
Mobil masih melaju menuju ke kediaman Shim.
Sesekali Alex mengalihkan pandangannya dari arah jalan ke Arah dimana Nara berada. Senyuman kecil terselip di bibir Alex saat mendapati Nara tengah tertidur pulas di sebelahnya.
" Wajah yang begitu menawan, kelopak mata yang indah, rambut yang indah. Semuanya ada padamu Nara. Kamu sempurna bagiku. Hanya saja kamu sudah jadi pendamping temanku. Andai aku lebih cepat bertemu denganmu, aku bersumpah tidak akan pernah melepasmu Nara. Aku tidak tau apa yang terjadi padaku. Perasaanku selalu tenang jika berada di dekatmu. Jantungku selalu berpacu dengan cepat saat memandangmu. Mataku selalu ingin melihatmu. Apakah aku jatuh cinta? Ya mungkin aku mencintaimu Nara. Aku berharap di kelahiran berikutnya, akulah yang akan menjadi teman hidupmu. Aku akan mencarimu kemanapun asal kita bersama Nara." Gumam Alex yang masih memandangi wajah damai sang wanita pujaan hati.
5 menit kemudian.
Sreeeetttt ( Suara pintu gerbang terbuka )
Mereka sampai di rumah Shim. Alex masih belum turun karena melihat Nara tidur dengan sangat lelap.
Karena tidak tega membangunkan Nara, akhirnya Alex mengangkat Nara menuju ke kamarnya.
Namun, saat tiba di ruang tamu langkah kaki Alex terhenti. Saat mendapati Shim berjalan ke arahnya.
" Ada apa dengannya?" Tanya Shim saat tepat berada di depan Alex dan Nara.
" Sepertinya dia kelelahan, saat di perjalanan dia tertidur. Aku tidak tega untuk membangunkannya." Tutur Alex yang masih mengangkat tubuh Nara.
Tanpa berkata lagi, Shim langsung mengambil alih tubuh Nara ke dalam pelukannya. Aĺex hanya diam tak bergeming, karena Shim adalah suami Nara. Walaupun rasa pedih saat melihat wanita yang selalu memenuhi pikirannya kini sedang bersama dengan pria lain.
" Duduklah dulu. Aku akan membawanya ke kamar." Ucap Shim sembari melangkah menaiki anak tangga secara perlahan karena takut jika tidur nyenyak Nara terganggu.
__ADS_1
" wanita ini benar benar bodoh. Kenapa tidur senyenyak ini, untung aku menyuruh Alex yang menjemputnya. Andai supirku mungkin dia akan macam macam." Lirih Shim saat memakaikan selimut untuk Nara.
Langkah kaki Shim terhenti, saat tangannya di tarik oleh Nara.
" Apa kamu pura pura tidur agar aku bisa menggendongmu hah?" Ucap Shim yang kembali mendekat ke arah tempat tidur.
" Aku pikir kamu di kantor?" Kata Nara tanpa memperdulikan ekspresi wajah kesal Shim.
" Aku baru pulang. Dasar genit. Kenapa harus akting tidur hah. Apa kamu sangat ingin di peluk peluk oleh Alex? Menyebalkan, apa kata orang jika mereka tau istri dari Jeon Wil Daeshim di peluk oleh pria lain." Nara hanya diam saat mendengar ocehan Shim.
" Ini semua demi reputasiku jangan berpikir yang aneh aneh paham. Lagipula kamu itu tidak ringan." Lanjut Shim.
" Dimana Alex?" Shim mengerutkan dahinya saat Nara mengeluarkan pertanyaan mengenai Alex.
" Aku hanya ingin berterima kasih. Karena dia sudah menjemputku. Dan aku ingin minta maaf karena aku sudah merepotkannya. Apa aku salah?" Jawab Nara
Shim memutar bola mata dengan malas.
" Dia di bawah. Lanjutkan saja tidurmu tidak usah turun. Awas saja jika kamu tidak mendengarkan perkataannku." Setelah mengeluarkan perkataan sekaligus ancaman itu, Shim berlalu meninggalkan Nara.
" Terima kasih karena sudah menjemput istriku. Dan maaf karena dia membuatmu repot." Ucap Shim yang sudah duduk di depan Alex.
" Tidak masalah. Kalau begitu aku pergi dulu." Jawab Alex.
__ADS_1
" Kenapa buru buru?" Pungkas Shim.
" Aku baru menerima panggilan dari rumah sakit. Katanya ada pasien yang harus segera aku tangani. Jadi aku pamit ke rumah sakit dulu. Jika kamu membutuhkan bantuan bilang saja padaku. Dengan senang hati, aku akan membantumu, ok. Aku pergi dulu." Shim hanya mengangguk dan memperhatikan Alex yang mulai menghilang di balik pintu yang sangat besar.
1 Bulan kemudian.
Nara telah lulus SMA. Sekarang ia masuk ke universitas terpopuler di Asia. Yaitu universitas Geonyeok.
Dengan Nilai yang sangat memuaskan, ia menjadi mahasiswi pertama yang masuk ke universitas bebas tes.
Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri untuk Nara. Namun banyak yang merasa iri dengan apa yang Nara dapatkan.
Di semester 1 dan 2 Nara masih merasa baikan Namun pada semester akhir Nara mulai merasa kurang nyaman karena banyaknya gangguan dari mahasiswa lain yang selalu menggodanya.
................
Maaf yah author lama up nya soalnya Authornya lagi kurang sehat🙏
Dan terima kasih buat para readers yang masih setia buat baca novel ini.
koreksi dan masukan akan sllu aku nantikan dari kalian. Terima kasih.
setelah membaca jangan lupa like dan tinggalkan jejak.
__ADS_1