Aku Butuh Pengakuan

Aku Butuh Pengakuan
Hangout


__ADS_3

"Apakah dia sudah menikah ?" Tanya Dirga


"Belum, Ga! Kau mau sama dia ?" tanya Rama sedikit dengan senyuman.


Dirga mendengus kesal, "Kau ini !"


"Aku selalu berpikir, kenapa setiap orang ingin menjalin sebuah hubungan dengan ikatan pernikahan ? Bukankah hal itu hanya membuat diri kita semakin rumit ?" Tanya Dirga.


"Ya. Itu karena ada sebuah keyakinan dalam diri kita untuk membina rumah tangga. Karena di sanalah bernilai ibadah," Ucap Rama.


"Beribadah sendiri pahala lebih sedikit dibandingkan berjamaah bukan ? sama halnya mengangkat barang akan terasa lebih ringan jika dilakukan bersama-sama dibandingkan dengan seorang diri. Mungkin itulah kenapa kita harus menjalin ikatan keluarga." Ucap Rama yang sedikit bijaksana.


Dirga berdiam sejenak, ternyata ada benarnya juga apa yang dikatakan Rama namun lagi-lagi Dirga mencoba menepis semua itu.


"Sudahlah, Aku pusing memikirkan itu, heran kenapa mama begitu antusias sekali dalam hal pernikahan, dan malah sekarang di jodohkan lagi dengan wanita itu, padahal dulu sudah membebaskanku." ucap rama.


"Orangtua itu pasti ada ke khawatiran, makanya pasti ingin melakukan yang terbaik untuk anaknya" ujar Rama


"Memang apa ke khawatiran mereka terhadapku, kalaupun hari ini aku mau, bisa saja mendapatkan wanita untuk menjadi kekasihku" ujar Rama dengan nada sombongnya.


"Iya aku tahu, Kau memiliki segalanya. Tetapi segalanya tak bisa kau miliki seenaknya," Ujar Rama.


Dirga kembali berpikir sejenak, "Sudahlah lupakan !"


Mereka kembali kerutinitas kerja mereka, begitupun Dirga, mencoba mengecek kondisi perusahaannya.


****


Diruang Aisya


Waktu sudah menunjukan keluar kantor, Aisya pun segera menghubungi Sinta.


Sinta, aku uda selesai, kamu jadi kan kita kongkow~Aisya


"iya, nanti aku Jemput di tempat kerja "~Sinta


Aisya pun segera membereskan berkas pekerjaannya dan segera merapikan tempat kerjanya. tiba-tiba ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk ia segera membuka sambil beranjak keluar.


drt..drrrrt drrrt


Sya, Aku sudah di parkiran kantor mu, cepat keluar~ sinta


Iya tunggu aku sedang menuju kesana.~ Aisya


Benar Ya. Aku tak mau menunggumu hingga berakar nih,~Sinta


Iya sabar, cantik ! sebentar lagi, ~Aisya


Aisya Asyik membalas pesan dari Sinta sambil senyum-senyum sendiri, dia tidak sadar, ternyata di sebelahnya ada Dirga dan Rama yang sedari tadi memperhatikan Aisya. Mereka heran, biasanya tidak ada yang berani masuk lift khusus Atsannya itu, namun Aisya ternyata salah masuk lift.

__ADS_1


"Kamu, Sedang apa ada di sini ?" ucap Dirga dengan nada datar.


Deg.


Aisya mendengar suara yang tidak asing di telingamya. Aisya segera melirik ke arah suara dan betapa kagetnya ternyata dia satu lift bersama asisten dan Tuannya yang menyebalkan itu.


Matilah aku, kenapa bisa salah masuk lift, ini gara gara si sinta nih, aduh harus gimana, ayolah Aisya cari cara, ah mending pura-pura tidak tau. Ah tidak mungkin, bilang saja terburu-buru, batin Aisya sambil menelan saliva nya dan mencoba mencari alasan.


"Maaf pak, ternyata saya salah masuk ya, saya kira ini lift umum, tadi saya sedang buru-buru," ucap Aisya sambil tersenyum paksa


"Jangan banyak beralasan kamu, bilang saja ingin masuk ke jajaran yang lebih tinggi di perusahaan ini, saya ingatkan kembali kamu saya tunjuk nanti buat ke perjalanan Dinas bukan berarti kamu semena-mena" Seru Dirga dengan nada tegas


oh, My god, dasar bos yang menyebalkan, pikiran macam apa itu, aku tak ada sdikitpun berfikiran seperti itu ,batin Aisya.


"Mohon maaf Tuan, saya benar-benar tidak tahu, saya sedang terburu-buru. Dan saya tidak ada fikiran untuk semena-mena terhadap Tuan, tetap bagi saya Tuan adalah atasan saya yang harus saya hormati, saya sangat berterimakasih atas kepercayaannya kepada saya, sekali lagi saya minta maaf" lirih Aisya seraya membungkukan badannya.


