Aku Bukanlah Aku Yang Dulu

Aku Bukanlah Aku Yang Dulu
Bab 13


__ADS_3

" Menjijikan. Melakukan hal yang tidak senonoh di tempat orang lain berada." Gumam Nara dengan kepiluan yang ia alamai.


**Semua orang punya kesabaran. Namun sabar itu ada batasnya. Aku terlalu larut kedalam rasa cinta yang sangat membutakanku. Cinta yang menjadikanku budak. Cinta yang memenjarakanku. Cinta yang hanya sepihak. Cinta yang hanya bisa melukai, menyakiti, bahkan membunuhku. Bertahun tahun aku terjerat oleh rasa cintaku. Bertahun tahun aku menyimpan segala deritaku. Bertahun tahun aku mencoba bertahan. Hanya karena cinta. Cinta benar benar membuatku hilang arah. Membuatku menjadi orang bodoh. Membuatku menjadi gila. Aku sadar, cinta tidak harus saling memiliki. Biarlah aku membuang semua kenangan burukku ini. Biarlah ku tinggalkan beban ini. Biarlah ku hilangkan semua rasa ini. Aku hanya ingin tenang, ingin damai, ingin bahagia, ingin di mengerti dan ingin di kasihi. Aku lelah, benar benar lelah dengan semua ini. Biarkan aku yang menyerah. Biarkan aku yang mengakhiri semua ini.


Ini menjadi pelajaran penting untukku. Aku tidak ingin di perbudak lagi. Aku lelah, sangat lelah.


( by. Fitri** )


Nara menghapus air matanya. Dengan langkah gontai, ia berjalan hendak keluar dari tempat menjijikkan itu. Namun langkahnya terhenti.


Shim langsung menghentikan aktivitasnya saat melihat Nara sudah bangun. Dengan cepat ia mengambil handuk dan melilitkannya di tubuh atletiknya.


" Mau kemana kamu?" Suara khas Shim terdengat sangat menjijikkan di telinga seorang Nara.


Setelah apa yang Nara lihat. Ia merasa jijik dengan kedua makhluk yang kini berada di hadapannya.


" Keluar." Singkat Nara tanpa menatap Shim dan juga Jasmin.


" Sudah ku bilang. Tanpa perse.."


" Apa aku harus menonton acara livenya hingga selesai?" Ucap Nara yang langsung memotong perkataan Shim.

__ADS_1


Sejenak Shim terdiam. Ini pertama kali Nara menyela perkataannya.


" Aku ingin ke kamarku. Tenang saja, aku akan ingat hukumanku. Jadi tidak perlu mengulanginya. Aku hanya minta negosiasi, dan itu tidak akan merugikanmu. Aku hanya ingin pindah lokasi tempatku istirahat. Soalnya aku sedikit terganggu jika berada di sini. Kamu taukan aku sangat tidak suka dengan KEBISINGAN." Nara menekankan setiap kalimat yang ia ucapkan. Shim benar benar tidak bisa berkata apa apa. Ia seakan sedang berhadapan dengan orang lain. Nara yang ia kenal tidak akan pernah membantah perkataannya. Namun ini di luar dugaan Shim. Nara dengan lancang melawan bahkan menentang Shim secara halus namun penuh makna.


" Yak,, berani sekali kamu" Jasmin ingin menampar Nara, namun dengan sigap Nara menangkap tangan Jasmin dan memegangnya dengan sangat kuat hingga Jasmin meringis kesakitan.


"Aku sedang tidak mencari masalah denganmu nona. Jadi jangan pernah lancang mengangkat tanganmu padaku. Atau aku akan mematahkan tangan anggunmu ini." Tegas Nara yang menghempaskan tangan Jasmin dengan sangat kasar.


Shim tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


" Nara!" Bentak Shim. Namun Nara hanya tersenyum miring. Ia tidak takut lagi dengan bentakan, ancaman atau apapun itu. Titik hitam di hati Nara benar benar membuatnya merasa sangat sakit. Hingga ia mencoba untuk mengubah dirinya untuk membuktikan bahwa ia bukanlah wanita lemah.


" Maaf, karena aku menyakiti kekasihmu. Aku hanya sedang membela diriku. Apa aku salah SHIM? Jaga kekasihmu baik baik." Ucap Nara yang meninggalkan Shim dan Jasmin.


" Shim, lihatlah wanita murahan itu melukaiku. Lihatlah pergelangan tanganku jadi memar." Ucap Jasmin yang memperlihatkan tangan memarnya akibat ulah Nara.


Shim Tidak bisa mengeluarkan kata kata lagi. Ia benar benar di buat kikuk oleh Nara. Nara yang dulu sangat sopan, lembut, penurut, selalu mengeluarkan kata kata yang di perlukan. Namun sekarang ia benar benar berubah. Ia menunjukkan sisi lainnya di hadapan Shim. Yang membuat Shim pusing karena memikirkan Tingkah Nara.


Shim tidak menghiraukan rintihan Jasmin. Ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Selesai dengan ritual mandinya, Shim turun kebawah di ikuti oleh Jasmin untuk makan malam. Sesampainya di meja makan, Shim tidak menemukan Nara.

__ADS_1


" ahh, aku lupa. Aku melarangnya makan selama 2 hari." Gumam Shim.


Baru saja sampai di meja makan, Shim kembali menaiki anak tangga untuk pergi ke kamar Nara.


ceklek ( suara pintu terbuka).


Pintu kamar Nara tidak terkunci. Hal itu memudahkan Shim untuk masuk.


Nara tengah Sibuk mengobati luka di wajahnya. Ia tidak memperdulikan kehadiran Shim di kamarnya. Shim geram dengan tingkah Nara yang mengabaikannya. Dengan sigap Shim menarik kaca kecil yang Nara pegang.


" Apa kamu tidak lihat aku sedang menggunakan cermin itu. Sangat tidak sopan, mengambil hak orang lain tanpa permisi." Ucapan Nara penuh dengan penekanan.


" Apa kamu tidak lihat hah. Dari tadi aku berdiri disini dan kamu hanya sibuk dengan urusanmu sendiri. Itu tidak sopan. Aku ini suamimu dan kam"


" suami? Ah maaf aku lupa. Ada apa suamiku, apa kamu butuh sesuatu hemm..? Katakanlah aku akan melayanimu dengan sebaik mungkin." Nara memotong perkataan Shim. Mendengar perkataan yang di lontarkan oleh Nara, lagi lagi membuat Shim terdiam.


" Tolong kembalikan cerminku. Aku belum selesai mengobati lukaku." Ucap Nara dengan sinis menatap Shim.


Shim memberikan cermin kepada Nara. Dan ikut duduk sambil terus memperhatikan Nara.


" Apa yang terjadi padanya? Aku benar benar bingung dengan perubahan yang ia tunjukkan padaku."

__ADS_1


...........


setelah membaca jangan lupa like dan tinggalkan jejak.


__ADS_2