Aku Bukanlah Aku Yang Dulu

Aku Bukanlah Aku Yang Dulu
Bab 28


__ADS_3

Flassback on.


Shim masih memperhatikan mobil alex yang mulai menghilang dari pandangan.


saat ingin masuk ke dalam rumah, Ia mendapatkan pesan singkat dan sebuah video dari anak buahnya.


" Tuan, aku tidak sengaja melihat Nona jasmin dan Ray di sebuah bar ternama di seoul. Aku segera merekam kegiatan mereka untuk memberikan kabar ini padamu tuan." Isi pesan ini berhasil membuat Shim penasaran dengan video yang di kirim oleh anak buahnya.


Tanpa berpikir panjang, Shim langsung mengklik tombol play dan video tersebut terputar.


Jasmine? Ray? Mereka. Batin Shim saat melihat video tak bermoral itu. Ia tidak menyangka jika selama ini Jasmin berbuat seperti ini di belakangnya.


Emosi Shim meluap saat ia tau dalang dari kebangkrutan perusahaan ayahnya.


" Kurang ajar. Kalian berdua berani bermain main denganku. Sialan. Tidak akan aku biarkan," ucap Shim dengan penuh emosi.


Ternyata selama ini aku benar benar salah. Maafkan aku Nara. Batin Shim.


Flassback off.


Nara mengalihkan pandangannya, Shim semakin tersenyum saat melihat ekspresi wajah Nara yang sangat menggemaskan.


" Lihat aku sayang." Seakan tuli, Nara tetap tidak mau menatap wajah Shim.


" Ahh," Nara terkejut saat Shim menggigit lehernya.


" Aku mencintaimu Nyonya Jeon."


" Ka.. Kamu, Menyingkirlah aku mau bangun." Shim duduk dan menatap Nara yang salah tingkah akibat ulah Shim.


Ada apa dengannya, kenapa dia jadi seperti ini. Batin Nara saat melihat Shim yang sedari tadi menatapnya.


" Apa kepalamu masih sakit?" Ucap Shim sambil mengusap kepala Nara.


" Sudah mendingan." Jawab Nara, Ia benar benar bingung melihat tingkah Shim yang berubah jadi romantis seperti ini. Seakan ada kupu kupu di perut Nara yang membuat pipinya kembali memerah.


aku akan membuat mu jatuh cinta padaku lagi Nara. Batin Shim.


" Berhentilah menatapku, " Ucap Nara yang semakin salah tingkah karena ulah Shim.


" Kenapa? Aku suka melihat wajahmu. Kamu tau, Ingin rasanya aku menerkam mu sekarang juga." Shim menggoda Nara lalu mencubit hidup mancung Nara.


" Aku bukan mangsa, Ingat itu."


" Bagiku kamu adalah mangsa yang sangat lezat sayang " Shim semakin menggoda Nara.


" Shim. Sudah ku bila...


" Jangan berteriak sayang, nanti kepalamu sakit lagi. hmm"


" Berhentilah berakting aku tidak suka." Ketus Nara.


" Hahaha, aku sedang tidak berakting sayang. Aku serius. Apa perlu aku buktikan?" Nara menatap Shim dengan sinis.


" Ya sudah jika memang kamu serius ayo buktikan." Tantang Nara.


Hah, aku yakin kamu hanya ingin mempermainkan perasaanku lagi kan. Batin Nara.


Nara membulatkan matanya saat Shim bermain di area lehernya.

__ADS_1


" Sh.. Shim ah," Ucap Nara. Ia merasa geli bercampur sakit saat Shim mencium lehernya.


Shim memberikan tanda kepemilikan nya pada Nara. Lalu ia menatap Nara yang terlihat sangat terkejut.


" Kamu milik ku sekarang. cepatlah sembuh maka aku akan memberikan bukti cintaku yang lebih besar padamu." Ucap Shim seraya mengusap pipi halus Nara.


" Aa.. Aku lapar." Ucap Nara pelan namun masih bisa di dengar oleh shim.


" Baiklah tunggu disini, aku akan...


" Aku tidak mau makan di kamar."


" Hmm, baiklah sayang. Mau aku gendong?"


" Aku tidak lumpuh." Shim tertawa mendengar jawaban istri polos nya.


" Baiklah ayo." Shim merangkul pinggang Nara.


Para pelayan menatap aneh dengan sikap Shim yang jadi romantis pada Nara.


1 minggu kemudian.


Orang tua Nara dan orang tua Shim datang untuk melihat keadaan Nara.


" Bagaimana keadaan mu sayang?" Ucap Tuan kim


" Aku baik ayah. Ayah dan bunda bagaimana kabarnya?"


" Kami baik baik saja sayang." Ucap nyonya Kim.


