
Setelah kejadian di apartemen Ray, Shim memutuskan untuk kembali ke Seoul bersama Nara dan juga Jasmine.
Sudah 3 hari mereka tiba di Seoul. Dan Nara mulai melakukan aktivitas sehari harinya. Pagi hari ia akan menyiapkan semua keperluan Shim dan siang hari ia akan berangkat ke universitas.
Saat di perjalanan menuju universitas. Mobil yang di kendarai oleh Nara mogok.
" Ya ampun. Bagaimana ini, aku bisa terlambat mengumpul skripsi ku." Nara bingung harus berbuat apa.
Nara mengambil ponselnya lalu menekan panel panggilan untuk menghubungi seseorang.
Tenett.
" Halo"
".........."
" Mobilku mogok"
"............."
" Sekarang aku berada di dekat kantor Shim."
".............."
" Baiklah."
Nara mematikan telpon secara sepihak. Ia melihat perusahaan besar milik Shim. Ia keluar dari mobil dan pergi ke perusahaan tersebut.
" Maaf Nona. Anda tidak bisa ke sana." ucap seorang pegawai kantor.
" Kenapa?" Singkat Nara dengan kerutan di dahi
" Tuan sedang mengadakan meeting. Beliau berpesan agar tidak mengijinkan siapapun masuk."
" Termasuk aku?" Pegawai tersebut mengangguk. Nara semakin kesal. Tujuannya datang ke perusahaan menjadi kacau. Ia ingin menyuruh Shim mengantarnya ke universitas tapi dia sedang ada kesibukan lain.
" Baiklah." Dengan wajah kesal, Nara berjalan meninggalkan perusahaan.
Nara mulai mengotak atik ponselnya. Ia menelpon dosen yang bersangkutan lalu meminta izin karena hari ini ia tidak jadi ke universitas.
Tanpa melihat sekitar, Nara berjalan dan.
Pippppppp.......
Brukhhh.
Suara kebisingan mulai terdengar. Orang orang mulai berdatangan untuk melihat apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
Nara terpental sangat jauh akibat tabrakan dari mobil yang tengah melaju. Ponsel yang tadi ia pegang hancur, seluruh badannya terluka. Darah segar terus mengalir di kepala Nara. Hingga ia mulai kehilangan kesadaran.
" Ada apa di luar sana?" Tanya Shim yang baru selesai meeting dengan kliennya.
" Ada tabrak lari tuan." kata salah satu pegawai yang sempat melihat kejadian itu. pegawai tersebut tidak mengenali wajah Nara karena wajahnya berlumuran darah.
" Maaf tuan. Saat tuan mengadakan Meeting, Nona Nara datang."
" Uhukk uhuk." Shim yang meminum cola nya, terbatuk saat mendengar penuturan sang pegawai.
" Lalu dimana dia?" Tanya Shim
" Nona pergi. Di lihat dari wajahnya, sepertinya Nona sedang kesal Tuan."
"Kasian sekali wanita itu. Apakah dia akan selamat, dia mengeluarkan banyak darah. "
" Semoga saja dia selamat."
Para pegawai mulai membicarakan mengenai Korban kecelakaan. Sedangkan Shim langsung berlari ke arah kejadian.
Saat tiba korban sudah di bawa ke rumah sakit terdekat.
" Jangan bodoh Shim. Itu pasti bukan Nara." ucap Shim sembari mengusap wajahnya dengan kasar.
Saat ia ingin kembali ke perusahaan. Matanya tertuju pada benda pipih yang tidak memiliki bentuk.
Shim berjalan dan mengambil benda itu.
" Korban kecelakaan tadi di bawa kemana?" Ucap Shim dengan sangat khawatir.
" Ru.. Rumah sakit Dekat sini tuan." Pegawai itu menjawab dengan gagap karena takut melihat Shim yang seperti kerasukan.
Tanpa ba bi bu, Shim langsung mengarahkan mobilnya ke Rumah sakit Daegum.
" Permisi. pasien yang baru masuk. Aku ingin tau namanya." Tanya Shim kepada resepsionis.
" Maaf tuan, pasien yang baru masuk ada banyak."
" Dia seorang wanita korban kecelakaan." Jelas Shim. Ia semakin panik sedari tadi ia terus memikirkan Nara.
" Wanita yang baru masuk akibat korban kecelakaan berumur 21 tahun tuan. Namanya Jeon Nara daesuki."
Deggg..
Shim terkulai lemas. Saat mendengar Nama korban kecelakaan itu.
" Tuan apa anda baik baik saja." Ucap pegawai resepsionis.
__ADS_1
" Se... Sekarang dia dimana?"
" Wanita tersebut sedang mendapatkan penanganan di ruang UGD tuan."
Tanpa berkata, Shim berlari ke ruangan tersebut. Ia mengusap wajahnya dengan kasar saat berada di depan pintu. Ia tidak bisa masuk karena pintu terkunci.
Shim mondar mandir menunggu pintu terbuka. 35 menit Shim menunggu akhirnya seorang perawat dan seorang dokter keluar.
" Tuan Shim?" Ucap dokter tersebut yang ternyata teman dari ayahnya.
" Bagaimana keadaannya dok?" Shim panik
" Untuk saat ini, Nona Nara masih dalam keadaan yang kurang baik. Ia mengeluarkan banyak darah mungkin beliau akan di rawat cukup lama disini." Tukas dokter tersebut. Shim semakin lemas mendengar Keadaan Nara.
Dokter Jay adalah teman dari ayah Shim. Ia tau kalau Nara adalah istri dari Shim.
" Hmmm. Apa istriku bisa pulih dengan cepat dok?"
" Itu tergantung dari kekebalan tubuhnya dalam menahan rasa sakit tuan. Anda harus bersyukur karena pada area perutnya tidak terjadi luka atau benturan. Jika itu terjadi maka kemungkinan besar Rahim milik Nona Nara akan rusak. Hal ini bisa terjadi pada wanita yang masih berumur muda dan belum tersentuh." Jelas dokter Jay. Shim hanya diam dan mencerna setiap perkataan Dokter Jay.
" Jaga istri anda dengan baik. Aku hanya menyarankan. wanita seperti Nona Nara sulit untuk di dapatkan tuan. perlu anda tau, proses itu sangat berperan dalam penyuburan. Jadi lakukan hal yang semestinya anda lakukan. Jangan sampai orang lain yang melakukannya." Shim menatap tajam pada dokter Jay.
" Jaga ucapanmu. Dia istriku, hanya aku yang berhak." Shim masuk ke dalam dan meninggalkan Dokter Jay.
Shim berjalan mendekati Nara. Ia duduk dan mengelus wajah pucat Nara.
" Maaf, aku gagal menjagamu." Ucap Shim dengan suara parau.
Saat melihat wajah Nara, Ia teringat dengan pelaku tabrak lari yang tidak bertanggung jawab. Ia meraih ponselnya lalu menghubungi semua anak buahnya untuk mencari pelakunya.
" Temukan dan seret ke hadapanku. Jangan kembali jika kalian belum membawanya." Shim mematikan telpon secara sepihak. Lalu ia kembali menelpon seseorang.
" Halo ayah,"
" ......."
" Na,, Nara kecelakaan. Aku harap kalian segera kesini."
" ......."
" Kami berada di rumah sakit Daegum."
"........"
" Baiklah"
Shim menelpon orang tua Nara dan juga ayahnya. Mereka panik karena mendapat kabar buruk. Dengan tergesa gesa mereka berangkat menuju Rumah sakit yang telah di beri taukan oleh Shim.
__ADS_1
..............
Setelah membaca jangan lupa like dan tinggalkan jejak.