Aku Bukanlah Aku Yang Dulu

Aku Bukanlah Aku Yang Dulu
Bab 4


__ADS_3

Nara tertidur saat lukanya di bersihkan. Sebelumnya, Nara berterima kasih pada bi Ima, karena sudah mengobatinya. Nara senang setidaknya masih ada orang di rumah ini yang peduli padanya.


Pagi pun tiba.


Nara terbangun dari tidurnya. Sesekali Nara memejamkan mata karena pandangannya masih samar samar.


Saat penglihatannya sudah jelas, Nara sangat terkejut melihat Shim yang duduk di sofa.


Nara juga melihat Jasmin yang tengah bergelayut manja di lengan suaminya.


Dengan cepat Nara bangun dan menguncir rambutnya hingga memperlihatkan leher jenjang yang putih dan juga mulus.


" Apa kamu tahu sekarang jam berapa?" Nara hanya menunduk karena takut pada Shim. Mengingat bahwa semalam Shim melukainya.


" Apa kamu dengan hah" Ucap Shim yang mulai berjalan ke arah Nara.


" Ma.... Maaf karena aku lambat bangun" Nara benar benar takut, dia takut jika Shim akan melukainya lagi.


" Lihat aku!" Nara menggelengkan kepalanya cepat, dia takut menatap mata Shim.


" Arggghh..." Nara meringis kesakitan saat rambutnya di tarik oleh Jasmin. Nara menatap ke arah Shim, berharap pria itu akan menolongnya. Namun nihil. Shim hanya diam seakan tidak terjadi apa apa.

__ADS_1


Nara mencoba memberontak agar rambutnya di lepaskan oleh jasmin.


" Yakkkk, lepaskann" Rintihan Nara tidak di pedulikan, bahkan Jasmin semakin memperkuat tarikannya. Hingga membuat rambut indah Nara rontok.


( kalian bisa bayangin kan gimana sakitnya jadi Nara )


" Diamlah! Ini hukuman karena kamu berani melawan kekasihku!"


" Dasar BEACH SIALAN!! Orang yang kamu anggap sebagai kekasih adalah suamiku! Kamu adalah wanita murahan yang hanya bisa menggoda suami orang!" Emosi Nara sudah naik, hingga dia tidak menyangka jika dirinya bisa mengeluarkan kata kata tidak bermoral seperti itu.


plak plak plakk


Bughh.


" Jaga ucapanmu Kim Nara!! Sudah aku bilang jangan membuatku hilang kendali terhadapmu. Apa kamu tuli hah! Apa orang tuamu tidak pernah mengajarkanmu tatakrama dalam berbahasa!!" Amarah Shim kian memuncak. Dia sangat marah saat mendengar seorang Kim Nara berbicara tanpa wibawa sedikitpun.


Dengan segenap kekuatan, Nara mencoba bangkit. Dia memegang pinggiran ranjang sebagai tumpuannya.


Deg..


Shim sangat terkejut saat melihat wajah Nara.

__ADS_1


Wajah yang tadinya cerah, kini terlihat kusut akibat luka lebam di bibir,pipi dan pelipisnya.


Begitupun dengan Jasmin. Shim tidak menyangka dirinya bisa berbuat seperti ini pada Nara.


Apa yang telah aku lakukan. Dasar bodoh. kamu bodoh Shim bodoh!! Kenapa kamu bisa melukainya hingga seperti ini.. arghhhh aku benar benar hilang kendali sial.. Shim frustasi melihat keadaan Nara, sehingga dia memaki dirinya sendiri.


Nara menatap wajah Shim dan Jasmin. Dengan mata yang berkaca kaca.


Hanya karena wanita itu, dia memukulku lagi. Dia selalu membela Jasmin, selalu baik padanya, selalu peduli padanya. Tapi kenapa hiksss, kenapa dia tidak bisa berbuat baik padaku hikss hikss.. Kenapa dia selalu berbuat sebaliknya padaku, yang nyatanya akulah istrinya.. Lirih Nara dalam hati.


Shim langsung menarik Nara saat dia hampir jatuh karena kehilangan kesadaran. Dengan sigap Shim menggendong Nara ke ranjang king sizenya.


" cepat suruh bi ima menelpon dokter pribadiku.. Cepattt" Jasmin langsung berlari karena takut dengan aura Shim yang langsung berubah seakan dia akan di musnahkan jika tidak bergerak cepat.


"Arrgghh, bagaimana ini. Semoga saja dia tidak mengalami hal yang serius haiiss.. Tenanglah Shim, tenang. Dia pasti akan baik baik saja. Jadi tenang lah ok. Tapi bagaimana jika keluarganya tahu kalau aku tidak memperlakukan putrinya dengan baik. Arrghh, sial sial siaaaaal." Shim mengusap wajahnya kasar. Dia bingung harus berkata apa jika orang tua Nara melihat keadaan putri semata wayangnya dalam kondisi yang kurang baik.


Apalagi nanti malam orang tua Nara akan berkunjung. Shim semakin frustasi.


.............................................


sampai sini dulu yaa..

__ADS_1


jangan lupa like, dan tinggalkan jejak.


__ADS_2