" Oh iya, dimana suami mu?" Tanya tuan Jeon.


" Aku disini ayah." Terlihat Shim sedang membawa obat dan segelas air.


Akhirnya kamu sadar juga Shim. Ayah senang melihat kalian seperti ini. Batin tuan Jeon.


" Apa hari ini kamu tidak bekerja shim?" Tanya tuan kim


" Aku mengambil cuti ayah. Istriku masih sakit, dan aku harus merawatnya." Ucap Shim sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Nara.


" Itu Bagus nak. Jadi suami memang harus seperi itu iyakan kim."


" Kamu benar Jeon.. Aku merasa senang melihat anakku mendapatkan kasih sayang dari Shim. " Ucap tuan kim.


37 menit mereka berbincang. Akhirnya para orang tua berpamitan untuk pulang.


Skip dalam kamar.


" Shim lepaskan." Ucap Nara saat Shim memeluknya dari belakang.


" 5 menit." Ucap Shim. Nara hanya diam dan membiarkan Shim mencium aroma tubuhnya.


" Kamu selalu wangi sayang."


" Karena aku selalu mandi." Shim tertawa mendengar jawaban Nara.


" Tadi aku melihat Jasmin.. Aw," Ucapan Nara terpotong karena Shim menggigit telinganya.


" Jangan bahas tentang dia saat kita sedang berdua hmm." Nara hanya diam.

__ADS_1


" Sudah lewat dari 5 menit. Tolong lepaskan aku mau duduk." Tanpa melepaskan pelukannya, Shim mendudukkan Nara di pangkuannya.


" Shim," Ucap Nara saat ia duduk di pangkuan Shim


" Hmm, jangan bergerak atau aku akan mengubah posisi dudukmu menghadap padaku." Ucap Shim seraya mencium leher jenjang Nara.


" Selalu saja mengancam" Shim berdiri dan memutar tubuh Nara hingga menghadap padanya. Tanpa bicara, Ia langsung menarik tubuh Nara duduk ke pangkuannya.


Nara menelan salivanya dengan sangat susah. Bagaimana tidak sekarang posisinya benar benar di luar dugaan Nara.


" Aku tidak mengancam sayang." Shim mendekatkan wajahnya ke Nara. Nara mencoba mencari alasan agar Shim tidak mencium nya.


" Arghh kepalaku,"


" Sayang", Shim terlihat panik, Nara yang melihat ekspresi wajah panik Shim tidak kuasa menahan tawa.


" Ohh jadi begitu? Baiklah aku ikuti cara mainmu" Shim menggelitik Nara hingga sang empu menggeliat karena geli.


" Hahahha, hentikan Shim." Ucap Nara. Shim menghentikan aksinya lalu menatap wajah Nara..


Terlihat Nara tengah menstabilkan nafasnya.


Shim beralih ke pakaian Nara yang lumayan terbuka.


" Jangan pernah memakai pakaian seperti ini saat di luar kamar." Ucap Shim sambil menyelipkan rambut Nara yang hampir menutupi wajahnya.


" Kenapa?"


" Aku tidak ingin milik ku di lihat oleh orang lain. Kamu hanya boleh berpakaian seperti ini jika bersamaku. Ingat hanya boleh saat bersamaku." Shim mempererat pelukannya.


" Kenapa begitu?"


" karena aku suamimu."


" hm baiklah. Lusa aku sudah mulai wisuda. Apa kamu akan datang?" Ucap Nara.


Orang tua Nara menyuruh kepala universitas untuk menaikkan semester Nara. Maka dari itu ia lulus di tahun yang sama dengan angkatan seniornya.


" Aku sibuk." Nara cemberut saat mendapat jawaban Shim.


" Tapi karena istriku ingin wisuda, maka aku akan datang." Ucap Shim sambil memberikan ciuman singkat di bibir Nara.


Nara tersenyum mendengar perkataan Shim.


" Tapi aku ingin imbalan."


" katakan,"


" Aku ingin dirimu." Ucap Shim dengan senyum smirk nya.


" Kenapa aku?" Shim mendongak ke atas saat mendapat jawaban polos dari Nara.


" Karena kamu adalah istri ku. Apa aku salah jika meminta malam pertama?" Nara terbatuk saat mendengar perkataan Shim.


" Bagaimana.? Aku sudah menunggu sangat lama. Tolong jangan keluarkan kalimat yang akan mengecewakan ku." Shim semakin erat memeluk Nara.


" Baiklah. Tapi setelah aku lulus wisuda. Bagaimana?" Shim menatap Nara dengan kesal.


" Baiklah." Ucap Shim sembari memberikan ciuman pada Nara.

__ADS_1


...............


setelah membaca jangan lupa like and tinggalkan jejak.


__ADS_2