Aku Bukanlah Aku Yang Dulu

Aku Bukanlah Aku Yang Dulu
Bab 11


__ADS_3

Setelah menunggu cukup lama, Akhirnya pesanan mereka pun tiba.


Nara melahap makanannya. Tanpa ia sadari, Ray sedari tadi terus memandangnya.


" Manis sekali" Ucap Ray dengan nada suara pelan.


Saat mereka sedang makan, ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan. Orang itu tak lain adalah Shim.


Pov Shim


Shim datang ke restoran yang sama dengan Nara karena ada pertemuan penting dengan klien. Namun tak di sangka saat ia duduk pandangannya langsung tertuju pada wanita yang sangat ia kenali. Shim mengeraskan rahangnya, saat melihat Nara bersama dengan pria lain.


" Ray?" Ucap Shim saat melihat waJah pria itu.


Ray, adalah musuh terbesar Shim saat berkuliah dulu. Dia selalu mengambil semua yang dimiliki oleh Shim. Dan sekarang Ia sedang bersama dengan Nara. Hal itu benar benar membuat Shim murka.


Dengan emosi yang memuncak, Shim membatalkan pertemuannya dengan klien istimewanya.


Shim meninggalkan restoran dalam keadaan yang tidak baik. Ia langsung pulang ke rumah dan menunggu kepulangan Nara.


" Brengsek" Caci Shim dengan wajah yang sangat murka.


15 menit kemudian.


Nara dan Ray selesai dengan makanannya. Kini mereka sedang menuju ke rumah Shim.

__ADS_1


Saat tiba di depan gerbang, Ray terlihat sedang berpikir dan mencoba mengingat sesuatu.


" Terima kasih. Karena sudah mengantarku pulang." Ucap Nara yang sudah berdiri di depan gerbang.


" Sama sama. Aku pergi dulu." Ucap Ray dengan senyuman.


" Ternyata benar, Dia istri Shim. Hahaha, Dia cantik. Dan dia lebih cocok denganku bukan denganmu Jeon Wil Daeshim." Ray bergumam dengan senyuman evilnya. Lalu ia meninggalkan pekarangan rumah Shim dengan melajukan mobilnya.


Nara baru memasuki ruang tamu, Namun langkahnya di hentikan oleh Shim.


" Pergi ke kamar!" Ucap Shim dengan suara dingin yang penuh penekanan.


Nara hanya mengangguk ragu, ia takut dengan eksrpesi yang di keluarkan oleh Shim.


Dengan langkah gemetar, Nara mengikuti langkah kaki Shim menuju kamar utama yaitu kamar Shim.


Nara semakin takut melihat Shim seperti itu. Selama 2 tahun, Shim tidak pernah bersikap seperti ini. Namun sekarang ia kembali pada dirinya yang dulu.


Emosi Shim benar benar membuat otaknya mendidih. Tanpa berkata ia mendekati Nara, dan langsung mendaratkan 1 tamparan yang sangat keras di pipi mulus Nara, hingga membuat Nara tersungkur akibat tamparan Shim.


" Hikss, hiksss. Sa.. sakit Shi... Shim" Ucap Nara yang gemetar saat memegangi pipi kirinya yang terasa menebal dan panas.


" Sakit hah? Berdiri." Bentak Shim. Namun Nara hanya menggeleng. Ia tidak kuat untuk berdiri. Tubuhnya bergetar hebat karena tamparan Shim yang sangat keras.


Karena kamar Shim kedap suara jadi tidak ada yang mendengar apa yang terjadi.

__ADS_1


" Aku bilang berdiri, atau aku akan membunuhmu sekarang juga." Ucap Shim dengan tatapan nyalangnya, membuat Nara semakin takut. Dengan memaksakan diri, Nara berdiri dengan gontai di hadapan Shim.


Shim menjambak rambut Nara, hingga Nara mendongak Dan merasa kesakitan. Tak hanya itu, Shim juga memegangi rahang Nara dengan sangat kuat hingga membuat Nara menjerit kesakitan.


" Amp.. Ampun hikkss a.aa..ampun Shim hikks hikss." Ucapan Nara tak berarti apa apa bagi Shim. Karena sekarang ia sangat murka. Karena mendapati Nara jalan bersama musuh bebuyutannya.


" Kenapa kamu bisa bersamanya hah. Apa kalian bersekongkol untuk menjatuhkanku lagi, jawab aku JAWAB!" Shim semakin mengeraskan jambakannya.


Nara tidak bisa berkata lagi karena ia merasakan sakit yang sangat dalam. Ia hanya mampu menggelengkan kepalanya.


Karena tidak mendapat jawaban, Shim Mendorong Nara dan mendaratkan pukulan ke wajah Nara yang mengakibatkan darah segar mengalir di hidung, bibir dan pelipis Nara.


" BIADAB. AKU BERTANYA KENAPA KAMU BISA BERJALAN DENGANNYA HAH." Shim kembali melontarkan pertanyaan itu. Shim tidak peduli dengan luka yang ia ciptakan di wajah Nara. Ia benar benar tersulut oleh amarahnya.


" hikkkss.. A. Aa, aku bertemu den aw, dengannya di un, universitas hikss. Aku ber, bersumpah. A, aku ti, tidak m,,mengenalnya." Ucap Nara yang meringis kesakitas di sekujur tubuhnya.


" Aku benci jika di bohongi dan kamu tau itu." Ucap Shim yang masih di suluti dengan amarahnya.


" Aku tidak bohong Shim.. Hikss aku tidak bohong." Sarkas Nara yang mencoba membela dirinya.


Shim membelakangi Nara, berniat untuk pergi namun ia kembali berbalik.


" Jangan berani meninggalkan kamar ini tanpa perintahku. Hari ini dan besok, kamu tidak mendapat makanan. Itu hukumanmu! Ingat ini baik baik. Sekali lagi aku melihatmu bersama dengannya, aku akan menghancurkan orang yang kamu sayangi. Meski itu adalah orang tuamu.!" Shim berlalu meninggalkan Nara setelah mengeluarkan ancaman yang memilukan hati Nara.


" Apa salahku hikss hikss. Ayah, bunda, aku merindukan kalian. Hiksss" Nara menangis sejadi jadinya.

__ADS_1


Setelah membaca, jangan lupa like dan tinggalkan jejak.


__ADS_2