
Aisya adalah seorang wanita tangguh, seorang yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya, sehingga dia dengan susah payah harus bisa melanjutkan pendidikan nya ke jenjang yang lebih tinggi, dengan harapan bisa memutus mata rantai kemiskinan, dalam benaknya setelah lulus kuliah nanti akan mendapatkan pekerjaan yang bagus.
Aisya merupakan anak yang periang tidak pernah menunjukan kesedihannya walaupun banyak keterbatasan secara ekonomi, dia selalu bahagia dengan apa yang dia miliki.
Pagi-pagi di sebuah kosan kumuh, seperti biasa langsung memasak dengan menggunakan kompor portable, datanglah Sinta tetangga kosannya.
"Aisya, bagaimana lamaran yang kamu kirimkan sudah ada panggilan kah ?" tanya Sinta menyelonong masuk kamarnya.
Aisya menggelengkan kepalanya dengan raut sedih, "Belum ada Sinta," jawabnya.
"Ya sudah, Coba cari lagi yang lain saja, jangan berharap dari satu saja" sahut sinta sambil mendekati Aisya.
Aisya menghela nafas smabil menghentikan kompornya yang menandakan maskaan sudah matang, "Iya, Akan aku usahakan mencari lowongan lagi."
"Ya udah, kita makan dulu saja sudah laper nih," pungkas Aisya sambil menuangkan masakannya.
Sinta dengan penuh semangat, " hari ini masak apa, Aisya ?" sambil mengambil piring dan duduk sila menghadap hidangan yang sudah di siapkan.
"Biasa, sayur kangkung sama tempe, biasa lagi bokek, haha" jawab Aisya sambil tertawa.
"Eh, iya ya, kita kan lagi bokek, kadang suka lupa kalau lagi bokek," Sahut Sinta.
"Semoga kau cepat mendapatkan pekerjaan" sahut Sinta.
"iya, Aamiin, Doakan gue ya" sahut Aisya mengambil piring.
Ya, Aisya dan Sinta belanja bahan makanan selalu berbarengan agar lebih menghemat.
Aisya menyendok Nasi yang sudah matang ke atas piringnya, "Kapan kau sidang ?"
"Insya Allah, minggu depan, Doain ya !" jawab Sinta
Sinta ini adalah teman seangkatan Aisya hanya saja Aisya lebih dulu selesai dibandingkan Sinta, karena Aisya menggunakan beasiswa sehingga harus beres tepat waktu.
"Bismillah, semoga lancar ya, aku pasti mendoakan mu" jawab Aisya.
"Aamiiin" jawab sinta menadahkan kedua tangannya.
"Cepat makan, sebelum masakannya basi dan dingin ! " perintah Aisya.
Mereka langsung menyantap sajian yang sudah dibuat tersebut dengan lahapnya, Setelah selesai makan mereka segera membereskannya dan mencucinya sampai bersih seperti sedia kala. Selanjutnya Sinta berpamitan karena harus ke kampus menyelesaikan persyaratan untuk sidang dan ada hal yang harus dibereskan.
Sedangkan Aisya kembali ke rutinitasnya dengan membuka laptopnya dan memandangi layar monitornya, namun tak ada satu pun email panggilan yang masuk, sambil menghela nafasnya "hmmm, sulit sekali kau ku cari" gumam Aisya.
Aisya sedang menunggu panggilan dari lamaran yang ia kirimkan, karena ini adalah minggu ketiga setelah kelulusan dia belum mendapatkan pekerjaan, sehingga kegiatan sehari-harinya hanya menghabiskan waktu mencari lowongan pekerjaan melalui internet dan grup WhatsApp yang disebar oleh teman kuliahnya.
Tiba-tiba terdengar suara Sinta berpamitan,
"Aisya aku berangkat dulu ya, semoga dirimu segera ada panggilan," teriak sinta sambil berlari keluar.
