
Nara bangun lebih awal dari Shim. Ia membersihkan kamar terlebih dahulu kemudian ia membersihkan dirinya.
Nara selesai dengan ritual mandinya. Dengan mengenakan handuk sebatas paha, Ia berjalan menuju lemari pakaian.
" Shim, kamu membuatku terkejut." Shim melihat Nara yang tengah mengotak atik isi lemari, karena merasa gemas ia bangun lalu memeluk Nara dari belakang.
" Ini masih sangat pagi. Tapi kamu sudah menggodaku." bisik Shim di telinga Nara membuat sang empu merinding.
" Siapa yang menggodamu. Lepaskan aku mau mengenakan pakaianku."
" Tidak usah. Aku suka melihatmu seperti ini." Ucap Shim yang tengah bermain di leher Nara.
" Shim hentikan. Aku merasa geli."
" Baiklah. Tapi ada syaratnya." Nara memutar tubuhnya menghadap Shim.
" Syarat apa lagi?" kata Nara
" Berikan aku Morning kiss setiap hari."
" Tidak."
" Baiklah, jangan salahkan aku jika aku memaksamu melakukannya sekarang." Ucap Shim dengan senyum smirknya.
" Baiklah hanya morning kiss kan." Shim mengangguk. Nara mencoba menyamakan posisinya dengan Shim dan Cup.
Ciuman singkat Nara berikan pada Shim.
" Apa begini cara seorang istri memberikan morning kiss pada suaminya?" Ucap Shim.
" Lalu aku harus apa? Aku tidak tau caranya. Lagipula aku sudah melakukannya." Nara memanyunkan bibirnya.
Shim menarik tangan Nara. Ia menjatuhkan Nara di atas pangkuannya. Sebagian dari tubuh Nara mulai terekspos karena ia hanya menggunakan handuk pendek. Ini membuat Shim menjadi candu.
" A.. Apa yang kamu lakukan."
" Aku akan mengajarkanmu berciuman. Jangan membantah atau aku akan mengajarkan hal yang lebih padamu." Nara hanya diam. Menurutnya jika membantah tidak ada gunanya karena Shim tidak pernah mau mengalah.
Cup.
Nara memejamkan mata saat Shim mulai mencium nya.
__ADS_1
" Ikuti apa yang aku lakukan." Ucap Shim. Dan Nara hanya mengangguk.
" Ummm." Nara mencoba mengimbangi permainan Shim. Namun ia tidak bisa. Karena Shim semakin memanas, bahkan tangannya tengah mengelus paha mulus Nara.
" Sh.. Shim hentikan." Shim menatap Wajah Nara dengan tatapan sayu.
" Nara, aku tidak bisa menahannya." Nara hanya diam. Ia merasa takut saat melihat Shim seperti ini.
" I want you this time., Please"
" Ta.. Tapi ini su,, sudah pagi." Nara gugup. Jantungnya berdetak tak karuan saat ia merasa ada sesuatu yang mengeras di bawah sana.
" Yes or no?" Nara semakin gugup. Melepaskan diri tidak akan ada gunanya. Dengan ragu, Ia menganggukan kepalanya. Shim tersenyum penuh kemenangan.
Tanpa berkata lagi, Shim langsung membawa tubuh Nara ke atas ranjang king Size nya. Ia membaringkan Nara dengan penuh kelembutan.
Shim mulai melancarkan aksinya..
Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah dan menjadi hari yang sangat panjang bagi dua pasangan yang tengah memadu kasih.
3 Jam telah berlalu.
" I love you so much baby." Nara hanya tersenyum. Ia merasa sakit di sekujur tubuhnya. Seakan semua tulangnya retak karena ulah Shim.
Tok...tok...tok..
" Tuan, Nyonya, Makan pagi sudah siap." Ucap bi lastri,
" Baik bi. Kami akan segera turun." Shim melepaskan pelukannya.
" Sh..shim turunkan aku." Shim menggendong tubuh Nara menuju kamar mandi.
" Diamlah sayang. Aku tau kamu masih merasa kesakitan. Jadi biarkan aku melakukan kewajiban ku yang lain." Nara hanya diam. Ia memang masih merasa sangat sakit di area sensitifnya.
Seusai mandi, Shim memakai pakaian terlebih dahulu. Lalu ia memakaikan pakaian untuk Nara.
Hati Shim kembali merasa senang, saat melihat bercak merah hasil kegiatannya tadi.
Terima kasih karena sudah menjaga hakku dengan sangat baik. Batin Shim.
" Biar aku gendong ke bawah hmm."
__ADS_1
" Tidak perlu, aku bisa Shim."
" Baiklah ayo." Ucap Shim.
" Awww." Nara kehilangan keseimbangan hingga dirinya hampir terjatuh. Untung nya Shim sigap menangkapnya.
" Sudah aku bilang. Biar aku menggendong mu."
" Aku malu." Wajah Nara kembali memerah.
" Hahahah, Sayang aku sudah melihat semuanya. Lalu apa lagi yang kamu malukan.?"
Nara tidak menjawab. Ia hanya menundukkan kepalanya.
" Baiklah aku akan menyuruh pelayan untuk...
" Baiklah aku mau di gendong. Tidak perlu merepotkan pelayan lagi. " Shim tersenyum mendengar perkataan Nara.
" Shim seprei itu..." Shim melihat kearah telunjuk Nara.
" Aku akan menyimpannya. Sebagai sejarah kita sayang." Shim mencium Bibir Nara dengan singkat.
Beberapa menit kemudian mereka tiba di ruang makan. Para pelayan yang melihat tingkah majikannya merasa sedikit aneh. Namun mereka hanya diam, karena mereka tau apa yang sudah terjadi. Ini semua karena kamar Nara bukan kamar kedap suara. Hingga para pelayan sesekali mendengar suara desahan Nara.
Beberapa menit kemudian.
" Ingat. besok aku sudah wisuda." Ucap Nara yang baru selesai makan."
" Iya sayang. Aku ingat." Nara tidak mèmbalas perkataan Shim lagi.
" Apa masih sakit?" Shim menatap wajah Nara yang terlihat pucat.
" Sudah agak mendingan."
Nara tengah memakan buah. Sesekali Shim tersenyum saat mengingat kejadian yang baru saja ia alami. Rasanya seperti mimpi tapi ini adalah kenyataan...
Benar kata Alex. Nara adalah imajinasiku yang nyata. Wanitaku yang sempurna. Aku beruntung bisa memilikimu seutuhnya Nara. Batin Shim.
............
Setelah membaca jangan lupa like dan tinggalkan jejak.
__ADS_1