Aku Bukanlah Aku Yang Dulu

Aku Bukanlah Aku Yang Dulu
Bab 19


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 20.00.


para senior telah berkumpul bersama dengan para tamu terhormat. Ray juga tengah berbincang dengan kepala universitas ternama di paris. Acara ini di buat untuk memajukan nama universitas Geonyeok serta menjadikan universitas tersebut sebagai cabang pendidikan terkenal di seoul.


Shim yang sudah rapi dengan setelan jas formal kini berada di antara kerumunan orang. Tentunya ia bersama dengan Jasmine.


Sesekali Shim mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Nara.


Shim langsung meninggalkan Jasmine saat melihat Nara yang sedang berbincang dengan seorang pria.


" Shim tunggu." Teriak Jasmine sambil mengikuti langkah kaki Shim.


Shim tidak memperdulikan Jasmine, ia hanya fokus pada satu titik yaitu Nara.


sreet.


Nara terkejut karena lengannya tiba tiba di tarik oleh seseorang.


" Kenapa kamu berpakaian seminim ini hah. Cepat ganti atau kita pulang sekarang!" Ucap Shim dengan penuh penekanan.


" Aku ti..."


" Selamat malam tuan Shim. Kehormatan besar bagiku karena anda berkenan hadir di hotel ini." Ucap seorang pria yang bernama Mark. Ia memiliki hotel berbintang ini. Dan ia merupakan salah satu kerabat dari Shim.


Ucapan Nara terhenti karena kedatangan Mark.


" Malam tuan Mark. Senang bisa bertemu denganmu." Shim tersenyum ramah pada Mark.


" Aku juga merasa sangat senang bisa melihat anda tuan. Apalagi anda membawa istri kesini. Anda terlihat semakin cantik nyonya Jasmine."


Deg.


Hati Nara seakan tertusuk jarum. kebanyakan orang mengira bahwa Jasmine adalah istri Shim. Tetapi kenyataannya adalah Nara lah yang menjadi istri sahnya.


Shim selalu membawa Jasmine kemanapun ia pergi jadi tak banyak orang mengira bahwa Jasmine lah yang menjadi teman hidupnya.


" Terima kasih atas pujianmu tuan. kamu juga sangat tampan." Jawab Jasmine.


" Anda bisa saja nyonya. Oh iya tuan, siapa wanita di ini?" Tunjuk Mark saat melihat Nara yang berdiri dekat dengan Shim.

__ADS_1


" Perkenalkan Namaku Kim Nara Daesuki." Nara langsung memperkenalkan dirinya sendiri.


" Wah aku rasa malam ini keberuntungan sangat berpihak padaku. Aku merasa sangat terhormat bisa bertemu dengan anda Nona. semoga anda bisa menikmati pelayanan di hotel kami. Jika anda membutuhkan sesuatu, anda bisa langsung menghubungiku. " Ucap Mark seraya sedikit membungkukkan badannya.


Jasmine menatap Nara dengan sinis. Baru saja ia merasa bangga karena status palsunya. Namun sekarang ia merasa kesal karena Nara lebih di hormati daripada dirinya.


" Terima kasih atas tawaran anda tuan Mark. Aku permisi dulu, soalnya ada yang harus aku kerjakan."


" Baik Nona."


Shim merasa kesal. Lagi lagi ia harus melepaskan Nara pergi.


Andai Mark tidak ada disini aku akan menyeretnya untuk pulang ke seoul. Gumam Shim.


Disisi lain, Ray dan yang lainnya termasuk Nara tengah sibuk mendiskusikan rapat mengenai kelulusan angkatan mahasiswa tahun ini.


" Jadi begini tuan. Kami ingin melakukan penggabungan kelulusan antara universitas Geonyeok dan universitas yang anda kembangkan saat ini. Ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kepopuleran. Coba anda bayangkan, Jika kedua universitas itu di gabungkan. pasti akan membuahkan hasil yang sangat menguntungkan tuan." Ray berusaha menyakinkan Pemilik universitas .


