
Nara meminum air yang di berikan oleh shim. Namun saat Jasmine datang, Gelas yang di pegang Nara terjatuh karena tangannya tersenggol tas milik Jasmine.
Nara yang tadinya manja, kini berubah menjadi wanita yang pemarah. Ia merasa kesal saat melihat wajah Jasmine. Apalagi wanita itu tengah bermanja pada Shim.
" Jasmine saat berjalan perhatikan langkahmu." Ucap Shim saat melihat gelas yang di pegang Nara jatuh.
" Aku tidak sengaja baby."
" Bagaimana jika kamu melakukan tes penglihatan. Aku rasa matamu sudah tidak berfungsi dengan baik." Ucap Nara tanpa menoleh ke arah Jasmine
" Jaga ucapanmu *******" Jasmine hendak menampar Nara, namun Shim langsung menarik tangan Jasmine dengan kasar.
" Sudah cukup jasmin. kamu yang salah, jadi minta maaf sekarang juga."
" Aku tidak mau. Lagipula kenapa kamu membelanya hah. Harusnya kamu membelaku shim." Jasmine memukul dada bidang Shim.
" Bisakah kalian hentikan semua ini hah. Berhenti berakting di hadapanku. Aku muak melihat kalian. Pergi dari hadapanku, Pergiiii arghh.." Nara meringis kesakitan dan memegangi kepalanya.
Alex hendak membantu Nara. Namun tangannya di hempaskan dengan kasar oleh shim.
" Kamu baik baik saja?" Shim sangat khawatir.
" Ayolah Shim, dia hanya akting." Ucapan jasmin mendapat tatapan tajam oleh shim dan juga alex.
" Pergi aku bilang pergilah." Nara berteriak. Ia semakin memegang kepalanya yang seakan ingin pecah.
" Pergilah jasmin. Aku mohon."
" Aku tidak mau, aku bahkan baru sam...
" Aku bilang pergilah. atau semuanya akan berakhir disini." Jasmin tidak bisa berkata lagi . Dengan perasaan yang meluap luap ia meninggalkan rumah Shim..
" pergii...." Nara kembali berteriak,
__ADS_1
Alex berlari ke mobil untuk mengambil obat penenang agar Nara berhenti memberontak.
Beberapa menit setelah Nara di suntik, akhirnya ia mulai tenang.
" Kepalaku." Ucap Nara sambil meringis kesakitan pada area kepalanya.
" Jangan terlalu banyak berpikir Nara. Ini akan menimbulkan dampak yang buruk nantinya." Ucap Alex seraya membereskan semua peralatan medisnya.
" Biarkan dia seperti ini dulu. Ikutlah, ada yang ingin aku bicarakan." Shim mengikuti langkah Alex.
Shim merasa berat meninggalkan Nara yang masih meringis kesakitan. Namun ia juga tidak bisa berbuat apa apa.
Mereka tiba di taman rumah Shim.
" Ada apa?"
" Kamu bertanya ada apa? Apa tadi kamu tidak melihat apa yang terjadi?"
" lalu kapan hal ini akan di bahas hah. Kamu selalu bilang seperti itu. lihat jika dalam beberapa menit aku tidak memberikan obat penenang pada Nara, maka aku tidak bisa menjamin hidupnya untuk kedepan Shim. Pikir pakai otak, jangan hanya menggunakan logika."
Shim hanya diam. Ia menatap ke arah alex menunjuk, tepatnya ke arah Nara yang tengah tidur di sofa ruang tamu. Shim terlihat gelisah dengan perkataan Alex.
" Aku tidak tau harus berbuat apa lex. Ayahku akan memisahkanku dari Nara jika aku masih menjalin hubungan dengan Jasmine."
" Bukankah itu bagus? Kamu akan leluasa menghabiskan waktu dengannya tanpa harus pusing memikirkan hal yang lain."
Shim menatap alex dengan tidak suka.
" Kenapa? yang aku katakan ini benar kan." Ucap Alex.
" Kamu memang benar. Tapi aku tidak akan pernah melepaskan Nara."
