
Selesai sarapan, shim dan Nara berangkat bersama. Tidak lupa mereka berpamitan pada tuan Kim dan nyonya Kim.
" Jika sudah waktunya pulang, maka pulanglah. Jangan keluyuran lagi. Awas saja jika aku pulang dan tidak melihatmu, akan ku pastikan kamu tidak akan pernah bisa menginjak rumahku lagi. Paham?" Ucap Shim saat mereka telah tiba di depan sekolah Nara.
" Iya. Aku paham. Terima kasih karena sudah mengantarku" Shim mengangguk pelan tapi masih bisa di lihat oleh Nara.
" Ambil ini" Shim memberikan beberapa lembar uang kepada Nara.
" I.. Itu tidak perlu. Aku masih punya uang. Dan uang di tabunganku masih banyak, jadi kamu tidak perlu memberiku uang." Shim berdecal kesal mendengar perkataan Nara.
" Kamu adalah tanggung jawabku. Jadi ambil uang ini atau kamu tidak akan kubiarkan bersekolah" Nara menatap Shim dengan wajah yang cemberut.
" Selalu mengandalkan ancaman" Gerutu Nara dengan lirih namun masih bisa tertangkap oleh indra pendengaran Shim.
" Apa kamu bilang?" Ucap Shim dengan tatapan sarkasnya.
" Ahh A,, aku bilang aku akan mengambil uangmu. Sekali lagi terima kasih. Aku masuk dulu sampai jumpa." Nara terpaksa mengambil uang pemberian Shim. Lalu ia berlari masuk ke sekolah karena takut dengan aura Shim yang menurutnya mematikan.
Mobil Shim melaju meninggalkan pekarangan sekolah Nara menuju ke perusahaannya.
.....
Nara melenggak menuju ke kelasnya. Walaupun Nara sudah berstatus sebagai istri orang, tetapi masih banyak pria yang mengidam idamkan sosok Nara sebagai kekasihnya.
" Wah wah wah... Pengantin baru sudah masuk sekolah tuh Rin" Ucap Rani dengan menyiku tangan Erin.
" Kalian apaan sih, aku mau ke kelas dulu." Nara melenggak ke kelasnya yang di ikuti oleh kedua temannya.
__ADS_1
Sesampainya di kelas, Nara di buat pusing dengan pertayaan tidak logis dari teman temannya itu.
" Eh Nar, bagaimana rasanya jadi istri dari pria idola se jagat raya ini?" Nara hanya diam dan mengabaikan perkataan Erin.
" Nara aku sedang bertanya. Kamu kan pernah bilang, tidak sopan jika mengabaikan perkataan orang." Erin mempraktekkan gaya bicara Nara dengan mimik wajah yang menurut Nara sangat lucu.
" Huff, yaa seperti yang kalian lihat. Rasanya menyenangkan." Ucap Nara dengan senyum yang di paksa.
Jam pelajaran di mulai.
Skip
Bel istirahat pun berbunyi. Nara dan temannya pergi ke kantin untuk mengisi stamina dalam perut.
Setelah mengantri cukup lama, akhirnya mereka mendapatkan makanan. Mereka pergi untuk mencari tempat makan. Setelah menemukan tempat yang pas, merekapun menyantap makanannya.
" Tanpa kamu bilang, aku akan meminjamkannya." Ucap Rina dengan mulut yang penuh makanan.
" Terima kasih." Ucap Nara di iringi senyuman.
.....
Jam pelajaran selanjutnya telah berlangsung. Pembelajaran berjalan dengan baik. Hingga bel berbunyi, menandakan waktu pembelajaran telah habis dan waktunya pulang.
" Baiklah anak anak, sampai disini dulu materi kita hari ini. Jika ada yang belum di pahami, maka bertanyalah kepada teman kalian yang sudah mengerti. Paham semuanya?"
" Paham" Ucap seluruh siswa serentak.
__ADS_1
....
Nara, Erin dan Rina berpisah di depan gerbang. Kini Nara tengah berdiri di depan gerbang sekolah menunggu jemputan.
Nara pintar menyetir mobil. Hanya saja ia lebih suka jika di antar jemput.
15 menit kemudian.
Pipp... Pipp ( suara klakson mobil)
Sebuah mobil sport hitam berhenti pas di depan Nara berdiri. Kaca mobil tersebut turun dan menampakkan seorang pria tampan dengan style yang rapi.
" Masuklah" Ucap pria itu yang tak lain adalah Alex.
" Ha? A.. Aku tidak mau, Jangan macam macam denganku. pergilah." Ucap Nara tegas. Alex yang melihat tingkah Nara hanya tersenyum.
" Shim masih meeting. Jadi dia menyuruhku untuk menjemputmu. Jadi masuklah, atau aku akan menelpon Shim dan mengatakan kalau istrinya tidak mau pulang." Nara terlihat berpikir. Namun ia segera menuruti perkataan Alex.
" Jika dia melapor, maka aku akan kena masalah lagi. huuf sudahlah, kakiku juga sudah mulai pegal." Gumam Nara yang kemudia masuk ke dalam mobil Alex.
Selama perjalanan pulang, tidak ada yang mengeluarkan suara. hanya ada hening. Alex merasa risih karena ia gugup. Dulu ia bertemu dengan Nara saat Nara sedang tidak sadarkan diri. Dan sekarang ia kembali bertemu dengan Nara bahkan satu mobil hal itu benar benar membuat jantung Alex berdebar tak karuan.
......
Terima kasih untuk dukungannya.
Setelah membaca, jangan lupa like dan tinggalkan jejak. Gomawok🙂
__ADS_1