
Setelah hari itu, kehidupan rumah tangga Nara mulai harmonis. Tidak ada lagi pertengkaran
Hari wisuda berjalan dengan sangat baik. Ada banyak kejutan yang di berikan Shim pada Nara.
Beberapa bulan kemudian.
Pagi hari yang sangat cerah Shim telah berangkat ke kantornya. sedangkan Nara tengah sibuk mengurus semua berkas.
Nara mulai bekerja dan mengambil alih perusahaan ayahnya. Kini ia mulai di bebani dengan segala berkas yang menumpuk di meja kerjanya.
Tring........ Tring....
" Halo,"
" Apa kamu sibuk sayang?"
" Seperti biasa Shim."
" Tinggalkan pekerjaanmu."
" Tidak bisa. Aku sangat sibuk."
" Sayang, aku ada di depan perusahaan. Aku lapar, keluar atau aku akan masuk dan memakanmu."
" Hmm baiklah."
Nara merapikan semua berkas dan beranjak dari ruangannya.
Perusahaan Shim dan Nara berhadapan, jadi sangat mudah bagi Shim untuk menghabiskan waktu bersama dengan istrinya.
" Kenapa lama sekali?" Ucap Shim yang tengah memeluk erat tubuh Nara.
" Shim, lepaskan."
" Ya sudah ayo. Aku benar benar sangat lapar." Shim memegang tangan Nara lalu mereka beranjak menuju sebuah restoran ternama di seoul.
" Selamat datang tuan, nyonya." Ucap seorang pegawai restoran.
__ADS_1
Nara hanya senyum sedangkan Shim terlihat cuek. Ia merangkul pinggang Nara menuju ke ruangan khusus di restoran itu.
" Tunggu di sini sayang. Aku akan memesan makanan." Nara hanya mengangguk.
Beberapa menit kemudian Shim datang dan duduk di dekat Nara.
" Sayang."
" Hmm."
Shim geram melihat Nara mengacuhkannya karena sibuk dengan ponselnya. Shim membuang pandangannya lalu ia menarik ponsel Nara.
" Shim kembalikan."
" Tidak sekarang. Jangan pernah mengacuhkanku. Aku tidak suka." Nara tersenyum melihat tingkah lucu Shim.
" Iya iya maaf." Nara memeluk Shim, menenggelamkan kepalanya di dada bidang Shim.
" Permisi tuan, nyonya. Ini pesanan anda. semoga anda menikmati hidangan kami." Ucap beberapa pegawai yang membawa makanan.
Byurrrrr.
Shim terkejut melihat Nara di siram air oleh seseorang.
" Hey berani sekali ka....." Ucapan Shim terpotong saat melihat Orang yang menyiram Nara adalah Jasmin.
" Kenapa? Kamu lebih memilih dia daripada aku. Kamu gila Shim, kamu membuatku terluka. Aku sudah bilang, aku tidak akan mengakhiri hubungan kita. Sampai kapanpun tidak akan Shim." Jasmin berteriak histeris.
" Sayang ayo kita pulang." Shim menutupi tubuh Nara yang basah dengan jas nya.
" Shim, kamu tidak bisa berbuat seperti ini padaku."
" Kenapa tidak bisa hah. Kamu hanya masa lalu ku jasmin. Ingat itu."
" Maaf Nona. suamiku sudah bilang dia tidak ingin melanjutkan hubungan itu. Tolong jangan memaksanya." Ucap Nara dengan suara pelan namun penuh dengan penekanan.
" Dasar wanita tidak tau malu. Karena dirimu aku dan Shim seperti ini."
__ADS_1
" Jaga ucapan mu Jasmin. Jangan membuatku murka, atau aku tidak akan memberikan maaf lagi untukmu."
" Hahahah. Lihat sayang, ayahmu tidak mau memaafkan ibumu. Hahahaha." Shim dan Nara bingung dengan ucapan jasmin.
" Anak?" Ucap Shim.
" Iya anak sayang. Aku sedang hamil anak kita usianya sudah 2 bulan." Nara melemas saat mendengar perkataan Jasmin.
Baru saja ia mendapatkan kebahagiaan, tapi kenapa kepahitan harus datang lagi di hidupnya.
" A.. apa, kamu pasti bohong kan." Shim gugup ia tidak percaya dengan yang di katakan jasmin.
Jasmine mengeluarkan sebuah amplop dan melemparnya ke arah Nara.
Nara meraih amplop tersebut dan membacanya. Tetes demi tetes air mata mengalir di pipi mulus Nara.
Shim semakin Gugup. Melihat ekspresi Nara ia sudah menduga apa isi dari amplop itu.
" Lihat kan. Aku tidak bohong." Jasmin tersenyum melihat Nara yang mulai merapuh.
" Sayang." Shim meraih tubuh Nara dan memeluknya dengan sangat erat.
" Tolong maafkan aku. Aku benar benar merasa bersalah sayang. Aku mohon." Nara semakin terisak. Dadanya terasa sesak.
" Sayang." Shim meraih pipi Nara dan menatap mata Nara yang mulai sembab.
" Aku mohon maaf. Aku.."
" Aku mau pulang. Tolong jangan sekarang hiksss." Shim menatap Wajah jasmin dengan sangat murka.
Andai kamu tidak hamil aku akan membunuh mu sekarang juga. Batin Shim..
Tanpa makan, shim membawa Nara pulang. Dan ia menyuruh jasmine ke apartemen yang dulu menjadi apartemen tempat jasmin tinggal.
........
Setelah membaca jangan lupa like dan tinggalkan jejak.
__ADS_1