
Dengan adanya persetujuan dari Nara akhirnya semua persiapan pernikahan di tetapkan dan akan di laksanakan dua hari lagi.
......
Hari pernikahan.
para tamu mulai berdatangan hingga hampir memenuhi aula yang sangat besar.Aula tersebut sudah di hiasi dengan pernak pernik pernikahan.
suara kian riuh karena menunggu kedatangan sang mempelai wanita,banyak yang penasaran karena selama ini wajah sang putri sulung kim daesuki tidak pernah di perlihatkan.
Saat pintu Aula di buka Muncullah kim daesuki yang sedang mendampingi putrinya yaitu kim Nara Daesuki.seketika ruangan aula yang tadinya riuh menjadi hening,hanya ada tatapan ketakjuban saat melihat putri dari kim daesuki.Nara mengenakan pakaian yang cukup terbuka hingga sebagian tubuhnya terekspos yang membuat para tamu undangan berdecak karena kecantikannya.
Ada yang berdecak iri dan ada pula yang mengagumi paras gadis itu.
Terlihat jeon wil daeshim sedang menunggu kim daesuki untuk menyerahkan putrinya saat berada di depan altar.Namun kim daesuki menunduk hingga menitikkan air mata.
kim daesuki tidak menyangka,jika dia harus menyerahkan putrinya hari ini.Namun dengan berat hati Dia memberikan uluran tangan Nara kepada Shim.yang di sambut datar oleh shim.saat Nara telah Naik ke altar kim daesuki mengucapkan kalimat yang membuat para tamu undangan merasa sedih.seakan dia ingin menyalurkan rasa sedihnya kepada semua orang yang hadir di sana.
"jika di ingat kembali rasanya baru beberapa tahun yang lalu putriku lahir.dia menangis di gendonganku,dia tertawa di pelukanku,dan dia bermanja di pangkuanku.Namun sekarang aku tidak tahu..."kalimat kim daesuki terpotong karena dia sudah mulai menitikkan air mata.begitu pula dengan istrinya yang sedang berada di kursi paling depan sambil memperhatikan sang suami dan putrinya dengan berlinang air mata.
"Aku tidak tau jika putriku sudah tumbuh menjadi gadis dewasa secepat ini.Aku yang selalu menggapnya anak kecil ternyata salah,karena sekarang putriku sudah sangat besar dan sekarang dia akan menempuh hidup baru bersama dengan suaminya.Aku hanya berharap padamu nak jeon wil shim,tolong jaga putriku jika bisa jagalah dia melebihi aku menjaganya saat masih kecil,sayangi dia melebihi sayangku padanya,dan cintailah dia melebihi rasa cintaku pada putriku."tetes demi tetes air mata mulai bercucuran di pipi kim daesuki.dan shim yang mendengar ayah mertuanya berbicara hanya mengangguk.sedangkan Nara,dia sudah terisak.Belum pernah Nara melihat Ayahnya serapuh ini,belum pernah Nara melihat Ayahnya menangis dan belum pernah Nara melihat Ayahnya sesedih ini.hati Nara bagai di remuk melihat dan mendengar apa yang ayahnya katakan.Nara tak kuasa menahan semuanya dia langsung memeluk ayahnya dan menangis sejadi jadinya.membuat suasana yang tadinya bahagia menjadi haru.
kim daesuki melepas pelukan putrinya.lalu dia berkata cukup lantang hingga membuat jeon wil shim terkejut dengan ucapan ayah mertuanya.
"jeon wil daeshim,aku menyerahkan putriku Kim nara daesuki dengan segenap hatiku.aku berharap kamu bisa mendampingi putriku,jangan pernah lukai dia dan jangan pernah menghianatinya.jika kamu melanggar maka kamu akan tau akibatnya.ucap kim daesuki dengan penuh penekanan yang langsung di angguki oleh shim.
akhirnya ikrar di mulai dan pernikahan pun berjalan lancar.para tamu mulai memberikan ucapan bahagia untuk pasangan jeon nara daesuki dan jeon wil daeshim.
