
****
Setibanya di Asrama, Aisya ditunjukan kamar Asramanya oleh seorang petugas disana. Ia pun segera merapikan dan membereskan barang yang ia bawa.
Setelah selesai membereskan semua peralatannya, ia mulai berkenalan dengan tetangga yang paling dekat dengannya. Setelah beres berkenalan ia, membaringkan tubuhnya dan mulai memakan makanan yang ia beli tadi sebelum ke asrama. selanjutnya Ia menelpon ibunya untuk memohon doa restu.
Asrama ini tampak seperti apartment yang bebas meskipun satu komplek tetapi ada akses keluar.
Aisya merasa senang karena tinggal di Asrama bak apartemen yang mewah, kasur yang empuk, kamar mandi yang tersedia air panas dan dingin terdapat dapur yang sangat lengkap, membuatnya menjadi sangat nyaman dan tak henti-hentinya ia selalu mengucap syukur. Ia merasa seolah-olah ini sudah menjawab semua impiannya.
***
Kantor
Tempat kerja yang super mewah dengan failitas yang sangat lengkap seolah karyawan dimanjakan dengan dengan kehidupan ibukota yang materialistis, yang ternyata sebagian besar orang yang bekerja disana adalah orang orang borju yang bersifat individualis.
Hari Senin pun tiba, inilah hari pertama Aisya kerja, ia dengan sigap menggunakan baju kantor yang telah disediakan oleh perusahaan dia datang lebih awal dan sangat pagi serta mengikuti arahan. Dia bekerja dilantai 12, sambil menunggu kepala bagian divisi, Aisya sesekali melirik kiri kanan dengan penuh kekaguman tak pernah terbayangkan dia akan bekerja disebuh gedung seperti ini, sikap noraknya mulai timbul, "ini apa ya," gumam Aisya.
Orang-orang mulai berdatangan, dan ada yang berlari-lari takut kesiangan untuk absensi kartu ada yang santai, bahkan gaya berpakaian dan penampilan yang berbeda-beda.
Tak lama kemudian, datanglah kepala bagian yang akan menjadi atasan Aisya. Ia adalah pak Heru, ia akan memasuki kantornya namun melihat seseorang yang sedang duduk diluar menggunakan seragam magang, "Pagi mba, pegawai baru ya yang mau magang ? tanya Pak Heru.
Aisya segera berdiri dan menganggukan nya, "Iya pak benar."
"Saya heru, kepala bagian Divisi X yang ditugaskan mengawasi diruangan ini, " jawab pak Heru memperkenalkan diri.
"Saya Aisya, mohon bimbingannya," jawab Aiysa mengatupkan kedua tangannya.
"Mari ikut dengan saya, " Ajak pak Heru sambil berjalan menuju ruangan sambil menjelaskan semua job desk untuk Aisya dengan sangat rinci.
"Aisya, Atasan tidak suka menentang keinginan nya, jadi apapun yang di inginkannya harap di patuhi, karena kalau sedikit saja mengecewakannya , beliau tidak segan-segan menghancurkan hidupnya, jadi saya harap bisa bekerjasama, jangan sampai salah sedikit pun." Peringatan dari pak Heru.
bahaya sekali atasanku, aku mencoba pendiam saja batin Aisya
"Baik pak, "jawab Aisya dengan senyuman ramahnya.
Pak Heru mengajak Aisya ke dalam ruangan kerjanya dan tak lupa memperkenalkannya kepada rekan-rekan yang akan jadi satu ruangannya.
Aisya sedikit tercengang, ternyata rekan kerjanya sangat acuh dan dingin, seolah tidak menyukai kedatangannya. Bahkan saat diperkenalkan pun mereka ada yang memperhatikan adapula yang sibuk sendiri. Ya, disana wanita yang berhijab hanya Aisya selebihnya mereka berpenampilan sangat seksi dan riasan make up yang luar biasa cantik. Memang perusahaan memperbolehkan untuk menggunakan hijab.
Awal sambutan yang sangat menakutkan bagi seorang anak bawang, Namun Aisya, tetap menjaga profesionalitas kerjanya meski mendapatkan sambutan yang di luar ekspektasi dia.
Akhirnya pak heru memberikan ruang kerja yang tersekat satu sama lain.Ya, seolah-olah memang tidak ada waktu untuk saling sapa, dan memang diciptakan untuk individualis, akhirnya Aisya pun mempelajari apa yang di sampaikan pak heru.
