Aku Bukanlah Aku Yang Dulu

Aku Bukanlah Aku Yang Dulu
Bab 20


__ADS_3

Hati Nara merasa sakit mendengar perkataan Shim.


" Aku tau. Aku selalu salah di matamu dan dia selalu benar. Lalu apa yang harus aku lakukan hah? Aku bosan harus mengikuti setiap perintahmu. Aku bukan budakmu Shim." Ucap Nara dengan suara pelan namun masih bisa di dengar oleh Shim.


" Berhentilah melakukan hal yang membuatku pusing Nara."


" Tapi aku tidak melakukan apa apa. Aku hanya me coba mencari hiburanku sendiri."


" Apa begini caramu mencari hiburan? Kamu benar benar terlihat seperti wanita murahan Nara."


Air mata Nara mengalir saat mendengar perkataan Shim. Ia benar benar merasa sakit pada hatinya.


" Aku memang murahan. Aku memang tidak pantas bersanding denganmu. Wajar saja jika Mark menyebut Jasmine sebagai Istrimu. Karena dia tidak melihat tanda kecocokan pada diri kita. Jadi sudahlah. Aku memberikanmu peluang untuk hidup bersamanya. Aku lelah harus...."


" Siallll.." Belum selesai Nara bicara, Shim sudah menghambur kamar hotel itu. Seluruh keramik ia pecahkan hingga membuat kebisingan.


" Apa yang..."


" Diam. Sekali saja dengarkan perkataanku Nara. Apa susahnya untuk mendengarkanku hah." Teriak Shim


" Harusnya aku yang berkata seperti itu. Kamu terlalu egois Shim. Kamu selalu mementingkan dirimu dan Jasmine. Kamu tidak pernah memikirkan ku. Aku membencimu Shim aku sangat membencimu Hikss Hikss.." Tangis Nara pecah di iringi dengan teriakannya yang membuat Shim terdiam.


Di balik pintu, seseorang sedang tertawa lepas karena mendengar suara kebisingan yang sangat hebat di dalam kamar.


" kamu yang egois Nara. Kamu yang tidak pernah mau memikirkan orang lain. Aku selalu mencoba menjadi suami yang baik tapi apa balasannya hah. Apa? kamu hanya semakin semena mena terhadapku. " Shim semakin tersulut dengan emosinya.


" Aku memang egois tapi kamu lebih egois Shim. Kamu seperti iblis dalam kehidupanku. Setiap hari aku selalu merasa tertekan saat bersamamu. Aku hanya ingin bebas aku ingin bebas. Aku tidak ingin terikat denganmu lagi."


Shim semakin frustasi mendengar ucapan Nara. Ia mencoba menstabilkan amarahnya. Dan berjalan mendekati Nara yang kini sedang menangis.

__ADS_1


" Maafkan kata kataku yang tadi. Aku benar benar hilang kendali." Ucap Shim yang sudah berada di hadapan Nara.


" Pergi Hikss aku tidak ingin melihatmu."


Shim langsung menarik Nara ke dalam pelukannya. pukulan demi pukulan ia rasakan karena Nara memberontak ingin lepas. Namun memeluknya sangat erat hingga Nara sulit untuk lepas.


" Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakiti hatimu. Aku hanya tidak ingin orang lain berargumen tidak baik tentangmu. Apa kata kerabat ayah, Jika melihat putri semata wayangnya berpakaian seperti ini?" Shim berusaha untuk menenangkan Nara.


Memang tadi Shim sangat marah, namun amarahnya akan reda jika melihat Nara mulai menangis. Rasa sesal kembali ia rasakan. Entah kenapa, Shim merasa sesak jika melihat Nara menangis seperti ini.


" Besok kita pulang. Kamu tidak perlu mengikuti acara ini lagi." Tegas Shim. Namun Nara hanya diam dan masih terisak.


15 Menit Shim mencoba menenangkan Nara. Saat ia merasa Nara sudah tidak menangis, ia memutuskan untuk melihat wajah Nara.


hmmm, ternyata kamu tertidur? Aku tidak tau harus berbuat apa agar kamu berhenti mengucapkan kata perpisahan Nara. Aku benar benar tidak ingin kita pisah. Awalnya memang aku yang sangat ingin kita berpisah. Namun sekarang tidak, walau kamu memaksa aku tidak akan pernah melepasmu Nara. Gumam Shim. seraya mengangkat tubuh Nara menuju ranjang king Size.


Setelah membaringkan Nara, Shim menelpon Jasa pelayanan kamar hotel untuk datang membersihkan semua kekacauan yang telah ia buat.


" Baby... Aku mencarimu ternyata kamu ada disini. Dan apa yang terjadi, tadi aku lihat ada jasa pelayanan ke sini. Apa ada masalah?" Tanya jasmine berpura pura tidak tau.


" Tidak ada apa apa. Aku lelah. Malam ini kita akan tidur bertiga kamu di sofa ya."


" Tidak mau"


" Aku tidak suka penolakan." Dengan wajah kesal Jasmine berjalan dan langsung membuang dirinya ke atas sofa.


sedang Shim. mulai membaringkan tubuhnya di dekat Nara.


" ughhhhh" Lenguhan panjang di keluarkan oleh Nara.

__ADS_1


" Bangun lah dan kemasi barangmu." Nara terkejut saat melihat Shim berdiri di dekatnya.


Apa semalam aku tidur disini? Gumam Nara.


." Tunggu apa lagi?"


" Aku tidak mau. Aku masih mau disini" Ucap Nara dengan suara khas bangun tidur.


" Tidak. kita akan pulang sekarang." Ucap Shim..


Ceklek..


Jasmine keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya.


" Aku bilang tidak mau. Aku mohon jangan pulang sekarang. Aku bahkan belum sempat melihat indahnya kota paris." Ucap Nara manja sambil memeluk Shim.


Shim merasa aneh dengan tingkah istrinya. Saat ia melihat jasmine, baru ia tau apa maksud dari sikap manja Nara.


" Baiklah dua hari saja." Nara menatap wajah Shim lalu mendaratkan satu ciuman singkat di bibir Shim.


" ok. Aku sudah memaafkanmu. Karena kamu sudah mengabulkan permintaanku. Makasih suamiku." Ucap Nara kemudian ia berlari ke kamar mandi dan menatap sinis ke arah Jasmine yang sedang menatapnya.


Sialan, dia sudah berani menantangku. Gumam jasmine.


Shim tersenyum melihat tingkah lucu istrinya. Seakan sedang tidak ada masalah. padahal semalam mereka bertengkar hebat.


.............


**Setelah membaca jangan lupa like and tinggalkan jejak.

__ADS_1


sekedar info buat para reader, Aku bukanlah aku yang dulu akan up pada malam hari. Kalo pagi atau siang atau sore nggak bisa soalnya author nya ada kesibukan yang tidak bisa di ganggu gugat hehe.


Tetap stay yaa.🙂**


__ADS_2