__ADS_1
Skip.
kediaman keluarga kim
Nara merasa sangat lelah karena harus meladeni ribuan tamu untuk memberikan ucapan selamat padanya.Malam ini Nara masih berada di rumah orang tuanya bersama dengan suaminya.karena itu adalah aturan,besok dia akan ikut bersama suaminya untuk pergi ke rumah barunya.
tok..tok..tokk
"siapaa"ucap Nara dengan lembut namun masih bisa di dengar oleh sang pengetuk pintu yang tidak lain adalah shim suaminya.
"Aku"jawaban singkat itu membuat Nara menjadi salah tingkah.kenapa dia datang ke kamarku..gumam Nara dalam hati.dengan langkah kecil Nara membukakan pintu dan nampaklah wajah tampan shim.
"kenapa lama sekali buka pintunya?"celoteh shim yang langsung masuk ke dalam kamar tanpa permisi pada sang pemilik.
"hei apa yang kamu lakukan,ini kamarku"
Nara yang mendengar kalimat jutek itu hanya memutar matanya malas.Dia bingung harus melakukan apa,karena sekarang shim sedang masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Nara mondar mandir sambil menunggu shim keluar,tanpa dia sadari sedari tadi shim tengah menatapnya.
"apa kamu tidak punya kerjaan,hingga terus mondar mandir tidak jelas seperti itu"Nara terkejut karena melihat shim sudah berada di kasur dan merebahkan dirinya.
"aa....aku,ah sudahlah"ucap Nara lalu berjalan ke kamar mandi dan memberihkan tubuhnya.
segarnyaaa..gumam nara.saat ingin keluar Nara sedikit mengintip karena di luar ada shim dan dia hanya menggunakan handuk.Nara lupa membawa pakaian ganti karena merasa malu saat melihat shim berbaring di kasurnya.
saat melihat shim tertidur,Nara bergegas keluar untuk mengambil pakaiannya.Nara sudah mengenakan piyamanya dan berbalik.betapa terkejutnya saat Nara melihat shim yang sedang duduk sambil bersandar di kepala ranjang sambil memperhatikannya.
"kaa...kamu"Nara benar benar tidak tau harus berbuat apa,padahal ini adalah kamarnya tapi dia terlihat sangat canggung karena ada shim.
__ADS_1
Nara berjalan menaiki ranjang dan duduk di samping shim.
"berapa usiamu"Nara menoleh saat shim mulai membuka suara.
"17 tahun bulan depan usiaku akan menginjak 18 tahun."
"kenapa kamu menerima perjodohan ini hah"Nara sedikit terkejut karena shim sedikit meninggikan suaranya.
"apa maksudmu"
"jangan berharap lebih dariku.karena aku tidak menyukaimu Nara."hati Nara sakit saat mendengar ucapan shim,belum berapa jam pernikahan mereka namun hal yang tidak di sangka terjadi.
"kenapa kamu berbicara seperti itu padaku"ucap Nara dengan mata berkaca kaca.
"karena aku tidak menyukaimu.dan ingatlah ini sebuah ikatan untuk memperluas cabang perusahaan jangan berharap lebih dan yaa pernikahan kita,hanya di atas kertas.jangan berlebihan padaku,jangan pernah mencampuri urusanku dan jangan pernah membantah perkataanku,jika kamu melanggar maka akan aku pastikan kamu menderita kim Nara."Nara hanya terdiam mendengar ucapan shim,tanpa dia sadari air matanya telah membasahi kedua pipi mulusnya.Nara jadi teringan pesan ayahnya,betapa hancur orang tuanya jika mereka tau pernikahan Nara dan shim tidak sesuai dengan yang mereka pikirkan.
Nara tidak ingin kedua orang tuanya tau tentang apa yang shim katakan padanya.Nara hanya akan diam dan menutupi semua masalahnya agar orang tuanya tidak tau.
Nara dan shim pamit kepada orang tua Nara.pagi ini mereka berangkat menuju ke kediaman shim...
1 jam kemudian
Nara menatap rumah mewah di hadapannya.rumah itu terlihat asri,damai dan di huni oleh beberapa pelayan.DI SINILAH AWAL PENDERITAAN JEON NARA DAESUKI DI MULAI
..............................................................................................
sampai sini dulu yahhh
__ADS_1
jangan lupa like and vote.dan jgn lupa juga untuk ninggalin jejak.makasih😊