Aisya pun mulai bekerja, dan karena sudah diberikan data yang harus dia olah dan rapikan. tak terasa sudah memasuki jam makan siang, pegawai yang lain sudah mulai keluar bersama kawan-kawannya. Aisya berniat untuk berbaur dengan mereka, "kak boleh saya gabung", ucapnya.
Geng wanita cantik itu langsung menatap ke heranan dan melihat dari atas hingga bawah, "heh,, tak sadarkah kau, anak baru beraninah sama senior satu meja, penampilan norak lagi ! bentak Sherly ketua geng sambil tersenyum sinis
"Iya mendingan sana pergi !" usir temannya.
"O iya disini persaingan kerja sangat ketat jadi jangan sok baik sama orang nanti lu bakalan di jatuhin, o iya kita lagi ada acara maaf yaa aisya " sahut cewe yang satunya
Aisya hanya menelan saliva dan cukup terkejut dengan perlakuan terhadap nya, tanpa pikir panjang Aisya pun berjalan mencari tempat yang kosong namun ternyata tidak ada juga.
setelah mendengar penolakan seperti itu rasanya sakit sekali terasa tertusuk duri, Disana dia hanya seorang diri akhirnya dia memutuskan membawa makan siangnya di dalam kantor, dengan pikirnya ,"ah di dalem saja aku makannya asal jangan bawa sampah" gumam Aisya.
Ketika sedang berjalan menuju keruangan, tiba tiba melihat kerumunan Cleaning Service sedang menyantap makan siang, akhirnya aista memutuskan bergabung dengan mereka saja.
__ADS_1
"hallo mba, mas, bolehkah saya gabung saya pegawai baru disini," sapa Aisya dengan ramah.
CS tersebut menoleh dan bersedia untuk menerima Aisya berkumpul dengannya, selanjutnya ia berkenalan. ia pun bercengkrama kesana kemari begitupun Aisya menceritakan dirinya.
"Neng, jangan heran kalau di sini orangnya cuek, neng juga jangan sembarangan berbicara karena nanti bisa sampe ke atas semua dinding disini memiliki telinga," ucap bi Mina Seraya memperingati Aisya.
Aisya mengangguk dan penasarannya pun timbul, "memang sebelum nya ada masalah apa , bu?" tanya Aisya
Bi mina adalah penjaga kebersihan yang cukup kama jadi dia tahu permasalahan yang muncul di perusahaan ini.
"Dulu ada pegawai cantik, kemudian dia diam diam menyukai Tuan, terus melakukan berbagai cara salah satunya ingin menjebak Tuan, namun karna tuan banyak pengawal nya jadi ketahuan akhirnya di seret dan dipermalukan serta di pecat tidak hormat, selain itu juga ada yang mencoba mengkritik tuan dan ketahuan langsung dipecat pokoknya banyak sekali, udah dulu ya neng takut kelamaan nanti ketahuan kita ngegosip," ucap bi Mina.
Ternyata atasanku seorang diktator batin Aisya.
"Iya Bi, terimakasih sudah menemani saya, lain kali kita ngobrol lagi," ucap Aisya sambil berpamitan dan segera pergi keruangannya.
aduh telat nih hari pertama sudah kena omel batin aisyah
Saking terburu buru dia langsung masuk ke dalam lift yang dia tidak melihat kiri kanan, padahal dibelakang ada pemilik perusahaan alias Atasannya. Ia terlalu terburu-buru hingga ia tak melihat lift yang ia gunakan. ia masuk dan menekan tombol 12.
hening
Tiba-tiba ia dikagetkan dengan adanya sebuah pertanyaan dari belakang sana.
"Anda siapa ? pegawai baru ya !" tanyanya.
Aisya menoleh ke belakang, "Iya Pak," setelah mengangkat kepalanya ia betapa terkejutnya ternyata ada salah satu penguji waktu itu. Aisya melihat raut wajah dari pemuda tampan namun datar itu menampakan kekesalannya.
aduh sial sekali hari ini aku, batin Aisya sambil menunduk.
"Maaf pak saya buru buru, saya akan keluar mohon maaf, " lirih Aisya seraya memohon ampunan.
oh ini direktur yang diktator itu batin Aisya dengan perasaan tak karuan.
"Anda bagian entri data yang kemarin saya tes kan ? baru hari pertama masuk sudah membuat kesalahan," sahut penguji 1 yag tak lain namannya Rama.
