Aku Bukanlah Aku Yang Dulu

Aku Bukanlah Aku Yang Dulu
Bab 6


__ADS_3

" Cantik" kata itulah yang pertama kali terlintas di pikiran Shim. Saat ia melihat senyuman indah Nara.


Shim langsung memalingkan pandangannya. Entah kenapa dia jadi gugup saat menatap mata indah Nara.


Nara bangun, dan menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang. Ia merapikan rambutnya yang berantakan akibat ulah Jasmin.


Shim diam diam memperhatikan Nara yang sedang menguncir rambutnya. Ia tidak bisa membohongi hati dan pikirannya, saat pertama kali melihat Nara ia sudah terpukau akan kecantikan paras seorang Kim Nara. Namun egonya terlalu besar, sehingga ia selalu bersikap acuh pada Nara.


" Dia memang lebih cantik di bandingkan dengan Jasmin. Tapi dia masih sangat polos berbeda dengan Jasmin. Andai dia se aktif Jasmin, aku pasti akan kehilangan akal jika tidak menyentuhnya."gumam Shim yang masih memperhatikan Nara.


Nara selesai dengan aktivitas menguncir rambutnya. Kini dia sedang meminum air yang berada di atas meja.


" Nanti malam, datanglah ke kamarku"


" Untuk apa" Tanya Nara dengan wajah polosnya.


" Tentu saja untuk melakukan hal yang seharusnya di lakukan sejak awal" Shim sengaja mengatakan hal itu, untuk menggoda istri kecilnya.


uhukk uhukkk,, Nara menyemburkan air dari mulutnya, saat mendengar perkataan Shim. Nara lebih terkejut lagi saat melihat Wajah dan lengan Shim basah akibat semburannya. Dengan refleks Nara menarik lengan baju Shim, hingga wajah mereka sangat dekat.


" Maaf, aku benar benar tidak sengaja." Ucap Nara yang tengah mengusap wajah Shim dengan bajunya hingga memperlihatkan perut mulusnya.


Shim tidak bergeming saat melihat wajah Nara yang sangat dekat. Ia bisa merasakan deru nafas Nara yang beradu dengan deru nafasnya.


Tanpa sadar, Shim sudah memegangi perut mulus Nara. Nara menunduk saat merasakan sesuatu menyentuh perutnya. Saat ingin memastikan, Nara terkejut karena yang menyentuh perutnya adalah tangan Shim.


Nara langsung menatap Shim. Kini pandangan mereka bertemu. Shim menarik pinggang Nara agar mendekat. Nara hanya diam tak bergeming se akan ia terhipnotis dengan ketampanan Shim.


" Apa dia akan menciumku? aaaaa kenapa aku tidak bisa bergerak. Dia sangat tampan jika di liat sedekat ini,, Oh jantungku tolong tenanglah.." Nara mencoba menstabilkan pikiran dan hatinya, dia benar benar tidak tau harus berbuat apa.


Cup..


Nara membulatkan matanya saat kecupan singkat di daratkan Shim pada bibirnya.

__ADS_1


Shim tersenyum tipis melihat expresi istri kecilnya itu.


" Aku baru menciumnya tapi dia sudah sekaku ini. Bagaimana jika aku melakukan yang lebih" gumam Shim dalam hati.


Nara masih terdiam dalam lamunannya.


" Malam ini tidurlah di kamarku" Nara tersadar dari lamunannya saat Shim melepas tanggannya dari pinggang Nara.


" Tidak, aku ingin tidur di kamarku saja" ucap Nara dengan wajah yang masih merona.


" Nanti orang tuamu akan curiga. Jadi tidurlah di kamarku. Kamu tidak perlu takut aku tidak akan macam macam. Kamu tau kan semua ucapanku tidak akan pernah aku langgar." Nara hanya mengangguk menandakan ia setuju dengan perkataan Shim.


" Baiklah. Lalu bagaimana dengan Jasmin?"


" Aku sudah menyuruhnya ke apartemen dekat kantorku."


" Hmm.."


" Apa yang akan kamu katakan, saat orang tuamu bertanya tentang luka lebam itu?" ucap Shim.


" Aku akan menutupinya dengan make up" sambung Nara. Shim hanya diam.


Skip


Kediaman Jeon wil Daeshim.


Ting nong.... Ting nong... ( suara bel)


Ceklek,


Pintu terbuka dan terlihatlah sepasang suami istri yang sedang memegang koper.


" Maaf, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pelayan dengan menangkupkan kedua tangannya ke depan.

__ADS_1


" Apa Jeon Wil Daeshim nya ada?" pelayan itu langsung menganggukkan kepalanya.


Pelayan itu mempersilahkan tuan Kim dan nyonya kim masuk ke dalam.


" Ayahh, bundaaa" Nara berlari saat melihat orang tuanya sudah tiba. Nara langsung memeluk kedua orang tuanya.


Nara menarik tangan orang tuanya menuju ke ruang keluarga. Terlihat raut kebahagiaan terpancar pada wajah Nara.


" kenapa tidak bilang ke Nara, jika ayah dan bunda ingin berkunjung?"


" Jika ayah dan bunda bilang, maka itu bukan surprise sayang." Ucap tuan kim sambil mencium pucuk kepala Nara.


" Oh iya, dimana Shim?"


" Shim sedang mandi. Tidak lama lagi dia akan turun" Ucap Nara.


pov Shim.


Sesekali Shim tersenyum, saat mendengar gemuruh tawa memenuhi ruang keluarganya. Sebelumnya, ruangan itu selalu sepi. Namun saat orang tua Nara datang, ruangan itu menjadi lebih berwarna.


Shim menuruni tangga dan berjalan ke arah Nara dan orang tuanya berada.


" Selamat malam ayah, bunda. Maaf karena aku lambat memberi sambutan."


" Malam Shim. Tidak masalah, tadi kami sudah di sambut oleh para pelayan di rumah ini." Shim tersenyum mendengar perkataan ayah mertuanya.


" Oh iya, Kapan kamu akan mulai masuk sekolah lagi Nara? Jangan mengambil cuty terlalu lama, karena bulan depan kamu akan menghadapi kelulusan. Ayah takut kamu banyak ketinggalan materi" Ucap tuan Kim.


" Lusa Nara akan masuk sekolah. Ayah tidak perlu khawatir." ucap Nara


" Permisi tuan, makan malam sudah siap." Shim mengangguk lalu ia mempersilahkan mertuanya menuju ke meja makan.


...

__ADS_1


sampai sini dulu yah..


Makasih atas dukungannya🙂


__ADS_2