Aku Bukanlah Aku Yang Dulu

Aku Bukanlah Aku Yang Dulu
Bab 25


__ADS_3

Shim menunggu di luar ruangan, karena para dokter kembali memeriksa keadaan Nara.


25 menit kemudian.


" Bagaimana keadaan putriku Shim.?" Ucap tuan kim yang terlihat sangat khawatir. Begitu juga dengan nyonya kim.


" Nara masih di tangani oleh dokter ayah. Maafkan aku. Karena aku gagal menjaga Nara." Tuan kim memeluk Shim berusaha menenangkan pikiran menantunya. Ia tau kejadian ini sangat membuat Shim merasa bersalah.


" Ini bukan salahmu nak. Ini sudah menjadi takdir putriku." Ucap tuan kim.


Ceklek.


Para dokter yang sedari tadi memberikan penanganan kepada Nara telah keluar.


" Apa aku bisa berbicara dengan anggota keluarga pasien?" Tanya dokter yang lebih muda dari dokter Jay.


" Bisa dok. Aku suaminya, Katakan ada apa?" Shim berdiri dan berjalan mendekati dokter tersebut.


" Jadi begini tuan, nyonya. Pasien mengalami benturan yang sangat keras pada bagian kepala. Hal ini mengakibatkan terjadinya keretakan yang cukup serius... " Kata dokter tersebut.


Nyonya kim terduduk lemas mendengar Keadaan putrinya.


" Apa ini benar benar serius dokter? Lalu bagaimana dengan keadaan putriku?" Shim tidak mampu berkata hingga tuan kim mengambil alih pembahasan.


" Untuk saat ini keadaan putri anda cukup serius tuan. Kemungkinan besar dia akan sadar dalam beberapa hari kedepan. Saat ia mengalami kesadaran harap jangan terlalu membuatnya berpikir. Karena ini bisa mengakibatkan kepalanya mengalami denyutan hingga akan memberikan dampak negatif berupa amnesia pada pasien." Tuan kim tak kuasa mendengar perkataan Dokter tersebut. Ia hanya bisa diam dan menunduk berusaha menegarkan dirinya.


" Terima kasih dokter. Aku mohon lakukan yang terbaik untuk menyembuhkan putriku. Dia satu satunya harapanku dok. Aku mohon berapapun biayanya aku akan bayar. Asal putriku bisa pulih kembali." Ucap tuan kim.


" Kami akan mengusahakan yang terbaik tuan." Dokter tersebut pamit dan meninggalkan mereka.


Dengan langkah goyah, tuan dan nyonya kim berjalan memasuki ruangan tempat Nara di rawat. Hati mereka terasa sakit seakan tersayat saat melihat putri kesayangannya kini terbaring lemah dan tak berdaya. Shim menatap sendu kepada kedua orang tua Nara yang kini tengah berada di dekat putri nya.


Ini salahku. Aku suami yang tidak berguna, maafkan aku Nara. Batin Shim tanpa sadar ia telah meneteskan air mata.


Flassback on.


Nara berjalan meninggalkan perusahan Shim. Saat berada di dekat jalan ia menoleh ke arah ruangan Shim yang berada di lantai 5.


Karena gorden jendela yang terbuka, Ia bisa melihat dengan jelas jika Shim sedang bersama Jasmine. Hati Nara seakan tertusuk duri.


Meeting? hah impossible. Batin Nara, Ia mulai merogoh tasnya dan mengambil ponselnya, dengan sigap ia menelpon dosennya untuk meminta izin karena tidak bisa ikut dalam pembelajaran. Bukan karena tidak ada yang mengantar, Tapi karena mood Nara benar benar hancur. Ia merasa sedang di permainkan untuk ke sekian kali.


Tanpa memperhatikan sekitar, Ia langsung berjalan dan terjadilah kecelakaan yang membuatnya kehilangan banyak darah.


Flassback off

__ADS_1


Beberapa hari kemudian.


Ughh..


Shim terbangun saat mendengar suara lenguhan kecil. Ada rasa bahagia saat ia melihat Nara mulai siuman.


" Sayang?" Ucap Shim sembari memegang tangan Nara. Tak lupa ia menekan bel darurat agar dokter datang memeriksa kondisi Nara.


 


Beberapa menit kemudian seorang dokter datang bersama dengan seorang suster. Ia mulai memeriksa keadaan Nara. Sedangkan yang di periksa mulai membuka mata dan mencoba mengumpulkan seluruh ingatannya.


