Aku Butuh Pengakuan

Aku Butuh Pengakuan
Jalan jalan


__ADS_3

***


Tak terasa Aisya sudah bekerja di perusahaan tersebut sekitar 3 bulan. Aisya sudah mulai terbiasa dengan suasana dan kondisi serta cara kerja di perusahaan tersebut. Hal ini di karenakan berkat kemauan dan kegigihan Aisya yang mau belajar hal-hal yang baru.


Selama Aku bekerja, aku belum pernah menikmati keindahan ibukota, rasanya aku sekarang sudah bisa keluar, gumam Aisya sambil tersenyum.


Selama Bekerja Aisya memang tidak ada waktu untuk keluar untuk sekedar bermain atau bertemu Sinta, karena pekerjaan sebagai anak magang memang cukup banyak, selain itu mengingat ia seorang anak Asrama yang harus taat aturan. Namun, pada kenyataannya yang tinggal di Asrama diberikan kebebasan.


Kini Aisya sudah mulai bisa mengenali karakteristik perusahaan dan begitupun Asrama yang sementara ia gunakan itu. Selain itu juga Aisya semakin berhati-hati dengan Atasannya, ia sebisa mungkin untuk menghindar darinya, mengingat insiden yang membuatnya malu.


Hari ini Aisya, pulang lebih awal sehingga ia memiliki kesempatan untuk berjumpa dengan temannya yaitu Sinta. Perjumpaan ini sebenarnya sudah di agendakan tempo hari namun selalu saja ada kendala sehingga belum menemukan waktu yang tepat. Ia pun segera membuat janji melalui pesan singkatnya.


Sinta kita ketemuan di Mall X~Aisya


Oke siap meluncur~ Sinta


Aisya segera beranjak dan mengganti pakaian kantornya dengan dress dan hijab syar'i nya yang ia sengaja bawa dari asrama. Aisya terlihat seperti anak remaja yang sedang asyik bermain. Ia berjalan melalui pintu gerbang pos pengamanan, namun tak disangka ia tertahan disana karena penjagaan di sana memang sangat ketat.


"Maaf dek, kartu identitas nya, pengunjung kan ?" tanya pak satpam


Aisya menggelengakan kepalanya, "Bukan, pak, saya pegawai disini. Saya buru-buru saja tidak sempat pulang sehingga saya menggantinya di kantor." ucap Aisya menunjukkan pembelaan.


"Mana, Kartu, peg--" ucapan penjaga keamanan terpotong ketika dibelakang sana terdengar bunyi klakson dari sebuah mobil mewah, dengan sigap memberikan hormat kepada pemilik mobil tersebut yang secara tiba-tiba membuka kacanya.


"Sore Tuan, " Sambutan hangat dari para penjaga keamanan dengan penuh penghormatan.


Dirga hanya mengangguk saja, "ada apa ini ?," tanyanya dari belakang yang terbuka pintu kacanya.


"Tidak ada apa-apa, Tuan. Asik ini ternyata pegawai disini, Saya kira dia adalah pengunjung. Mohon maaf sudah membuat kegaduhan," ucap sang penjaga tersebut.


Aisya sedikit terperanjat dan kaget, sat menoleh ke arah suara tenyata ia adalah Tuannya, ia pun segera membungkukkan dirinya dengan harapan agar ia tidak mengenalinya.


"Oh, tolong jangan sampai terulang kembali, jalan " perintah Dirga kepada sang sopir.


"Baik, Tuan." jawab Sang penjaga dengan penuh hormat seraya mempersilahkan.


****


Akhirnya Aisya dipersilahkan keluar, dengan perasaan senang karena akhirnya ia terbebas, dan bisa merasakan suasana ibukota. Ia pun segera menghubungi denagn mengirimkan pesan singkat kepada Sinta.


*Sinta jadi ya, aku sudah berangkat, kita bertemu di resto Y saja ~Aisya


Siap, meluncur~ Sinta*


Selang beberapa menit ia sudah sampai di tempat yang sudah di sepakati, mereka pun bersua saling melepas rindu satu sama lain. Di sela makan mereka saling bertukar pengalaman.


"Sinta, sehabis makan kita cuci mata yuk, window shopping saja," Ajak aisya dengan penuh semangat.


"Boleh banget, Mumpung kita bisa ketemu, !" sahut Sinta yang tak kalah senangnya.


Ia pun setelah makan, seuai dengan rencananya mereka melakukan window shopping bersama.


***


Dirga dan Rama sedang berada di dalam sebuah mobil selepas meeting.


"Ga, mau pulang atau mampir dulu ? tanya Rama yang terlihat lebih santai. saat berdua memang mereka menggunakan sapaan akrabnya.

__ADS_1


"Kita ke Mall X, Saya lapar" ucap Dirga.


"Siap, Tuan" ucap Rama dengan senyuman meledeknya.


Dirga hanya melotot dan memukul temannya, "Dasar kau, aneh."


Rama pun terkekeh, dan tak terasa sudah sampai sehingga mereka pun keluar dari mobilnya ean berjalan menuju salah satu resto. Akan tetapi tiba-tiba dari arah belakang


"bluk" seseorang menabrak dan berkata


"maaf pak tidak sengaja" ucapnya.