"Iya, Sin ! aamiin, hati-hati, sinta, semoga kau juga cepat beres," jawab Aisya.
Setelah sekian lama memandangi layar laptopnya "kriuk,kruuuk,kruuuk" suara perut sudah meminta jatah makan atau sekedar meminta cemilan.
"Aduh, mana laper lagi, ga ada cemilan, cari makan dulu deh" gumam Aisya seraya meraih dompetnya ternyata isi uangnya hanya tinggal 300 ribu lagi, sedangkan dia belum pasti mendapatkan pekerjaan sampai kapan, dan tidak mungkin meminta ke orang tuanya di kampung halaman, karena pasti di kampung menganggapnya sudah bisa mandiri, akhirnya Aisya mengurungkan niatnya untuk membeli jajanan dan dia hanya meminum segelas air putih saja.
Aisya memutuskan untuk mencari lowongan kerja yang lain akhirnya menemukan sebuah lowongan di perusahaan swasta PT. industrial Company sebagai entri data di pusat ibukota. Akhirnya mencoba memasukan lamaran online ke Perusahaan tersebut meskipun kualifikasi pendidikan tidak sesuai karena niatnya hanya mencoba saja, demi mengusir kebosanan karena tidak kunjung mendapatkan panggilan.
"Bismillah" gumam Aisya sambil mengklik kirimkan.
Tak lama kemudian datanglah sinta yang dari kampus kemudian singgah di kamar kos Aisya.
"Assalamualaikum !" sinta sambil membuka pintu.
__ADS_1
"waalaikumsalam, Kau sudah pulang !" sahut Aisya.
"Bagaimana, sudah ada panggilan kah ?" tanya Sinta yang langsung duduk di dekat Aisya sambil membawa cilok.
"Belum ada, baru memasukan lagi nih, pokonya semuanya aku masukin, yang penting kerja dan menghasilkan duit" jawab Aisya sambil mengambil cilok.
Tidak lama kemudian bercengkrama bebas, ada sebuah panggilan nomor telepon yang tidak di kenal.
"tunggu-tunggu, ini ada panggilan telepon nih, aku angkat dulu yaa, " kata Aisya.
"cepet angkat !" seru Sinta dan sedikit menguping.
Aisya mengangkat telepon
"hallo, Assalamualaikum" aisyah megangkat telepon sambil meloudspeaker hp nya.
"selamat siang, kami dari HRD dari PT Industrial Company, ingin mengkonfirmasi apakah anda yang bernama Aisya humaira ?" kata penelpon di ujung sana.
"iya, benar pak" jawab aisyah
"Apakah anda bisa datang untuk melakukan tes selanjutnya lusa ?" ~HRD
Aisya berhenti sejenak dan menatap Sinta seolah meminta persetujuan, sambil berbisik "ini bagaimana ? aku harus menerimanya atau menolaknya ? Aku di suruh kesana lusa ?" bisik Aisya.
"Terima saja, ini kesempatan emas," jawab sinta berbisik.
"i....iya pak insya allah, " jawab Aisya terbata bata.
"baiklah, nanti terkait alamat nya saya akan kiriman, terimakasih !" ~ hrd.
"tuuut" telepon di tutup
Aisya merasa shock karena baru saja mengirimkan sudah langsung dihubungi, "Aduh bagaimana ini, aku baru mengirimkan langsung di konfirmasi nih, padahal kualifikasi pendidikan tdk sesuai ?"
Aisya menoleh dan berkata, " benarkah ??"
"hmm," sinta menganggukkan kepalanya.
"Terus apa yang harus aku siapkan ? " Aisya mendadak kebingungan.
"Siapkan saja ATK, lamaran dan persyaratan yang dibutuhkan. Tenanglah, Kau pasti bisa," tegas sinta sembari menenangkan.
"Iya, ini terlalu mendadak membuatku menjadi tak karuan, "jawab Aisya sambil mencari-cari persyaratan dan baju yang harus di pakai.
