Aku Bukanlah Aku Yang Dulu

Aku Bukanlah Aku Yang Dulu
Bab 22


__ADS_3

Jasmine datang bersama dengan dua orang pelayan yang sedang menghidangkan makanan.


Setelah selesai, Jasmine pun mempersilahkan Shim dan Nara untuk makan. Nara sedikit ragu untuk memakan makanan yang di pesankan oleh Jasmine.


" Ada apa Nara? Apa kamu tidak suka dengan hidangan ini?" Tanya Shim yang sedari tadi memperhatikan Nara.


" Aku rasa dia tidak menyukai menu makanan pilihanku Shim." Ucap Jasmine dengan wajah sedih yang di buat buat.


" Ya aku memang tidak menyukai hidangan ini." Ucap Nara sambil mendorong makanannya ke depan Jasmine.


" Kalau tidak suka ya tidak usah di makan." Ledek Jasmine.


" Aku memang tidak ingin memakannya. Jadi habiskan karena kamu yang memesannya." Nara menjentikkan jarinya dan seorang pelayan datang menghampiri.


Shim tidak bisa berkutik jika sedang berhadapan dengan Jasmine dan Nara. sesekali ia menghembuskan nafasnya dengan kasar. Bagaimana tidak. Dua wanita ini selalu saja bertengkar.


" Tolong buatkan salad dan antarkan ke kamarku." Nara memberikan nomor kamarnya kepada pelayan itu.


" Baik Nona." Pelayan itu pergi setelah mendengarkan ucapan Nara.


" kenapa hanya memesan salad? Kamu tidak akan kenyang jika hanya memakan buah." Ucap Shim.


" Aku hanya ingin salad. Untuk kenyang atau tidaknya, itu adalah urusanku." Tegas Nara yang tengah mengotak atik ponselnya.


" Itu urusanku Nara. Kalau kamu terus membantah maka sekarang juga aku akan membawamu pulang ke seoul." Shim berusaha memelankan suaranya, karena sekarang posisi mereka sedang berada di keramaian.


Jasmine tersenyum puas saat mendengar mereka bertengkar.


" Hah, selalu mengandalkan ancaman." Nara menaruh ponselnya di atas meja lalu menatap Shim dengan tatapan tajam.


" Wanita sepertimu memang harus selalu mendapatkan ancaman." Tukas Jasmine menatap Nara dengan tersenyum miring.


" Aku rasa etika mu itu kurang Nona. Aku tidak pernah ikut campur dalam urusanmu jadi sebaiknya jangan ikut campur dalam urusanku. Dan anda tidak perlu khawatir. Aku bisa pulang tanpa bantuanmu. Jadi simpan saja ancamanmu itu,karena aku tidak takut." Nara berdiri dan meninggalkan mereka.


Shim berlari mengikuti Nara, namun langkahnya terhenti karena Jasmine menahannya.


" Sudahlah. Biarkan saja dia, memangnya dia bisa apa tanpamu. Dia tidak akan kemana mana jangan terlalu memanjakan dia Shim." Jasmine mencoba mempengaruhi Shim.


" Kamu benar. pasti dia akan berdiam di kamar saja." Ucap Shim.


Saat ingin membayar makanan. mata Shim tertuju pada benda pipih yang terletak di atas meja.

__ADS_1


" Sial dia tidak membawa ponselnya."


Dengan pikiran yang masih kacau, ia meninggalkan Jasmine dan berlari menuju kamar hotel yang di tempati Nara.


Dindong ( Suara bel.)


Berulang kali Shim menekan bek namun tidak ada respon dari dalam. Seorang pelayan menghampiri Shim.


" Maaf tuan ada yang bisa saya bantu?" Ucap pelayan itu dengan ramah.


" Berikan aku kunci serep dari kamar ini."


" Maaf tuan. Tapi untuk apa, anda memintanya?"


" Istriku ada di dalam. cepat berikan."


