
***
Pagi hari Dirga sudah bangun lebih awal dari Rama. Ia segera membersihkan dirinya masuk ke kamar Mandi. Dirga merasakan haus ia pun bergegas menuju dapurnya.
Ruangan itu terlihat sepi ia segera menuju dapur dan ia melihat seolah ada gerakan di sebuah sofanya. Dirga sontak berhati-hati, ia segera mencari alat pertahanan diri. Ia menjangkau sebuah raket nyamuk yang ada di dekatnya. Ia pun mengendap berjalan menuju sofa tersebut. Tanpa pikir panjang, Dirga membanting Raket nyamuk tersebut dengan membabi buta.
Prak..prak..prak, tiga gebukan keras menerjang bagian tubuh Rama.
" aw.. aawa..aw... " jeritan Rama pun memohon ampun, "Hentikan ! aku Rama, Ga !!" teriak Rama yang segera bangun menghentikan aksi temannya tersebut.
"Oooh, ternyata kau. Aku kira kau maling ! sedang apa kau di apartemen ku sepagi ini ? tanya Dirga sedikit terkekeh.
Rama menggelengkan kepalanya, "Kau semalam mabuk berat, aku yang mengantarmu kesini. Aku khawatir takut terjadi sesuatu denganmu, makanya aku menginap disini ! jelasnya.
Dirga bertolak pinggang "Oh, sorry Rama, tapi aku tak mengingatnya dan aku tak mau mengingatnya, otakku tak mau digunakan untuk hal yang tak penting," ucapnya.
"Kebiasaan, lain kali sebelum kau pukul lihat dulu ! " seru Rama yang merasa kesal.
Dirga hanya terkekeh, "Mana mungkin aku melihat lihat terlebih dahulu, daripada aku yang kalah, kan urusannya jadi lebih panjang."
"Sudahlah, aku membersihkan diri dulu, ucap Rama yang segera menjauhkan darinya, tetapi langkahnya terhenti.
"Tunggu, jadwalku hari ini apa saja ?" tanya Dirga tanpa menghiraukan Rama yang baru bangun.
Ga, kau tak lihat, aku baru bangun. kalau kau bukan Atasanku sudah ku masukan ke dalam black hole, batin Rama yang mencoba mengumpulkan nyawa.
Rama segera mengambil ponsel di dalam saku celananya, kemudian membuka catatan agenda hari ini untuk Atasannya tersebut.
"Baiklah, segera bersihkan ilermu tuh ! aku tunggu !" Perintah Dirga.
Rama meletakkan ponselnya di meja, "Iya, siap Bos !" ucap rama dengan langkah panjang menuju kamar mandi.
Dirga dan Rama. pun sudah siap dengan pakaian yang sangat rapi yang menunjukan kegagahan mereka. Selesai sarapan mereka bergegas menuju kantornya. Ia datang kebih awal karena ada agenda meeting dengan client.
*****
kriiiiiiing,kriing,kriing bunyi alarm berkali-kali berbunyi
Aisya mengerjapkan matanya, kemudian melirik ke sumber suara. dan menguxek kedua matanya, begitu melihat ia sedikit kaget karena waktu menunjukan pukul 07.30.
"Hah, aku tidak salah lihat ? Kenapa aku bisa kesiangan, ah sial" ,gerutu Aisya
Aisya segera bangkit dan menuju kamar mandi,. Ia berencana mandi dengan cepat yang penting basah. Selesai mandi ia segera mengenakan pakaian dan hijabnya dengan cepat tak lupa sepatu dan kaos kaki, ia kenakan. sesekali ia melirik jam tangan.
"Sepertinya aku berdandan dikantor saja, " ucapnya sambil memasukan pouch make up kedalam tas nya.
Aisya segera bergegas mengunci pintunya dengan langkah yang tergesa-gesa dengan pikirannya yang sedang tidak konsentrasi.
"Bagaimana aku bisa seceroboh ini. Aku bisa kena SP oleh perusahaan. aku tak mau di panggil kepala Divisi dan jangan sampai aku di laporkan ke Atasan yang menyebalkan itu. urusannya bakal panjang", Ucap Aisya menggerutu memaki dirinya, sambil berlarian agar tidak telat, ia tak memperhatikan sekitar ternyata dia sedang melintas disebuah ditengah jalan perusahaan, bungi klakson membangunkan lamunannya
Tiiin..Tiin" klakson mobil berbunyi keras
__ADS_1
cekiiit, suara rem mendadak
Ih berisik sekali, cuma numpang lewat sedikit, gerutu Aisya sambil melirik ke arah kendaraan karena ia berteriak memakinya.
"kamu mau cari mati yaa, ini jalan untuk kendaraan, bukan pejalan kaki," teriak Dirga sambil membuka kaca mobil.
