
***
sepanjang perjalanan suasana didalam kendaraan begitu hening tidak ada percakapan, terlebih lagi Aisya merasa canggung harus berdampingan dengan Atasannya. Begitupun Dirga, terlihat sedikit gugup, namun ia masih terlihat berwibawa. Dirga sepanjang perjalanan hanya diam saja, fokus dalam kemudi. Saat memasuki lampu merah, Dirga melirik ke belakang dan mengambil sesuatu.
"Ini berkasnya, kamu pegang !" perintah Dirga menyerahkan sebuah map.
"Maaf Tuan, ini berkas apa?" tanya Aisya yang merasa kebingungan.
"Sudah kamu pegang saja dulu, " jawab Dirga melajukan kendaraannya.
kira kira kejutan apalagi hari ini, batin Aisya yang tak berani menanyakan karena mencari aman.
"Baik, Tuan," Jawab Aisya meraih map tersebut.
***
Kini Mobil mewahnya sudah terparkir, ia segera mematikan mesin mobilnya.
"Turunlah" perintahkan Dirga sambil membukakan kunci mobilnya kemudian Aisya pun membuka pintu.
Aisya menganggu saja kemudian ia membuka pintunya.
ceklek
Aisya keluar kemudian ia melebarkan pandangannya. Tak lupa ia mempelajari situasi dan mengingat tempatnya dimana, khawatir dia disuruh pulang sendir ata rencana kabur jika ada hal-hal yang mengancamnya. Aisya dengan langkah panjangnya, mengikuti Atasannya sanbil membawa sebuah berkas yang ia pun tak tau isinya.
Masuklah ke sebuah caffe yang terdapat tempat ekslusive, karena sudah di reservasi sebelumnya
Wuah, Benarkah ini Cafe, mewah sekali ?, batin Aisya bertanya-tanya.
Ia berdecak kagum yang sesekali melirik sekitar tetapi terus menjaga pandangannya agar tidak terlihat katrok dan tetap stay cool.
"Duduklah, kamu mau pesan apa ?" tanya Dirga sambil memberikan buku menu.
Aisya pun mendudukkan tubuhnya, ia merah buku menu.
Aduuh, ini makanan jenis apa, halalkah, terus harganya bagaimana ? aku tak mau menderita seketika setelah berfoya-foya, Tidak !!! aku harus cari aman, batin Aisya
Ia masih membolak balikan buku menu mencari-cari dan tidak menemukan harga yang cocok, tiba-tiba Dirga menanyakan.
"Kamu mau pesan apa ? " tanya Dirga.
"Mm,,, sebentar Tuan" jawab Aisya
ah, ini dia kutemukan yang aman yaitu minuman jus meskipun tak masuk akal juga harganya tapi setidaknya aku masih bisa membayarnya, batin Aisya.
"Kamu ini sangat lama sekali, memang tidak ada yang kau sukai ?" Tanya Dirga.
Aku tertarik dengan semua gambar di menu ini, kelihatannya sangat enak sekali. Tapi harganya yang tak bersahabat denganku, apa aku harus beralasan lagi ? Ah, iya. itulah senjataku, Batin Aisya
"Hei, kau kenapa diam saja ?" tanya Dirga sekali lagi yang cukup membuyarkan Aisya.
"Sepertinya, saya kurang berselera untuk makan, jadi saya pesan minum saja." jawab Aisya.
"Kau sedang sakit ?" tanya Dirga
"Tidak Tuan, Saya kalau lagi tidak suka memang Seperti ini," Jawab Aisya.
Maksudnya tak berselera harganya kurang bersahabat di kantong ku, batin Aisya lanjutnya.
__ADS_1
"Padahal menu di caffe ini sangat enak, kau ini tidak ingin mencobanya terlebih dahulu ?" tanya Dirga.
"Tidak Tuan, lain kali saja." ujar Aisya.
"Baiklah, kalau itu keinginanmu. Tapi Kamu yakin hanya pesan minum saja ?" ujar Dirga
Aisya menganggukan kepalanya, "Iya Tuan."
Sebenarnya aku ingin makan di sini, asalkan Tuan yang Membayarnya. tapi aku tak berani bertanya mengenai pembayaran kepadamu Tuanku, batin Aisya
Dirga memesankan makanan, ia langsung mengangkat tangannya untuk memanggil waiters dan segera memesan memesannya.
Tiba-tiba klien meetingnya datang dan dirga pun mengangkat tangannya seraya memberitahukan keberadaanya kepada klien, dan klien itu pun mendekat.
"Tuan Dirga, maaf sudah lama menunggu ya? " tanya klien yang bernama Sonnu bersama asistennya.
"Jangan panggil Tuan, panggil nama saja Sonnu ?" ucap Dirga dengan wajah malasnya.
Sonnu hanya terkekeh, "Sudahlah, Kau kan putera Mahkota, Bagaimana kabarmu Ga ?" tanya Sonnu.
