Aku Bukanlah Aku Yang Dulu

Aku Bukanlah Aku Yang Dulu
Bab 7


__ADS_3

 


Setelah makan malam, tuan Kim, nyonya Kim, Nara dan Shim pergi ke kamar untuk istirahat. Orang tua Nara akan menginap beberapa hari untuk melepas rindu dengan putrinya.


 


Beberapa hari kemudian...


Nara sedang bersiap siap, karena hari ini ia mulai bersekolah. Saat selesai mengemasi buku buku kedalam tas, Nara segera pergi ke kamar Shim untuk menyiapkan segala keperluan suaminya itu. Hal tersebut sudah menjadi rutinitas Nara di setiap harinya.


Tok.. Tok.. Tok


" Masuk"


Ceklek ( suara pintu terbuka)


Nara masuk dan melihat Shim baru keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan handuk pendek hingga memperlihatkan perut sixpack nya.


" Kenapa baru datang?" Ucap Shim datar.


" Maaf, tadi aku sibuk menyiapkan peralatan sekolahku." Ucap Nara yang sedang merapikan tempat tidur Shim.


" Aku tidak ingin mendengar alasan konyolmu itu. Sekarang cepat ambilkan pakaianku." Nara segera beranjak ke lemari pakaian setelah selesai merapikan tempat tidur.

__ADS_1


" Pilihkan pakaian yang bagus. Karena hari ini aku ada meeting penting." Ucap Shim yang tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk.


" Ambilkan kemeja hijau toska yang kemarin aku beli. pasti aku akan sangat keren jika memakainya hari ini." Nara hanya memutar bola matanya malas.


" percaya diri sekali." gumam Nara dalam hati.


" Pilihkan Dasi yang senada dengan kemejaku"


" Tali pinggang harus berwarna hijau toska"


" Jam tanganku juga harus senada dengan kemejaku"


" Kemarin aku juga membeli sepatu berwarna hijau toska, cepat ambilkan. Aku akan memakainya. Pasti aku akan terlihat sangat berbeda di pertemuan nanti. " Ucap Shim dengan senyum percaya diri.


"Pakailah ini" Ucap Nara dengan menyodorkan sepasang jas dan kemeja pada Shim.


" Apa ini? Apa kamu tidak dengar, aku meminta kemeja hijau toskaku, kenapa kamu mengambilkan kemeja putih ini? Apa kamu buta warna hah." Ucap Shim dengan Nada suara sedikit membentak hingga membuat Nara memejamkan mata karena menahan denyutan di telinganya.


" Kamu mau memakai pakaian serba hijau, yang ada orang orang akan memandangmu dengan tatapan aneh. Jadi pakailah ini. Ini warna formal jika di padukan dengan jas silver maka akan menimbulkan kesan fresh pada wajahmu." ucap Nara dengan percaya diri.


" Jadi menurutmu, jika aku memakai pakaian serba hijau aku terlihat tua begitu" Nara mencoba menahan tawa saat mendengat perkataan Shim.


" Ahhh lupakan. Cepat kemarikan." Nara menyodorkan Jas dan kemeja kepada Shim.

__ADS_1


" Ambilkan map dalam laci itu, lalu masukkan semua berkas yang ada di atas meja. Hati hati saat memasukkannya, karena itu sangat berharga" Nara mengukuti arah telunjuk Shim dan mengangguk paham.


Kini Shim sudah terlihat rapi dengan style formal ala kantoran. Sedangkan Nara masih sibuk memasukkan berkas berkas ke dalam map.


" Apa sudah selesai?" Shim berjalan ke arah Nara.


" Hmm." Nara mengangguk dan tersenyum ramah. Namun hanya di balas tatapan oleh Shim.


" Kalau begitu ayo, jangan membuang waktuku lagi"


" Apa apaan, perasaan dia yang sudah membuang waktuku. Dasar psychopat Waktu" Lirih Nara dengan kesal.


" Tunggu, kenapa dasimu seperti itu?" Nara mendekati Shim dan berjinjit untuk memperbaiki dasi Shim yang kurang rapi.


" Nah sudah. Ayo!." Nara berjalan mendahului Shim. Membuat Shim berdecik kesal melihat tingkah laku istri kecilnya itu.


.............


Makasih buat para readers yang masih setia baca novel ini.


Dan maaf karena aku up nya lama, soalnya aku sibuk daring😁 Tapi aku akan usahakan up kok. Sekali lagi Gomawooo yah🥰🥰


setelah membaca jangan lupa like dan tinggalkan jejak.

__ADS_1


__ADS_2