" Maaf tuan, kamar ini sudah kosong sejak 5 menit terakhir. Mungkin anda salah kamar tuan."


Shim terkejut mendengar perkataan sang pelayan.


" Apa kamu tau kemana istriku pergi?" Tanya Shim dengan tatapan tajam kepada pelayan itu.


" Maaf tuan, aku hanya melihat Nona dengan dress biru berjalan ke arah parkiran mobil."


Ia mengedarkan pandangan ke setiap sudut untuk mencari Nara namun ia tidak berhasil menemukannya.


Shim mengambil ponselnya dan mulai melakukan panggilan telepon.


derttt..derrtt


" Sialll. kemana kamu Nara." Shim semakin frustasi saat mengingat bahwa Nara tidak membawa ponselnya.


Ia mengumpulkan semua pengawal yang ia bawa dari seoul untuk mencari Nara.


" Cari keseluruh kota paris ini. Jangan kembali jika kalian belum menemukannya. Mengerti! Cepat cari!" Murka Shim.


seluruh pengawal mulai mencari keberadaan Nara.


" Tenanglah Shim. Dia tidak akan kemana mana. Lagi pula dia sudah besar. Dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri." Jasmine mencoba menenangkan Shim.


" Bagaimana aku bisa tenang hah. Dia baru kali ini ke paris dan dia belum tau banyak tentang kota ini. Ini semua salahmu, andai kamu tidak mengatakan hal seperti itu dia tidak akan senekat ini bahkan dia pergi tanpa permisi padaku."

__ADS_1


" Kenapa kamu malah menyalahkan aku. Dia yang salah. Dia memang pantas di perlakukan seperti itu Shim."


" Diam! Dia adalah istriku jasmine. Jika terjadi sesuatu padanya maka hubungan kita akan berakhir sampai disini. Ingat itu.!" Shim meninggalkan Jasmine dan pergi mencari keberadaan Nara.


Hah, kamu benar benar malapetaka dalam hidupku Nara. Jasmine berteriak frustasi saat mendengar ucapan Shim.


Pov Nara.


Sebaiknya aku disini saja dulu. Setidaknya disini aku bisa merasakan kedamaian.


Flassback on


Nara mengemasi semua barangnya lalu berjalan ke arah parkiran. Ia mengotak atik isi tasnya, namun ia tidak menemukan ponselnya.


Hufff. ponselku tertinggal. lalu bagaimana aku bisa menelpon taksi online sekarang? Gerutu Nara saat mengingat ia meletakkan ponselnya di atas meja.


pip pip... ( Suara klakson)


" Wanita cantik di larang berdiri di sini." Ucap pria yang sedang mengendarai mobil pajero hitam. Ia adalah Ray.


" Kamu bisa saja" Ucap Nara.


" Oh iya, ray. Apakah aku bisa menumpang denganmu. Tolong bawa aku pergi untuk sementara waktu. Aku tidak ingin berada di sini. Aku bosan." Ucap Nara.


" Sangat bisa Nara. Kebetulan aku ingin mampir ke apartemenku. Naiklah."


" Apartemen mu?"


" Iya. Aku punya apartemen disini. Karena semua mahasiswa sudah kembali ke seoul aku rasa aku tidak perlu menginap di hotel lagi." jelas Ray.


Nara hanya mengangguk...


" Tunggu apa lagi, ayo naik." Ray turun dan membukakan pintu untuk Nara. Tak lupa ia menyimpan koper Nara ke bagasi mobilnya.


flassback off.


Sudah 1 jam Shim mencari Nara, namun ia belum juga menemukannya. Ia ingin melacak keberadaan Nara, namun ponselnya ada pada Shim.


" Dimana lagi aku harus mencarimu." Ucap Shim.


.......................

__ADS_1


Setelah membaca jangan lupa like dan tinggalkan jejak. Makasih.


__ADS_2