"iya pak, mohon maaf," lirih Aisya sambil memencet lift agar segera keluar dari kandang macan itu.
ketika akan keluar, tiba-tiba atasannya menahannya, "kamu ikut saya sebentar."
"Sudah lah, biarkan jangan hiraukan anak baru ini, kita selesaikan dulu meeting kita hari ini Tuan," sanggah Rama
Dirga hanya melirik dengan tatapan tajamnya, membuat Rama tak berkutik.
"oke, fine," ucap rama mengangkat kedua tangannya.
waduh, mau diapain jangan sampai cerita Bu Mina berulang kepadaku, aku harus ngapain, tuhan tolong batin Aisya
"Baik pak, tapi saya belum izin ke pengawas diruangan saya," jawab Aisya dengan nada rendah karena satu satunya cara untuk segera terlepas adalah mengikuti keinginan Atasannya.
Setelah sampai diruang nya, Dirga bersama asisten langsung masuk ruangannya sedangkan Aisya mengikuti atasannya.
Aisya melihat di dalam kantor sebuah name tag bertuliskan Dirga Maheswara.
oh jadi namanya dirga, batin Aisya.
"Kamu sediakan kopi dengan kadar gula 20%, kopi 10%, susu 30%, dan sisanya air, setelah itu kamu simpan kopinya disini dan bersihkan ruangan saya, dan setelah itu kerjakan tugasmu yang diruangan entry data dan hari ini kamu lembur !, perintah pak dirga dengan tegas.
__ADS_1
waduh, ini mah kerja keras bagai kuda, batin Aisyah.
"Baik pak," jawab Aisya sambil pura pura tersenyum dan meninggalkan ruangan.
Ia sambil memikirkan membuat kopi sesuai dengan takaran akhirnya ia menakar dengan perhitungan sehingga membutuhkan waktu yg relatif lama.
"Tuan apakah tidak terlalu berat untuk anak baru itu ?" ujar rama.
"Tidak apa-apa saya hanya mengetes mental dia saja, " Serunya dengan menjaamkan alisnya.
di dapur Aisya sambil menggerutu ,"Duh ganteng-ganteng jahatnya minta ampun, permintaan aneh aneh lagi.. hah sudahlah aku harus ingat aku kerja jadi harusnya semangat, dan aku punya utang lagi ke sinta jadi aku harus terima, ayolah ini belum seberapa kamu harus kuat, batin Aisya
Setelah selesai kemudian Aisya mengantarkan hasil buatan kopi anehnya, kemudian sambil menghela napas panjang sebelum mendapatkan cermah dari Atasannya, dia harus mempersiapkan semuanya.
"tok tok tok"
suara ketukan pintu ruangan pak direktur.
"Masuk" dari dalam ada yang menyuruhnya masuk.
"Silahkan tuan " menyerahkan kopinya
"eit bagaimana kamu bisa meyakinkan saya bahwa ini sesuai takaran yg saya maksudkan coba jelaskan," ucapnya dengan tegas.
aduuh, mana gue tahu pak batinnya untungnya Aisyah sudah memperhitungkan nya dengan rumus matematikanya
"jadi begini pak, dalam satu gelas itu jika di isi air maka volumenya 200ml maka sudah jelas 40% dari 200ml \= 80ml air dsb." Uajr Aisya merasa berhasil menyakinkan dengan lantang nya menjelaskan.
Ternyata anak baru ini oke juga " gumam Dirga
"oke baiklah hari ini kamu lulus untuk tugas ini, sekarang rapihkan data ini," perintah Dirga menunjukkan data pada laptop kemudian memberikannya kepada Aisya
"Baik, pak. Maaf Bolehkah saya mengerjakan nya diruang saya pak ?" ucap Aisya memberanikan diri untuk meminta keringanan karena hawa ruangan ini terasa pengap dan panas meskipun luas karena keberadaan orang-orang besar ini dan selain itu pula biar sekalian mengerjakan tugas yang menumpuk tadi.
"Tidak, kamu kerjakan disini sampai selesai, biar saya bisa memantau mu," perintah Dirga dengan nada marah karena terlalu banyak permintaan sambil menunjukan tempat untuk mengerjakan tugasnya.
"Baik pak. Mohon maaf," jawab Aisya dengan sigap, ia tahu Atasannya sedang marah langsung saja mengikuti perintahnya.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
To be continued
__ADS_1