posisi pertama.Alasan kedua orang tua itu menjodohkan anaknya adalah untuk lebih memperluas cabang perusahaan.
Nara masih di buat bingung oleh ayah dan juga pamannya.Bagaimana tidak,mereka sibuk membahas hal yang tidak masuk akal bahkan pertanyaan Nara tidak di indahkan oleh sang ayah.Nara hanya mendengarkan dengan seksama,perbincangan kedua orang tua itu terhenti saat seseorang pria dengan jas formal datang menghampiri.pria itu terlihat sedikit membungkuk saat berada di hadapan ayah dan paman.Tanpa basa basi pria itu langsung duduk di dekat paman.
"Maaf karena membuat anda menunggu pak kim"kata pria itu yang tidak lain adalah jeon wil daeshim putra kedua dari tuan jeon kepada tuan kim.
"Tidak masalah nak shim.sekarang kamu sudah menjadi anak yang tampan yaa"kata tuan kim dengan gurauan yang membuat shim tersenyum kaku.
"anda bisa saja."balas shim yang masih tersenyum.
baru kali ini aku melihat pria setampan dia.apakah dia anak dari paman tapi kenapa paman tidak pernah memperkenalkannya denganku..aaaaaaa ada apa dengan jantungku kenapa semakin berdebar kencang...batin Nara.
"oh iya nak kenalkan ini kim Nara daesuki"kata tuan jeon seraya menepuk kepala Nara pelan.
"perkenalkan namaku jeon wil daeshim.kamu bisa memanggilku dengan nama shim"ucap shim seraya mengulurkan tangannya ke Nara.
__ADS_1
"Namaku kim Nara daesuki.senang bisa berkenalan denganmu"ucap Nara dan menyambut uluran tangan shim.
Setelah berkenalan dengan shim,nyonya kim pun datang bersama bi lastri dengan membawa cemilan dan minuman.selang beberapa waktu perbincangan kembali terdengan di telinga Nara.karena Nara tidak kunjung paham dengan pembahasan tuan kim dan tuan jeon akhirnya Nara berdiri saat hendak melangkah pergi,tangannya di pegang oleh tuan kim yang mengisyaratkannya agar tetap duduk dan mendengarkan.dengan wajah sedikit cemberut akhirnya Nara kembali duduk di samping tuan kim dan juga nyonya kim.
"jadi karena shim sudah datang,aku akan langsung membicarakan hal serius ke nana."kata tuan jeon,yang membuat Nara mengerutkan keningnya.
"paman datang membawa lamaran untukmu sayang.paman ingin menjadikanmu anak paman dan juga istri dari anak paman.paman berharap kamu tidak menolak nana"kata tuan jeon yang membuat Nara membulatkan matanya dan menatap ke arah shim yang terlihat santai.
"ta..tapi"belum selesai Nara bicara tetapi tuan kim sudah mencelahnya.
"sayang,ini demi kebaikanmu ayah sudah menjodohkanmu dengan nak shim sejak kamu berusia 11 tahun.ayah hanya ingin kamu bahagia sayang,dan ayah yakin kalau nak shim akan membahagiakan kamu nak.jadi ayah mohon terima yaa"kata tuan kim seraya mengelus pipi mulus Nara.
Baru kali ini Nara mendengar ayahnya memohon kepadanya.Nara benar benar bingung disisi lain dia berpikir bagaimana mungkin dia menikahi pria yang tidak di kenalinya dan disisi lain dia memikirkan ayahnya dan juga kehormatan keluarganya.dengan terpaksa Nara mengangguk pertanda dia menyetujui lamaran dari shim.
Dengan adanya persetujuan dari Nara akhirnya semua persiapan pernikahan di tetapkan dan akan di laksanakan dua hari lagi.
..............................................................................................
__ADS_1
sampai sini dulu yah.
jangan lupa like,coment,vote dan ratingnya.makasih