
***
Rasanya ingin sekali segera selesai melewati hari ini, namun apalah daya hari pertama masuk sudah mendapatkan beban tugas yang sangat banyak akibat ulahnya.
Tidak bisa membayangkan hari esok akan seperti apa ? dan akan menjadi bahan pembicaraan kawan sekantornya yang notabene Aisya masih pegawai baru. Ia sudah banyak Masalah atau berurusan dengan petinggi, pasti semakin tidak mau bergaul dengan Aisya, pikirnya.
Sepanjang mengerjakan tugas dari Atasan nya itu, ia masih memikirkan nasib kedepannya. Ya, pikiran dia sekarang sudah dipenuhi rasa kekhawatiran. Tak terasa waktu menunjukan pukul 04.00 Sore, saatnya untuk istirahat. Ia pun bergegas istirahat sejenak untuk sembahyang, kemudian melanjutkan pekerjaannya hingga selesai pukul 06. 00.
"Huh, akhirnya selesai juga, sekarang waktunya melaporkan dan menyimpannya di ruang Pak Dirga" gumam Aisya.
Ia pun bergegas menyimpan berkas yang sudah ia selesaikan ke ruang Dirga.
tok.. tok.. tok...
Tidak ada sahutan dari dalam menandakan bahwa Atasannya sudah tidak ada, ia pun membuka pintunya segera meletakan berkasnya dan ia kembali keruangan nya.
***
Di ruangan kerja Aisya langsung masuk, namun semua orang langsung menatapnya dengan penuh tatapan yang tak bisa diartikan. Aisya mencoba tetap ramah dengan senyumannya, ia berusaha berpikir positif dan langsung kembali ke tempat duduknya untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda.
Waktu semakin larut, semua pegawai berangsur pulang, suasana hening kini ia rasakan. Ia mendengar seseorang sedang membersihkan ruangan, ia adalah Bi Mina, Karena merasa tidak enak hati, ia pun segera membereskan pekerjaan nya dan berniat menyelesaikan esok hari.
"Huaah... " Aisya menguap sambil menggerakan jari jari yang terasa pegal.
Tiba-tiba Bi Mina menghampiri, "Neng belum pulang ? ini sudah malam," tanyanya.
Aisya pun meliriknya dan tersenyum, "Iya, Bi sebentar lagi, ini lagi beres-beres !" seru Aisya sambil merapikan semuanya.
Setelah selesai membereskan semuanya, Aisya berpamitan kepada Bi Mina. Ya, karena dia sekarang sangat mengantuk bahkan perutnya sudah mulai keroncongan.
"Bi, Saya duluan ya! " pamit Aisya.
"Iya, Neng hati-hati !" seru Bi Mina.
***
Tiba di Asrama Aisya langsung membersihkan diri, selanjutnya ia makan makanan yang sempat ia beli ketika diperjalanan menuju asrama. Selesai ritual memanjakan lidahnya ia bersiap untuk istirahat.
Ketika merebahkan badannya, ia tertarik dengan ponselnya. Mungkin dengan membuka ponsel bisa membuatku mengantuk, pikirnya. Ia mengambil ponsel di atas nakas, ternyata banyak pesan dari Sinta, ia pun segera membukanya.
Bagaimana pekerjaan mu ?
kok tidak di balas ?
wah sepertinya sangat sibuk.
Aku Pekan ini Sidang ! Doakan aku yaa,
itu saja yang aku ingin sampaikan~ Sinta
Aisya menggelengkan kepalanya, karena mendapat pesan bertubi tubi dari temannya, ia pun segera membalasnya.
iya maaf, iya nih, aku lagi sibuk banget, ternyata bekerja tuh begini ya, nanti juga kamu merasakan deh, o iya nanti ya aku bayar utang ke kamu kalo uda gajian,
aku doain pastinya semoga lancar aamiin, fighting ~ Aisya
__ADS_1
Tak lama kemudian suara bunyi pesan menyala
tring
Wuih baru balas jam segini !..
Nikmatin saja pekerjaamu sekarang, cari uang memang menantang...
santai saja masalah utang, nanti kalau uda ada aja.. aamiin makasih yaa~Sinta
iya nih, maklum jadi wanita karir, aku ngantuk banget nih kalau tiba-tiba aku ga jawab uda bobo yaa...~Aisya
uuuh, uda bobo sana !! besok takut kesiangan hehe~ Sinta**
***
Dering jam weker sudah berbunyi memanggil untuk segera keluar dari zona mimpinya. Aisya menggeliat melihat jam wekernya sudah menunjukkan jam 5 pagi, Ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah sarapan Aisya segera berangkat ke kantor lebih pagi, karena akan membereskan tugas yang sempat tertunda kemarin.
***
Sesampainya di kantor, Aisya segera menyelesaikan tugas yang sempat tertunda kemarin, ia berharap hari ini tidak melakukan kesalahan lagi.
