
" Apa yang di katakan ayah ku itu benar?" Tanya Shim tanpa mengalihkan pandangannya.
" Ti... tidak Shim. percayalah padaku. Ma... mana mungkin aku seperti itu." Jasmine terlihat gugup
" Semoga yang kamu katakan itu benar. Pergilah, aku akan menyelesaikan masalah ini." Ucap Shim
" Bagaimana dengan hubungan kita. Aku tidak ingin pisah Shim. Kamu sudah janji untuk selalu bersamaku." Jasmine memeluk Shim yang kini sedang membelakanginya.
" Jangan bahas itu dulu jasmine. aku benar benar pusing sekarang. Jadi tolong pergilah." Shim melepas pelukan Jasmine dan berlalu memasuki koridor rumah sakit.
Jasmine menatap kepergian Shim dengan hati yang tidak karuan. ia takut jika hubungannya akan berakhir.
Kamu adalah ATM ku Shim. aku tidak akan mau mengakhiri semua ini. Batin jasmine seraya meninggalkan area parkiran.
Setelah kejadian di parkiran, Shim terlihat sedang berpikir keras. Ia sedang mempertimbangkan perkataan ayahnya.
Beberapa hari kemudian. keadaan Nara mulai membaik.
" Aku bosan di rumah sakit terus." Ucap Nara pada ayahnya.
" Sayang, kamu masih sakit. Jika kesehatanmu sudah mencapai 100% maka ayah akan mengijinkan mu untuk pulang." Nara semakin cemberut.
" Aku baik baik saja ayah. Percayalah, Aku hanya ingin pulang aku merindukan kamarku. Aku mohon" Tuan kim menarik napasnya dalam. Ia tidak tega melihat putrinya memohon seperti itu.
" Baiklah. Tapi harus ada dokter yang selalu memantau kesehatanmu." Nara tersenyum mendengar perkataan sang ayah.
" Baik ayah. Aku ingin dokter Alex yang merawatku. boleh kan?"
" Tentu sayang. Apapun untuk putri kesayangannya ayah." Nara semakin mengembangkan senyuman nya.
2 jam kemudian, Nara dan keluarganya kini telah berada di rumah Shim. Begitu juga dengan Alex yang akan merawat Nara.
Saat di paris, Alex mendapat kabar mengenai kecelakaan Nara. tanpa berpikir ia langsung mengambil penerbangan menuju ke seoul.
" Biar aku bantu sayang." Ucap Shim seraya merangkul pinggang ramping Nara.
" Tidak perlu. aku bisa sendiri." Nara berjalan mendahului Shim.Namun saat ia menaiki anak tangga ia terpeleset dan
Brukh..
" Biar aku membantumu." Ucap Alex yang tengah menggendong Nara yang hampir terjatuh.
__ADS_1
Nara melihat Shim yang tengah menatapnya. Ia tersenyum lalu merangkul leher alex.
" Baiklah. tolong bawa aku ke kamarku. " Ucap Nara dengan manjanya.
Shim mengikuti Alex dan Nara dari belakang. Sedangkan orang tua Nara sudah pulang. Karena ada urusan penting uang harus di selesaikan oleh tuan Kim.
sedangkan pelaku yang menabrak Nara.kini telah berada di balik jeruji besi. Ia di kenakan sanksi penjara minimal 15 tahun penjara.
Saat berada di dekat kamar Nara. Shim mendahului langkah Alex. Tanpa berkata, Shim langsung mengambil alih tubuh istrinya.
" Kamu"
" Aku berhak." Singkat Shim namun penuh penekanan.
Ia berjalan meninggalkan alex yang masih mematung.
Setibanya di dalam kamar, Shim membaringkan Nara di tempat tidur.
" Sayang,"
" Maafkan aku." Ucap Shim seraya memegang tangan Nara.
" Aku tau aku salah."
" Tolong maafkan aku. Jangan mendiamkan ku seperti ini. Selama beberapa hari aku merindukanmu. Sangat merindukanmu Nara." Nara menatap Shim dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di tebak.
" Benarkah? Apa rindu mu itu benar benar untukku, bukan untuk Jasmine?" Ucap Nara.
" Hmmm." Shim menatap kelopak mata indah Nara.
" Tolong maafkan aku. Aku janji tidak akan mengulanginya Nara." Shim berusaha menyakinkan Nara. Namun nara terlihat acuh tak acuh.
" Aku lelah." Nara mengalihkan pandangannya.
Aku tau kamu masih marah sayang. Tapi percayalah aku akan mengembalikan rasa cintamu itu padaku. Aku tidak ingin seperti ini. Aku merindukan sikap mu yang dulu. Aku mulai mencintaimu Nara. ketahuilah aku benar benar mulai mencintaimu. Batin Shim.
" Baiklah aku mengerti. Istirahatlah jika perlu sesuatu panggil aku." Ucap Shim seraya memberikan ciuman pada pucuk kepala Nara.
Shim memberikan waktu untuk Nara beristirahat. Kini ia berada di ruang tamu bersamdengan alex.
" Jika Nara membutuhkan sesuatu beritau padaku." Ucap Shim membuka pembicaraan.
__ADS_1
" Baiklah." Singkat Alex.
" Jangan macam macam. Ingat dia istriku."
" Sejak kapan kamu mengakuinya sebagai istri?"
" Sejak lama."
Alex tertawa mendengar perkataan Shim.
" Lalu bagaimana dengan Jasmine?"
" Jangan bahas tentang dia dulu."
" Kenapa? Paman memberitahu padaku. Jika kamu punya wanita simpanan. wanita mana lagi yang akan kamu mainkan hah?"
" Sialan... Wanita yang dimaksud ayahku adalah Jasmine. Aku hanya punya 2 wanita. Itu sudah cukup malah hal itu membuat ku pusing."
" Hahahah, Maka dari itu lepaskan salah satunya. agar kamu tidak pusing."
" Berkata memang mudah. Kamu sendiri tau aku sangat mencintai Jasmine. Dan Nara..
" Kamu juga mulai mencintainya iyakan?"
" Maybe"
Perbincangan terus berlanjut hingga Nara terbangun dari tidurnya. Ia merasa haus namun persediaan air sudah tidak ada. dengan langkah goyah ia menuruni anak tangga.
" Nara" Shim berbalik saat Alex menyebutkan nama Nara. Ia melihat Nara tengah berjalan ke arah mereka..
" Aku haus. tolong ambil air untukku." Manja Nara.
" Duduklah biar aku ambilkan." Nara duduk di sebelah Alex. Shim menatap kesal ke arah Nara namun ia menepis pikiran buruknya. dengan segera ia pergi ke dapur mengambilkan air untuk Nara.
" Minumlah" ucap Shim.
Shim mendudukkan dirinya di dekat Nara Ia menatap wajah Nara yang sangat sederhana tanpa balutan make up namun masih terlihat cantik.
.....................
Setelah membaca jangan lupa like dan tinggalkan jejak.
__ADS_1