"Baiklah, jangan diulangi lagi, kali ini kau selamat, silahkan keluar !" Ucap Dirga


Dasar Atasan sombong, setiap ada kesalahan kecil pun dibesar -besarkan, mengapa si asisten juga sama tak membantu ku batin Aisya kesal.


Pintu lift terbuka dan Aisya segera keluar dan berpamitan kepada Atsannya dan asistennya.


Suara dering ponsel, Sinta menelpon dan Aisya segera mengangkatnya, si penelepon berteriak sehingga Aisya sedikit menjauhkan ponselnya.


Aisya kamu dimana, Bisa lebih cepat ? aku sudah berlumut menunggu mu ! Seru Sinta.


Sebentar lagi, gara gara dirimu menganggu perjalanan ku. Aku sedikit ada masalah. Aku sudah melihat mu. Aku tutup ya ! jawab Aisya sambil mematikan ponselnya.


Ada Masalah Apa ?


Sudahlah lupakan, masalah kecil.


Ya sudah masuklah segera !


Aisya pun segera naik mobil Sinta. Sinta seger menghidupkan mesin dan berjalan keluar dari perusahaan Aisya bekerja.


"Kita Mau kemana ?" Tanya Aisya


"Hmmm... kita hangout ke Mall X itu, Bagaimana ?" tanya Sinta


"Boleh juga," sahut Aisya


Mobil Sinta pun melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan pusat kota. Meskipun sedikit ada kemacetan namun tidak separah macet biasanya.


"Sya, Aku penasaran. Sebenarnya tadi ada masalah Apa ?" Tanya Sinta.


"Oh, itu. Aku salah masuk lift. Malah masuk Lift Atasanku yang sombong itu," ujar Aisya.


"Kau sepertinya benci sekali dengannya," ucap Sinta

__ADS_1


"Oh.. Sudah pasti! " ucap Aisya


"Awas, Nanti Jatuh Cinta !" ucap Sinta dengan senyuman meledeknya.


" ih, amit-amit dah, dia orangnya liberal banget, bukan tipe Aku, kalau hartanya sama mukanya sih oke, tapi perilakunya benar benar neraka,"" ucap Aisya bergidik ngeri.


"Wah, masa aku jadi penasaran orangnya yang mana, se cakep apa dia sampe kau bilang muka dia Oke" ucap Sinta tersenyum.


"Entahlah, Aku tak mau bahas orang itu lagi. Sebentar lagi aku berangkat perjalanan dinas dengannya. Kau bisa bayangkan hidupku akan selalu bersamanya selama disana. sungguh membuatku tersiksa," gerutu Aisya.


"Tak, Apa mungkin dengan berdekatan dengannya membuat hati dia luluh." ucap Sinta


"Sudahlah, sebentar lagi kita sampe," ucap Aisya mengalihkan pembicaraan.


Sinta memarkirkan mobilnya dan mereka keluar dan berjalan menuju sebuah tempat yang nyaman untuk sekedar becengkrama dan hangout. mereka memilih tempat yang sedikit pojok karena lebih asik bila di pake ngobrol sekedar ghibah. Mereka duduk dan memesan makanan serta minuman. Tak perlu menunggu lama pesanan mereka datang dan segera menikmati hidangan nya dan memang mereka seperti kelaparan, namun di sela-sela menyantap makanan mereka selingi dengan candaan dan obrolan hangat seputar pribadi mereka, yang tiada lain masalah ke jombloan mereka.


"Sya, Kau sudah ada niat untuk menikah ?" tanya Sinta


"Memang kenapa sinta, Kau mau mencarikan untukku ?" tanya balik Aisya


"Kagaklah, sebelum buatmu aku dulu" ucap Sinta.


"Ah, dasar kau ini. Sudahlah aku mau fokus berkarir" ucap Aisya menyuapkan makanannya.


" Kau ini, otaknya berkarir terus. Awas jangan sampai lupa. Nanti jadi perawan tua, ledek Sinta.


"Memang Ada yang salah dengan perawan Tua ?" tanya Aisya


"Tidak ada yang salah, hanya saja sangat sulit untuk menemukan pasangan saja. Karena Laki-laki selalu mencari wanita yang yang masih produktif. Kau juga mengerti kan ? Jangan sampai kau menikah karena terdesak usia, hingga siapa saja kau ambil," ucap Sinta


"Iya, Aku Tahu. Aku juga memikirkan hal itu. Aku juga tak mau jadi tunacinta," jawab Aisya.


"iya, tapi kenyataannya kau memang tuna cinta ya tuna asmara !" ucap sinta tertawa.


"Biarkan saja. Biar Tuhan yang mengurus jodoh ku. Sekarang aku hanya berdoa dan berusaha. Yang pastinya kita berusaha memperbaiki diri saja" ucap Aisya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2