Aku Bukanlah Aku Yang Dulu

Aku Bukanlah Aku Yang Dulu
Bab 10


__ADS_3

flassback on.


Nara tengah sibuk mempersiapkan semua tenaga dan pikirannya untuk mengikuti ujian akhir sekolah. Dengan berbekalkan materi dan kecerdasan yang di atas rata rata, Nara berhasil menaklukkan semua ujiannya. Bahkan ia menduduki posisi pertama sebagai murid yang berhasil lolos dengan nilai UAS yang sangat memuaskan.


Setelah hari kelulusan, sekolah Nara mengadakan pesta perayaan kelulusan. Namun Nara tidak menghadiri acara tersebut, karena Shim melarangnya. Akhirnya Nara hanya menyibukkan diri dengan menyiapkan berkas pendaftaran ke universitas impiannya yaitu universitas Geonyeok.


Saat berkuliah, tak jarang Nara mendapat pujian sekaligus ocehan dari para wanita yang merasa iri padanya. Namun Nara hanya diam karena ia tidak ingin memiliki masalah.


 


Nara mengambil jurusan perkantoran, karena sejak kecil ia sangat ingin menjadi sosok seperti ayahnya. Maka dari itu, Nara sangat bersemangat untuk menggapai cita citanya.


 


flassback off.


Dua tahun sudah Nara menjalankan aktivitasnya sebagai mahasiswi. Dengan kesibukan yang bertambah karena harus double sibuk. Ia harus melayani setiap kebutuhan suaminya dan harus tetap fokus pada kuliahnya.


Namun hal itu tidak membuat Nara mengeluh. Karena itu memang kemauannya. Ia sangat mencintai Shim meski ia tau bahwa Shim mencintai orang lain.


Universitas Geonyeok..


Bughhk..

__ADS_1


" Awww" Nara jatuh saat tubuhnya bertabrakan dengan seseorang. Alhasil semua berkas proposal materinya jatuh berserakan.


" Maafkan aku nona. Biar aku bantu" Ucap pria itu yang kini sibuk memunguti tiap lembar dari kertas tersebut.


2 menit berlalu, akhirnya tumpukan kertas itu kembali utuh. Pria itu menyerahkan kertas tersebut dengan sopan. Nara menerimanya dengan senang hati.


" Sekali lagi aku minta maaf." Ucap pria yang bernama Ray daymon.


" Ini bukan salahmu. Aku yang kurang hati hati saat berjalan. Aku minta maaf, dam terima kasih karena sudah membantuku." Kata Nara di iringi senyuman.


" Cantik" Gumam Ray dalam hati saat melihat wajah Nara dengan senyumam kecilnya.


" Kalau begitu aku permisi dulu. Sekali lagi terima kasih." Ucap Nara yang ingin berlalu. Namun di tahan oleh ray.


" Siapa namamu?" Tanya Ray yang menghalang jalan Nara.


" Jeon? Tidak mungkin kan, gadis belia ini..? Tapi Famnya Jeon. Hmm!! Gumam Ray dalam hati.


" Nama yang bagus. Perkenalkan namaku Ray. Ray Daymon. Aku anak dari pemilik universitas ini." Ucap Ray dengan senyuman manisnya.


Mendengar perkataan Ray, Nara langsung membungkukkan badannya.


" Oh maaf, aku baru tau. Senang bisa bertemu dengan anda.", Ucap Nara yang terlihat gugup.

__ADS_1


" Tidak perlu se formal itu. Bicaralah dengan santai padaku. Aku juga sangat senang bertemu denganmu. " Nara tersenyum mendengar penuturan dari ray.


Karena sibuk berbincang dengan Ray, Nara hampir lupa dengan kelasnya hari ini.


" Maaf, aku harus segera pergi. Sebentar lagi kelasku di mulai. permisi." Nara melenggak meninggalkan Ray.


Dua jam kemudian. Kelas Nara telah berakhir. Kini ia sedang berdiri di parkiran untuk menunggu jemputan. Sampai sekarang Nara masih tidak ingin mengemudi sendiri.


Sebuah mobil Lamborgini berhenti di hadapan Nara.


" Menunggu jemputan?" Tanya pria itu yang tak lain adalah Ray.


" Iya." Singkat Nara.


" Biar kuantar." Belum sempat Nara berkata, Ray langsung keluar dan membukakan pintu lalu menyuruh Nara untuk masuk.


" Aku rasa tidak perlu. Aku akan menunggu saja." Sarkas Nara.


" Lihat sekelilingmu. Terima tawaranku atau aku akan menemanimu disini hingga jemputanmu datang." Ucap Ray. Nara melihat ke sekeliling, Universitas itu hampir kosong karena semua mahasiswanya sudah pulang.


Karena jemputan Nara datang terlambat, akhirnya Nara menerima tawaran Ray.


Di perjalanan pulang, Ray singgah di sebuah restoran mahal. Ray memaksa Nara untuk makan sejenak, lagi lagi Nara terpaksa mengikuti kemauan Ray. Karena sekarang posisinya lagi numpang sama Ray. Jadi penolakan adalah hal mutlak bagi Nara. Meski ia sedikit terpaksa. Karena Nara juga merasa lapar, mereka pun berjalan memasuki restoran tersebut.

__ADS_1


.........


Setelah membaca jangan lupa like dan tinggalkan jejak.


__ADS_2