Aku Bukanlah Aku Yang Dulu

Aku Bukanlah Aku Yang Dulu
Bab 17


__ADS_3

Nara masih belum menjawab pertanyaan Shim. Hingga Shim kembali melontarkan pertanyaan yang sama.


" Aku sudah semester dua. Itupun sudah di akhir semester. kenapa?." Jawab Nara.


" Tinggal satu semester lagi, kamu akan jadi sarjana." Nara hanya mengangguk.


" Masih ingat dengan perjanjian kita?" Nara mengerutkan dahi dan mencoba mengingat perjanjian apa yang telah ia buat dengan Shim.


 


Shim masih menatap wajah Nara lekat. Ia benar benar tidak bisa menahan dirinya hingga ia menarik Nara kedalam pelukannya.


 


Nara terkejut dengan sikap Shim.


" Perjanjian setelah lulus SMA." Bisik Shim di telinga Nara. Nara membulatkan matanya, saat mengingat perjanjian itu.


Shim pernah mengatakan, bahwa ia akan menyentuh Nara setelah lulus SMA.


" Aku menginginkannya Nara." Ucap Shim yang kini menatap lekat wajah Nara.


" A.. Aku tidak mau." jawab Nara.


" Kenapa? Apa karena aku dan Jasmin?." Nara mengangguk pelan.


Shim membuang nafas kasar. Semenjak hari itu, ia tidak pernah berhubungan lagi denganJasmin. Tapi Nara masih mengingat hal menjijikkan itu. Hal ini membuat Shim frustasi.


" Lihat Aku Nara." Shim memegang dagu Nara.


" Aku sudah tidak pernah melakukannya dengan Jasmin. Dan aku janji hanya akan melakukannya denganmu. Hanya denganmu Nara." Nara hanya diam.


Disisi lain ia masih mengingat dengan jelas kejadian itu. Namun sisi lainnya, ia adalah seorang istri yang harus melayani suami. Nara benar benar bingung.


" A,, aku belum siap." Shim mengerti dengan apa yang sedang Nara pikirkan. Ia hanya mengusap lembut wajah Nara. Keinginannya harus tertunda. Namun ia sedikit memuaskan dirinya walau bukan ke inti.

__ADS_1


" Aku mengerti. Jika hanya oral tidak masalah kan. Ini benar benar menyiksaku." Pinta Shim, Nara terlihat berpikir.


" Hanya oral, itu tidak masalah." Ucap Nara dengan tersenyum.


Shim langsung mencium Nara. Ia menarik tengkuk Nara untuk memperdalam ciumannya. Suara desahan berhasil terdengar di telinga Shim. Shim tersenyum saat mendengar suara desahan indah yang lolos dari bibir Nara.


Shim semakin memperdalam ciumannya hingga Nara kesulitan menyeimbangi.


Ciuman itu turun ke leher jenjang Nara. Shim membaringkan Nara agar ia bisa lebih leluasa menikmati setiap inci dari tubub Nara.


Shim berada di atas Nara. Kini ia sedang bermain di area leher Nara. Mengecupnya dengan penuh gairah tak lupa ia meninggalkan bekas kepemilikan di sana.


Saat Shim ********* leher Nara, Desahan kembali terdengar oleh Shim. Hingga ia menghentikan aktivitasnya lalu mematap mata indah Nara.


" Sepertinya kamu menikmatinya." Nara hanya diam. Pipinya seketika memerah karena malu.


" Mendesahlah. Aku suka mendengarnya." Shim kembali pada aktivitasnya.


Tangan Shim tidak tinggal diam. Tangan kananya ia jadikan penopang sedangkan tangkan kirinya sibuk bermain pada paha Nara.


 


 


" Ada apa?" Tanya Shim.


" A,, aku ingin pulang menyiapkan barang barangku." Ucap Nara.


" Barang?" Tanya Shim


" Iya. Besok aku akan pergi ke paris. Karena ada acara mengena kelulusan seniorku nanti." Shim bangkit dari posisinya, lalu duduk dan merapikan bajunya yang berantakan.


" Berapa hari?" Sinis Shim.


" Mungkin 1 minggu."

__ADS_1


" Aku memberimu jangka 3 hari." Nara menatap Shim dengan kesal.


" Hanya 1 minggu. Nara bermanja di lengan Shim membuat Shim meliriknya dengan tajam."


" Baiklah. Aku akan ikut."


" Apa? Untuk apa? Bukankah kamu banyak pekerjaan?.," Tanya Nara.


" Aku akan memantaumu. Pekerjaan bisa ku serahkan pada Kakak." Nara hanya mengangguk. lalu berdiri dan mengajak Shim pulang untuk mengemasi barang barang.


Pukul 23.19, Semua barang sudah siap. Nara menghepaskan diri ke atas kasur king sizenya.


Tringgg ( Suara panggilan telpon)


" Ada apa?"


".........."


" Tidak bisa. Tinggallah dan tunggu aku kembali."


"..................."


Shim melirik Nara. Meminta persetujuan, Nara hanya mengangguk lalu Shim tersenyum.


" Hem, baiklah kemasi barangmu. Besok pukul 7.35 segeralah ke bandara malyodes mengerti."


"............"


Tut tut.. ( Panggilan di akhiri)


Baru saja Shim ingin menggoda Nara. Namun wanita itu sudah terlelap. Shim berjalan dan menutupi tubub Nara dengan selimut. Lalu ia memberikan night kiss pada Nara.


Ia pun ikut berbaring sambil memeluk tubuh Nara.


..........

__ADS_1


setelah membaca jangan lupa like dan tinggalkan jejak.


__ADS_2