Aku Bukanlah Aku Yang Dulu

Aku Bukanlah Aku Yang Dulu
Bab 5


__ADS_3

Shim tengah memperhatikan Nara yang sedang di obati oleh Alex. Alex adalah teman Shim, sekarang dia sudah menjadi dokter profesional dan bekerja pada keluarga jeon. Itu semua dia lakukan untuk membalas budi kepada keluarga jeon yang selalu membantunya saat dia kesusahan.


" Bagaimana keadaannya, apa dia baik baik saja?


kalimat itu selalu Shim lontarkan, hingga membuat Alex kurang berkonsentrasi saat mengobati Nara.


" Bisakah kamu diam sebentar" Alex masih telaten mengoleskan salep ke area wajah Nara yang luka.


" Bagaimana aku bisa diam hah" ucap Shim sambil meneguk minuman di tangannya.


" Tinggal tutup mulutmu rapat rapat, maka kamu akan diam" Alex bersmirk seakan meremehkan Shim. Namun dia sengaja ingin menggoda temannya itu.


" Apa kamu ingin mati hah" Shim menatap tajam ke arah Alex.


" Hahaha, santailah Shim. Aku hanya bercanda. Dia baik baik saja. tidak perlu khawatir aku sudah mengobatinya dengan sebaik mungkin." Terlihat raut wajah Shim menjadi lebih tenang, saat mendengar penuturan Alex.


" Sekarang katakan padaku. Apa yang terjadi padanya hmm" ucap Alex yang sudah duduk di dekat Shim.


Alex sudah menganggap Shim sebagai adiknya. Dia selalu mengerti dan selalu ada saat Shim sedang dalam keterpurukan akibat ulah keluarganya.


Sama halnya dengan Shim, dia sangat menyanyangi Alex. Karena hanya Alex yang selalu ada untuknya. Jika shim punya masalah, maka dia akan mengadu pada Alex.


" Aku sedang bertanya. Tidak sopan jika mengabaikan perkataan orang yang lebih tua." Shim hanya menatap Alex yang tengah menunggu jawaban atas pertanyaannya.


" Aku menamparnya"


" Kamu serius? Tamparanmu cukup menakjubkan" kerutan terlihat jelas di dahi Shim. Dia tidak mengerti dengan perkataan Alex.


" Apa maksudmu"


" sejak kapan kamu berani mengangkat tangan pada seorang wanita?" Shim hanya diam, dia takut membalas perkataan Alex.


" Apa ini karena Jasmin?" Alex menekan perkataannya saat menyebutkan nama Jasmin.

__ADS_1


" Dia berbicara tidak sopan pada Jasmin. Aku spontan menamparnya, aku juga terkejut dengan perbuatanku." Shim mengacak rambutnya, saat mengingat kejadian dimana dia melukai Nara.


" Hanya karena Jasmin hah" Alex menghembuskan nafas kasar.


" Sudah aku bilang, dia berbicara tidak


" Dengarkan aku. Jika jasmin mengeluarkan kata kata yang tidak sopan pada Nara, apa kamu juga akan menamparnya? Jawab!" Ucap Alex yang langsung memotong perkataan Shim


Shim hanya diam, dia tidak mau menjawab pertanyaan Alex.


" Kamu bahkan tidak bisa menjawab pertanyaanku haiis.."


" Sebenarnya apa maumu, kenapa dari tadi kamu hanya menyudutkanku. Jangan membuatku semakin frustasi. Aku mohon" Shim mulai merasa kesal dengan Alex, yang selalu menyudutkannya. Dia tau jika Alex melakukan ini karena Alex peduli padanya.


" Aku hanya ingin kamu sadar Jeon Wil Daeshim. Wanita yang selama ini kamu pertahankan, bukanlah wanita yang baik."


" Jangan membuatku berani melawanmu Lex." Shim menjawab singkat, namun penuh dengan ancaman.


Alex mengambil semua peralatan kesehatannya. lalu berjalan meninggalkan Shim. Alex berhenti di depan pintu dan menatap shim yang masih duduk termenung.


" Jika kamu tidak bisa menerima Nara, maka lepaskan dia. Perlu kamu tau, masih banyak pria yang menginginkan Nara. Meski statusnya nanti adalah seorang Janda." Shim hanya diam dan menatap kepergian Alex. Dia benar benar di lema dengan perkataan Alex.


pov Alex.


Di perjalanan menuju rumah sakit, Alex terus memikirkan Nara.


" Oh ayolah, ada apa denganmu lex, kenapa kamu selalu memikirkan wanita itu hais." gumam Alex dalam hati


sesaat kemudian Alex senyum senyum sendiri, saat mengingat dirinya telah mengobati Nara.


" Dia benar benar cantik. Aku baru pertama melihatnya, tapi aku sudah tertarik untuk lebih mengenalnya.. Tapi kenapa shim tidak menyukainya? Apa anak itu tidak normal."


pov Nara

__ADS_1


" Auuwhh."


Nara mulai sadar dari pingsannya. Saat dia membuka mata, Nara melihat Shim yang duduk di sisi ranjang.


" Shim, a.. apa"


" Tenanglah. Aku hanya ingin memastikan bahwa kamu baik baik saja." Ucap shim yang langsung menyela perkataan Nara.


" Ini, jika kamu merasa nyeri lagi, maka oleskan salep ini."ucap Shim sambil menyodorkan salep pemberian dari Alex kepada Nara.


" Te... Terima kasih" ucap Nara terbata bata.


" Sebentar malam orang tuamu akan datang."


" Be... Benarkah" Mata Nara berbinar saat mendengar orang tuanya akan datang. Dia sangat merindukan orang tuanya, meski mereka baru berpisah seminggu yang lalu.


" Hmm."


" Aku minta maaf, karena sudah berbuat tidak baik padamu. Aku sungguh lepas kendali." ucap Shim yang tengah menatap Nara. Nara yang mendengar ungkapan maaf dari Shim langsung tersenyum.


" Aku mengerti. Aku juga minta maaf, harusnya aku tidak mengatakan hal buruk kepada Jasmin" Lirih Nara.


" Tidak masalah, jangan di ulangi lagi. Nyonya Jeon tidak cocok mengatakan hal seperti itu. Mengerti kan" Nara langsung mengangguk, terlihat senyuman terukir indah di bibirnya.


" Cantik" gumam Shim dalam hati.


seketika Shim memalingkan pandangannya..


.................


Makasih buat kalian yang sudah mendukung novel ini. Aku harap kalian terus dukung aku sampai akhir yaa... Makasih


Jangan lupa like dan tinggalkan jejak💜

__ADS_1


__ADS_2