" Benar juga." Kata Jack. Pemilik Universitas ternama di paris.


" Jadi bagaimana tuan? Jika anda menyetujui semua pengajuan kami, harap tandatangani berkas ini sebagai bukti bahwa kedua universitas tersebut telah resmi menjalin hubungan kerja sama untuk memajukan minat para mahasiswa dan juga untuk meraih kepopuleran secara maksimal." Kini giliran Nara yang berbicara.


" Baiklah aku setuju." Serempak semua mahasiswa yang hadir tersenyum senang.


Ptakk..( Suara lampu padam)


Tirai di atas panggung yang megah terbuka lebar. Dan menampilkan beberapa orang dengan pakaian yang sangat menarik perhatian. Terutama perhatian Shim.


Apa yang dia lakukan di atas sana? Gumam Shim..


Alunan musik mulai memenuhi seisi ruangan dan para tamu undangan mulai bersorak karena melihat penampilan dari mahasiswa geonyeok. Seluruh mata tertuju pada Nara. Bagaimana tidak, ia mengenakan dres hitam dengan kacamata dan topi yang menambah kesan elegan pada tubuhnya.


Namun berbeda dengan Shim. Ia menatap Nara seakan ia akan membunuh Nara.


Lirik lagu.


" Biar aku sentuhmu"


" Berikanku rasa itu"

__ADS_1


" Pelukmu, yang dulu pernah buatku."


Para tamu undangan menatap kagum pada Nara. Bukan hanya paras namun Suaranya juga sangat bagus.


( Oh iya kalian jangan beranggapan lain yah. ceritanya, lagu ini adalah kesukaan dari si pemilik universitas di paris. Jadi dia reques deh. Makanya si Nara nyanyi lagu itu. Karena nggak enak kan klo nolak hehe : author gaje:v.)


( Lanjut ke lirik.)


" Karena ku sanggup, walau ku tak mau berdiri sendiri tanpamu. Ku mau, kau tak usah ragu. Tinggalkan aku, huu ,,kalau memang harus begitu.


" baby now that you're gone now leave me alone. Broken heart, tear me apart I don't need your mercy. I ain't your lady, in this melody did you hear it? let shout it again take me back to refrain. ohhhh.


Shim merasa setiap kata yang keluar dari bibir Nara adalah sebuah peluru yang di arahkan padanya.


" Karena ku sanggup walau ku tak mau. Berdiri, sendiri tanpamu. Ku mau kau tak usah ragu, tinggalkan. aku. huuu kalau memang harus begitu."


Prok prok prok.


Gemuruh tepukan tangan bersatu saat Nara selesai bernyanyi. Ada yang menyoraki dan melemparkan setangkai bunga mawar padanya.


Shim yang dari tadi geram, langsung meninggalkan Jasmine dan menarik Nara yang sudah turun dari panggung.


" Lepaskan"


Shim semakin kencang menarik Nara. Hingga Nara kesulitan untuk menyeimbangi langkah kaki Shim.


ceklek ( Suara pintu.)


Bruk


Shim mendorong Nara hingga tubuhnya membentur ke dinding kamar hotel milik Shim..


" Aku muak melihat tingkah lakumu yang semakin menjadi Nara. Aku memberikanmu kebebasan bukan berarti kamu bisa melakukan segala sesuatu dengan semaumu. Untuk apa kamu memakai pakaian serendah ini hah. Kamu terlihat sangat murahan dengan pakaian seperti!" Shim mulai mengeluarkan semua amarahnya pada Nara.


" Jasmine bisa. lalu kenapa aku tidak?" singkat Nara.


" Jangan pernah berani untuk membandingkannya denganmu ." Tegas Shim.


...............

__ADS_1


Sampe sini dulu yah. Makasih buat kalian yang selalu stay buat baca novel ini.


setelah membaca jangan lupa like and tinggalkan jejak🙂


__ADS_2