 


" Kabar baik tuan. Nyonya Nara sudah berada pada titik pemulihan. Ini tergolong cepat." Ucap dokter Jay setelah selesai memeriksa Nara.


" syukurlah. " Shim bernapas lega.


" Kalau begitu aku tinggal dulu tuan." Shim hanya mengangguk.


Dokter Jay keluar dan orang tua Nara pun masuk membawa makanan untuk Shim. sejak Nara kecelakaan Shim makan tidak teratur ia bahkan tidak ingin meninggalkan Nara sendirian. Bahkan ia menyuruh jasmine untuk tidak mengganggunya selama Nara belum baikan.


" Sayang, kamu sudah siuman . Bunda sangat senang sayang." Nyonya kim memeluk Nara karena sangat senang. Sedangkan tuan kim mencium seluruh wajah Nara. Ia bersyukur karena putrinya bisa tersenyum lagi.


" Katakan, dimana yang sakit sayang?" Ucap tuan kim.


" Oh iya nak Shim, makanlah dulu bunda membawakan makanan untukmu."


" Aku tidak lapar bunda." Shim masih berdiri di dekat ranjang Nara dan menatap wajah pucat Nara dengan sangat dalam.


nyonya kim tersenyum melihat Shim sangat perhatian pada putrinya. begitu juga dengan tuan kim.


Nara mengalihkan pandangannya kepada Shim. Tiba tiba ingatannya saat kejadian sebelum kecelakaan kembali terlintas. Ia memejamkan mata karena kepalanya terasa sakit.


" Sayang,"


" Jangan sentuh aku." Kalimat itulah yang di keluarkan Nara.


" Nara, Shim suamimu dia berhak menyentuhmu. jangan berkata seperti itu nak." Ucap tuan kim yang mendengar perkataan Nara.


" Tidak masalah ayah." Jawab Shim.


Ceklek..


" Bagaimana keadaan mu sayang?" Ayah Shim datang membawa bingkisan yang sangat besar untuk Nara.

__ADS_1


" Nara baik baik saja ayah." Nara tersenyum saat tuan Jeon duduk di dekat nya.


" Baguslah cepat sembuh sayang. Ayah tidak mau melihat mu seperti ini." Ucap tuan jeon sembari mencium pucuk kepala Nara.


" Oh iya Shim. Ikut ayah sebentar ada yang ingin ayah sampaikan." Tuan jeon beranjak dari duduknya di ikuti oleh shim.


" Ada apa ayah?"


Plakk


Satu tamparan terhempas ke wajah tampan Shim.


" Siapa wanita ini? Jawab dengan jujur Shim." Tuan jeon menarik seorang wanita di dekat parkiran mobil. Ia adalah Jasmine.


Selama beberapa hari tuan Jeon mencari tau semua tentang rumah tangga dan juga penyebab kecelakaan Nara. Dan ia mendapatkan hasil yang membuatnya sangat terkejut.


" Di.. Dia"


" Jawab dengan benar Shim."


Terlihat jasmine yang ketakutan karena tangannya di pegang erat oleh tuan Jeon. Shim menundukan kepalanya. Dengan mengumpulkan keberanian ia menjawab pertanyaan ayahnya.


" Dia kekasihku ayah."


Plak...


Tamparan kembali di dapatkan oleh shim.


" Jadi selama ini kamu bermain wanita hah. Lalu bagaimana dengan Nara. Apa yang kamu pikirkan Shim. apaaaa?" Tuan jeon mendorong Jasmine Karena kesal.


" Aku bersama Jasmine sudah sangat lama ayah. Sebelum aku menikah dengan Nara."


" Ayah tidak mau mendengar alasan apapun itu. Ayah ingin kamu mengakhiri hubunganmu dengan wanita ini. "


" Tapi ayah...


" Tapi apa hah. Apa kamu tau, Nara kecelakaan karena ulahmu Shim. Ayah benar benar kecewa padamu. Sekarang lihat hasil dari kebodohanmu. lihat wanita ini. Dia bukan wanita baik Shim. Dia *******...


" Cukup Ayah. jangan pernah mengatakan hal buruk tentang jasmine."


" Ini faktanya. Kamu yang terlalu terobsesi padanya. Dia bukan wanita baik baik. Camkan ini Shim, Jika kamu tidak meninggalkan wanita ini maka jangan salahkan jika ayah membuatmu berpisah dari Nara."


Taun jeon berlalu meninggalkan Shim dengan penuh amarah. Sedangkan Shim terdiam dan menatap jasmine dengan tatapan kosong.


.............

__ADS_1


Setelah membaca jangan lupa like and tinggalkan jejak.


__ADS_2