Waktu semakin menunjukan jam masuk kantor, orang mulai berlalu lalang masuk ke ruangan, sering terdengar diantara mereka saling berbisik. Entah membicarakan apa, ia tetap fokus dengan tujuannya.
Tiba-tiba Kepala bagian Divisi X memanggilnya untuk segera masuk ke ruangan beliau.
"Aisya, bisa masuk ruangan saya ?" panggil pak Heru yang merupakan sebagai kepala bagian Divisinya.
"baik pak," sahut Aisya segera bergegas masuk keruangan nya sambil dalam pikirannya sudah pasrah.
tok..tok...tok..
"Masuk" suara dari dalam sana. Aisya pun segera masuk dengan langkah panjang mendekati meja Pak Heru.
Saat Aisya ingin menanyakan tiba-tiba terpotong, "Ada, A--"
"Aisya, saya sudah bilang jangan berurusan dengan dengan Tuan Dirga. nanti akan merambat ke masalah lain, pasti Tuan Dirga akan mengingatmu dan akan menyuruhmu melakukan segala sesuatu yang bukan porsinya untukmu, " Heru memperingati Aisya.
Aisya hanya menunduk, "iya pak mohon maaf, Saya Tidak---"
"Saya tidak mau tahu tugas dari ruangan ini pun jangan sampai terbengkalai, kamu harus mengumpulkan tepat waktu, apapun masalahmu," tegas Pak Heru.
Bapak selalu saja menyela perkataan ku, batin Aisya
"Baik pak," jawab Aisya yang tidak ingin memperpanjang masalah.
"Kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu, jangan membuat kesalahan" tegas Pak Heru.
"Baik pak, terimakasih, saya undur diri pak," pamit Aisya saat berbalik ia menepuk nepuk dadanya, menghembuskan nafas leganya.
Saat keluar dari Pintu, kini semua pandangan mata tertuju padanya, tatapan seolah tak menyukainya. Ia tak menghiraukankan nya, ia melanjutkan pekerjaannya, bekerja lebih penting daripada berpikiran negatif terhadap rekan kerjanya, begitulah pikirnya.
***
Saat Jam istirahat ia cukup tahu diri, sepertinya rekan kerjanya tidak menginginkan keberadaan dirinya. Mereka tidak mengharapkan keberadaanya. Akhirnya Aisya memutuskan untuk pergi menyendiri ke sebuah taman.
__ADS_1
Taman yang cukup indah terdapat kolam dan pohon rindang di sekitar kantor berada di belakang kantor, ia mendudukan dirinya di sebuah kursi batu yang menghadap kolam. Ia mengeluarkan ponselnya kemudian ia membuka sebuah aplikasi games. Ya, sekarang Ponsel baginya adalah teman sejatinya.
Saat tengah Asik dengan ponselnya ia dikejutkan dengan seorang tukang kebun yang sedang membersihkan taman.
"Neng makan," sapa tukang kebun yang sedang membuka bungkusan yang duduk disekitar kolam juga.
Aisya meliriknya, "Iya pak, silahkan, terimakasih."
"Neng, baru ya, perkenalkan saya Pa Miun tukang kebun di sini," sambil menunjukan diri sendiri.
"Iya, Pak. Saya Aisya, saya kerja di divisi X," Jawabnya.
Pak Miun mengangguk kan kepalanya, seolah sudah tahu.
Aisya melirik jam tangan dipergelangan nya, "Pak, saya tinggal dulu ya, saya mau masuk dulu," ucapnya.
Aisya segera berjalan memasuk kantor, saat akan memasuki Lift ia bertemu dengan Bi Mina.
" Eh, neng Aisya, Kemana saja tadi Bibi nyari buat ngajak makan bersama," ucap Bi Mina.
"Iyaa, bi tadi saya pengen ke taman, mencari udara segar jadi kesana deh selepas makan siang," sahut Aisya sambil tersenyum.
"Oh, Ya sudah neng segera masuk takut terlambat," suruh Bi mina.
"Iya Bi, Kapan-kapan kita makan bersama lagi, Saya pamit ya ?" ucap ku sambil berjalan seraya lari meninggalkan Bi Mina.
****
Di Ruangan Direktur, Rama sedang memberikan berkas yang sudah di kerjakan oleh Aisya.
"Tuan, ini berkas yang kemarin dikerjakan oleh anak baru itu, silahkan di cek," seru rama.
"Coba kamu cek, Apakah ada kesalahan ?" suruh Dirga kepada Rama.
Eh ini Bos, malah nyuruh,saya, batin Rama
Tapi ternyata Dirga mengurungkan niatnya, "Eh, Biarkan saya saja yang mengeceknya" ucap Dirga mengambil berkas.
Syukurlah kalau begitu, eh sebentar tidak seperti biasanya, beliau mau mengerjakan hal sepele seperti ini, ah biarkanlah, ngapain juga pusing-pusing memikirkan nya, batin Rama.
"Baiklah," sahut Rama mengernyitkan dahi.
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
To be continued