Rama dan Dirga menoleh dengan wajah kesalnya, "Kalau jalan pake mata !"


"Maaf pak, kami tidak sengaja," ucap Aisya sambil mengatupkan kedua tangannya, Namun setelah Aisya mengangkat kepalanya begitu terkejut akhirnya ia menundukkan kembali.


dag dig dug


Wah bisa mati urusannya, mudah-mudahan dia tidak mengenali ku, gumam Aisya sambil menenangkan diri.


Dirga sedikit mengenalnya karena wajahnya tidak asing hanya saja wanita itu memakai pakaian dress jadi terlihat lebih anggun dan tambah cantik, "Sebentar, sepertinya kita pernah bertemu ya,"tanya Dirga.


"Belum pak, mungkin salah orang, saya permisi" jawab Sinta sambil mengambil lengan Aisya dan segera berbalik menghindarinya.


Dirga masih keheranan dengan wanita itu, sepertinya saya pernah bertemu dengan di taman itu, guman Dirga sambil melanjutkan langkah kaki nya menuju sebuah resto.


"Masih memikirkan wanita yang tadi, Ga ?" tanya Rama yang membuyarkan pikrian Dirga.


"Enggaklah , Untu apa memikirkan hal yang tidak penting," ketus dirga.


***


"Aisya, kamu mengenal orang yang tadi ?" tanya Sinta.


"enggak tau tuh" sahut Aisya yang menyembunyikan bahwa dia adalah Atasannya.


"Oh, saya kira dia mengenalmu," sahut Sinta.


"Sudahlah lupakan, sepertinya aku harus segera pulang, hari mulai gelap," ucap Aisya


"Iya, tidak baik anak gadis kelayapan. Nanti kita bertemu lagi, aku masih rindu," Sahut Sinta sambil memeluk Aisya.


"Hus, Besok aku harus kerja, aku tidak mau kesiangan, " sahut Aisya.


"Iya, cerewet. Aku juga mau pulang," sahut Sinta.


Mereka akhirnya berpisah dan pulang ke tempatnya masing-masing.


***


Aisya sudah bersiap untuk memulai bermimpi, namun sebelum itu seperti biasa ritual sebelum itu selalu memainkan ponsel untuk bermain games untuk mengisi kekosongan nya.


Unfaedah banget hidupku ini, batin Aisya..


Sebagai seorang jomblower sebagai teman dalam hidupnya adalah gawainya, tapi terkadang notif message tidak pernah dibaca karena biasanya berupa promosi belaka atau peringatan dari provider saja. hanya itulah yang pengertian pada kaum jomblower.


tapi seketika malam itu, Aisya ingin menghapus notif message karena sudah terlalu penuh, ternyata ketika dibuka ada sebuah message dari nomor yang tidak dikenal.

__ADS_1


"besok, ada agenda rapat, kalau bisa datang tepat waktu, by Rama"


sebuah message itu membuat aisya langsung terbelalak karena itu langsung dari Asisten sang Atasan yang paling ditakuti, sedkit cemas, langsung mengecek kapan sms itu itu datang.


sekelas asisten memberitahu via sms, dan ternyata smsnya siang tadi, balas ga ya, atau ini penipuan, entahlah batin Aisya dengan kebingungannya segera membalasnya.


Baik, pak Terimakasih mohon maaf baru membalasnya, ~Aisya


"hmm, untung saja saya buka hp ini , kalau tidak besok saya sudah terjadi sesuatu diluar dugaan" gumam Aisya.


Aisya segera mengecek jadwal besok karena ini adalah kali pertamanya ia mengikuti meeting dengan Atasannya.


aku ingin menolaknya, namun apalah dayaku. aku menghindarinya seolah takdir mempertemukan ku. nasib.. nasib, gumam Aisya.


***


Di sisi lain Sepulangnya dari resto, Dirga dan Rama sedang berada di sebuah club malam yang biasa mereka lakukan untuk sekedar minum.


tring, suara pesan masuk


"Ga, ini ada balasan message dari wanita itu," ujar Rama.


Ia pun tersenyum simpul, "oh, oke, persiapkan semuanya, jangan sampe terlewat," perintah Dirga sambil sempoyongan karena terlalu banyak minum.


"Ga, ini sudah terlalu malam, kau juga sudah terlihat mabuk berat sebaiknya kita pulanh saja," ujar Rama sambil membawa dirga keluar club tersebut.


Rama membawa Dirga ke apartemennya, di sepanjang perjalanan Dirga meracau, "Rama Aku ingin segera menikah, tapi bukan dengan Lira atau orang yang dijodohkan oleh orangtua ku."


"Iya," sahut Rama agar segera bungkam.


"kau bantu Carikan untukku," ucapnya kembali.


"iya," ucap Rama yang tak menghiraukan ucapannya karena menganggapnya hanya lelucon belaka.


"Benar ya, aku tunggu," ancam Dirga.


"hem"


hening


Tibalah di apartemen Dirga, kemudian Rama membaringkan di kamarnya. Rama begitu mengetahui kehidupan pribadinya hingga kode masuk ke apartemennya pun ia tahu.


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


To be continued


__ADS_2