" jika ayahmu sudah berkehendak, maka kamu tidak akan bisa berbuat apa apa Shim."
__ADS_1
Shim kembali terdiam mendengar perkataan Alex.
" Lex. Aku Pikir, aku mulai mencintainya. Aku benar benar tidak mau kehilangan dia lex. Dia satu satunya wanita yang bisa menerima sikap egoisme ku dengan sabar. Aku bingung lex."
" Kalau begitu lepaskan saja Jasmine. MUDAHKAN? Lagi pula apa yang harus kamu pertahankan darinya? Aku rasa dia hanya ingin menghabiskan uangmu Shim. Lihat, selama kamu berhubungan dengannya, Kamu selalu mengeluarkan uang demi keperluannya yang tidak tau kapan habisnya. sedangkan Nara, Kamu hanya memberikan dia uang sebulan sekali. Dia tidak pernah meminta barang mewah dan dia tidak pernah mau menyusahkan mu. Pikirkan ini baik baik Shim. Gunakan nuranimu agar mata hatimu itu bisa terbuka dan kamu bisa melihat mana berlian yang asli dan mana berlian yang palsu."
" Rasa ingin berpisah dari Jasmin selalu aku pikirkan lex. Tapi aku tidak bisa melakukannya. Aku mencintainya. Tapi di sisi lain aku merasa nyaman jika berada dengan Nara. Dan tanpa aku sadari rasa nyamanku itu berubah jadi cinta."
" Rasa cintamu pada jasmin hanyalah Imajinasi Shim. Kamu terobsesi dengan keindahan tubuh Jasmin. Tanpa kamu sadari bahwa Kamu memiliki sebuah imajinasi yang nyata. Dia perfect, tidak ada yang kurang. Tegaskan dalam dirimu. Yakinlah bahwa istri mu adalah cinta pertama dan terakhir mu. Yakin kan hatimu untuk selalu menyimpan rasa terhadap istri mu. Dan hilangkan semua pemikiran impossible mu terhadap Jasmin. Percaya padaku dia hanya memanfaatkanmu Shim. Jika dia benar benar mencintaimu maka dia tidak akan membebanimu dengan segala keperluannya."
Shim mendengarkan perkataan Alex dengan seksama. Sesekali ia menarik napas dan membuangnya dengan kasar.
" Aku akan pergi ke rumah sakit. Jika terjadi sesuatu pada Nara segera hubungi aku. saranku, jangan membuatnya marah karena itu akan membuat kepalanya sakit lagi. Dan mengenai perkataanku tadi, pikirkan baik baik ok." Shim hanya mengangguk lalu ia mengantar alex sampai ke parkiran.
Shim kembali ke ruang tamu dan melihat Nara yang terlelap. Ia mengangkat tubuh Nara dan membawanya ke kamar.
" Aku akan berusaha Nara. Demi dirimu, Aku rela kehilangan segalanya termasuk Jasmin. Aku janji aku akan berusaha melupakan jasmin. Kita akan memulai hidup yang baru hanya berdua saja." Ucap Shim setelah menyelimuti Nara.
Nara membuka matanya, Karena ia merasa ada sesuatu yang menempel pada bibirnya. Shim melepas ciumannya lalu menatap wajah Nara dengan tatapan penuh perasaan .
" I love you Nara. Aku mohon berhentilah marah. Aku janji akan memulai semuanya dari awal. Tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku." Nara terkejut mendengar perkataan Shim. Ini pertama kalinya Shim mengakui perasaannya pada Nara.
" Aku akan memaafkan mu. Tapi dengan syarat akhiri hubunganmu dengan Jasmine." Nara bisa melihat ekspresi wajah Shim yang tidak karuan.
" Apapun asal aku bisa bersamamu. Aku akan mengorbankan semuanya demi dirimu."
cup...
Shim mencium bibir Nara dengan sangat lembut. Hingga Nara merasakan kenikmatan. 7 menit mereka berciuman, akhirnya Shim melepas tautannya. Ia tersenyum melihat wajah Nara yang memerah.
...............................
Setelah membaca jangan lupa like dan tinggalkan jejak.
__ADS_1