Ah, sial sekali hari ini, aku berjumpa Atasanku yang sombong itu, batin Aisya
Aisya segera memohon maaf, agar memberi ruang ia segera masuk, "maaf, saya terburu-terburu, sekali lagi mohon maaf Tua," Mohon Aisya dengan memelas, ia sebisa mungkin merendahkan dirinya agar segera dibebaskan darinya.
"Ternyata kamu lagi, baiklah hari ini ku maafkan," Jawab Dirga dengan ketus.
Aisya mencoba tetap tersenyum dan membungkukan badannya, "Terimakasih Tuan."
Setelah mobil itu berjalan menjauhinya, Aisya segera melanjutkan perjalanan yang sempat terhenti. Meski sedikit tragedi, ia masih diberikan keberuntungan tidak mengalami keterlambatan.
Aisya segera berlari menuju ruangannya, dengan napas tersenggal karena berlarian. Ia segera untuk segera melakukan absensi.
"Syukurlah masih Aman," ucap Aisya sambil mengelus dadanya.
Aisya kembali ke ruangannya dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Aisya masuk ruangan seperti biasanya selalu saling mengucapkan sapaan satu sama lain, namun kali inilah dia masuk ruangan terlambat.
"Pagi Aisya," sapa salah satu pegawai laki-laki disana namanya Ruri.
"Pagi, kak" jawab Aisya sembari tersenyum.
"Tidak biasanya kamu telat ? kau kan penjaga ruangan ini, datang paling awal pulang paling terkahir," tanya ruri.
"Hari ini aku kesiangan kak, kemarin bergadang," ucapnya berjalan menuju mejanya, dan mulai menghidupkan komputer.
Pernyataan tersebut cukup membuat karyawan lain berdiam dan terkejut. Baru kali ini karyawan baru dapat terlibat di meeting besar apalagi menyangkut perwakilan.
Aisya mengetahui keterkejutan dan rekan kerja yang lainnya. ia pun sebenarnya terkejut ternyata agenda meeting ini hanya dia saja yang diikutsertakan.
"Maaf Pak. Saya masih baru, belum paham benar. mungkin bapak bisa merekomendasikan yang sudah berkompeten di sini." Tolak Aisya yang merasa tidak enak hati dengan rekan kerjanya yang sudah lama bekerja di sini.
"Ini perintah, tidak boleh ada penolakan !" Seru Pak Heru penuh penekanan
Tapi, Pak---" ucapan Aisya terpotong.
"Sudahlah, Lebih baik ikuti perintah Tuan besar. ingat jangan berbuat kesalahan. Ikuti perintah nya saja ! perintah Pak Heru.
"Ba..baik Pak,, Apa yang harus saya persiapkan ?" tanya Aisya yang sedikit malas juga harus berurusan dengan Atasnya.
"Sebaiknya, kau bawa berkas ini, informasi lebih lanjut nanti disampaikan disana, saya Permisi." ucap Paka Heru menyerahkan sebuah berkas.
Aisya mengambil berkas tersebut, ia mencoba bertanya kepada Ruri.
"kak Ruri, sebenarnya kalau meeting itu apa yang harus aku kerjakan ?" tanyanya dengan sedikit berbisik.
Ruri menoleh dengan tersenyum, "aku, pun tak tahu" sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
Sudah kuduga jawabanya seperti itu, atau aku menanyakan kepada si pengirim pesan semalam saja ? seperti nya aku harus bertanya padanya, batin Aisya.
Aisya merogoh ponselnya, dan segera mengetikan sesuatu
Selamat' pagi, pak, saya Aisya yang ditugaskan bapak untuk mengikuti meeting, mohon maaf menganggu waktunya, saya mau bertanya perihal yang harus di siapkan untuk meeting nanti. Terimakasih.~Aisya
tring, sebuah pesan masuk
Datang saja, nanti akan dijelaskan~ Rama
lagi lagi tak memberitahu, apakah akan sebuah kekuatan, pikir Aisya
Aisya menyimpan ponselnya dan melanjutkan pekerjaannya sebleum ia masuk ruang meeting.
***
Di dalam mobil Rama menceritakan bahwa Aisya nanti akan di ikut sertakan rapat pada sesi kedua.
Rama, tersenyum, "Sepertinya anda sangat tertarik dengannya ?"
"Sudahlah jangan berpikiran yang aneh-aneh."
Rama hnay terkekeh kemudian, Tiba-tiba rama, teringat keinginan dari Dirga, "Tuan, Kemarin Tuan bilang ingin menikah ?," tanya Rama
"Terus ?" tanya Dirga mengernyitkan dahi.
"Wanita tadi juga boleh juga Tuan," ucap rama.
"Maksudmu saya harus menikah dengan wanita tadi ?"
"Kalau Tuan Mau, " jawab Rama singkat.
"Sudahlah lupakan, aku pusing memikirkan nya dan hari ini saja aku disuruh menemui Lira di B X," ucap Dirga dengan nada kesal.
Tak terasa ternyata mobil sudah sampai depan gedung kantor. dengan langkah panjang mereka menuju ruang meeting,
-
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
-
To be continued