Aisya mempersiapkan semuanya menggunakan tas ransel sehingga besok sudah siap berangkat dan segera menghubungi Risa teman yang ada di ibukota sekadar ikut menumpang.
Risa ini adalah teman SMPnya Aisya namun beliau memutuskan Sekolah hingga kuliah di Jakarta, kemudian Aisya menghubungi Risa.
assalamualaikum Ris, boleh ga aku numpang dulu dikosan mu, aku mau melamar kerja nih besok harus ke jakarta ?~ Aisya
chat tak lama kemudian ada balasan dari Risa "tring"
Waalaikumsalam, berapa hari Aisya ? soalnya peraturan di kosanku tamu tak boleh menginap lebih dari 2 hari, " ~Risa
Paling aku menginap satu hari beres tes langsung pulang~Aisya
*oke , baiklah aku izin dulu yaa ke ibu kos.~ Risa
Oke ~Aisya
tring*
Tak lama kemudian terdapat balasan lagi..
__ADS_1
boleh Aisya, di tunggu ya, nanti aku kasih rutenya bla..blaa...bla~ Risa
oke , makasih Ris~ Aisya
Aisya pun kegirangan seraya memeluk Sinta, "Aku sudah mendapatkan tumpangan sementara, Doakan aku semoga lulus seleksi nanti."
Sinta membalas pelukannya merasakan kebahagiaan, "Aamiin...seperti nya dewi fortuna sedang memihakmu Aisya, aku selalu mendoakan mu, Doa yang paling terbaik untukmu."
Tak terasa waktu sudah larut malam akhirnya mereka berpamitan dan pulang ke kamarnya masing masing.
***
keesokan harinya, Aisya sudah siap dengan tas ransel nya dan mulai berpamitan untuk berangkat ke jakarta. Ini kali pertamanya datang ke ibukota seorang diri. dia tak henti-henti meminta doa teman-teman kosannya,
"Aku pamit dulu yaa, jaga kosan."
"Ia kak, hati-hati ya, semoga sukses !" sahut teman-teman kosannya.
"Tenang kosan gue amanin ya," sahut sinta.
****
Merantaulah Aisya ke ibukota dengan mengikuti arahan dari Risa untuk menggunakan transportasi, selang 5 jam sudah sampai dilokasi dan Risa sudah menjemputnya.
Kami bersua melepas rindu karena sudah lama tak jumpa, sekali berjumpa hanya di hari lebaran saja, kami habiskan malam untuk bercerita, tiba-tiba risa mengingatkan "Aisya kamu segera istirahat, besok kan tes !" kata Risa.
"Aduh, kamu mengingat kan saja momen yang aku takuti besok, ya uda aku istirahat dulu deh" jawab Aisya.
Sepanjang malam dengan pikiran tak karuan akhirnya Aisya terlelap dengan buku psikotesnya, karena perjalanan tadi cukup melelahkan akhirnya Ia tertidur dengan pulas.
***
Esok pagi
Risa menggoyang-goyangkan badan Aisya, untuk membangunkannya, "Aisya, Aisya, bangun bukannya hari ini tes ? "
Aisya membuka matanya dan menguap, "Aku masih ngantuk, jam berapa sekarang ?" tanyanya.
"Sudah pukul lima, Cepat mandi !" suruh Risa.
Aisya terperanjat, "Hah, pukul lima ! baiklah,"
Aisya menggeliat dan segera bangun kemudian mengambil handuknya dan menuju kamar mandi berserta alat mandinya.
Selesai mandi, Aisya mulai berdandan dan mengenakan pakaian sesuai dengan petunjuk saat akan dilakukan tes nanti. Aisya berpamitan kepada Risa dan Ia menggunakan transportasi online untuk menuju lokasi seleksi tes tersebut sesuai dengan alamat yang sudah di kirimkan oleh pihak HRD Perusahaan tersebut.
-
-
-
-
-
-
-
_
To be continued
__ADS_1