"Baik, kau sendiri bisa lihat aku sekarang. Oh iya, Apakah kau juga akan memesan sesuatu ? Tadi kami sudah memesannya." ujar Dirga berdiri dengan menyodorkan tangan dengan ramahnya dan mempersilahkan duduk.
Ternyata sebuah pertemuan dengan klien, mengapa harus banyak aturannya. Ah sudahlah, batin Aisya
"Boleh, sudah lama kita tak berjumpa. Kau sudah banyak berubah. Syukurlah kita dipertemukan untuk menangani proyek bersama," ujar sonnu yang merupakan teman Dirga.
"ah Kau Bisa saja. Apa yang berubah dariku ?" tanya Dirga.
"Kau terlihat sangat tampan dan gagah sekarang dan selera mu sekarang religius"
"Itu sudah dari lahir, Masa ?" jawwab Dirga angkuh.
"O iya, perkenalkan saya Sonnu teman Dirga sekaligus partner bisnis juga. Kau Calonnya Dirga ? akhirnya Dirga sangat beruntung menemukan wanita sepertimu, dan kau tahu, dia tak pernah dekat dengan wanita, akhirnya aku bisa tahu kau benar benar Normal," ucap Sonnu sambil tersenyum.
Aisya segera menjawab sebelum terjadi salah paham " Bukan Tuan. Saya Aisya, karyawan beliau," sekalian memperkenalkan diri.
"Ah Kau, tebakan selalu salah. Perkenalkan ini asisten pengganti sementara Rama. Sejak kapan aku tidak Normal, dari dulu juga normal" jawab Dirga kesal terus terusan di ledek bujang lapuk.
"ehm...sorry Dirga, kamu kurang apa, harta melimpah, tampang rupawan,tetapi masih jomblo, kadang heran sama !" ujar sonnu.
"Saya, belum niat saja son, Tak mau Ribet," jawab Dirga ketus.
Inii pertemuan macam apa, mengapa harus ada aku, jadi kebongkar deh pribadi Atasannya, terus aku tidak mengerti apapun meeting mereka, ah bakalan jadi kamcong, batin Aisya yang hanya menjadi pendengar setia
Suasana hening karena Dirga dan temannya sangat khusyu makan, sedangkan Aisya hanya pesan minuman
Aduh harus diawet awet nih, minuman mahal, jangan sampai habis kalau mereka meeting, batin Aisya
Rapat berlangsung, dan selama itu Aisya sebagai notulensi dari rapat tersebut..
Ah, sial sekali hari ini, laper lagi, Aisya tahan sebentar, batin Aisya
Ia menahan lapar hingga keluar keringat dingin dan tidak konsentrasi sesekali menguap juga karena membosankan.
Dua jam berlalu Aisya menjadi pendengar setia sambil menahan lapar dan kantuk, setelah selesai mereka pun berpamitan dan dirga memanggil waiters untuk membayar makanan
"Berapa, ini semuanya ? " tanya Dirga
"Tuan, barengin dulu ya, saya minuman x" ucap Aisya
__ADS_1
Waiters pun, langsung memberikan bill dan Dirga menyodorkan kartu untuk membayarnya
" Terimakasih pak, " jawab waiters sambil pergi
"Tuan, punya saya berapa?" tanya Aisya
"Sudah tak perlu, memikirkan pembayaran, kan saya yang mengajak, ayo kita pulang" ajak driga
kalau tau begitu, aku pesan makanan, batin Aisya kesal.
"iya, pak" jawab Aisya lemas
"kamu lemas sekali, kamu sakit ?" tanya dirga yang melihat aisyah keluar keringat dingin dan aga sedikit pucat
"tidak pak, saya baik baik saja" jawab aisyah mencoba menegakan pandangannya menunjukan bahwa kuat.
iya, Aku kelaparan, aku pikir kira sebentar batin Aisya
krubuk..krubuk..krubukk perut Aisya mendadak bersuara
"kamu kelaparan ?" Tanya Dirga.
Aisya hanya tersenyum, "Tidak, Tuan. perut saya suka begitu kalau sudah malam," ucapnya bohong.
"Yakin, saya tidak mau nanti kamu sakit gara-gara saya, udah masuk saya antar ke mes kamu" ujar dirga dengan dingin
"baik Tuan" Aisya masuk dan segera duduk
sepanjang perjalanan hening, dan sepi aisya berkali-kali menguap namun dia tahan supaya tidak ketiduran. karena jalanan malam tidak terlalu sibuk akhirnya dengan cepat sampai, namun aisyah meminta turun sebelum sampai ke mes nya untuk singgah ke mini market yang dekat messnya.
"Tuan, saya turun disini saja, ada yang harus saya beli" jawab Aisya
"o, iya, ini sudah malam, tidak apa apa ?" ujar Dirga
"iya Tuan tidak apa-apa, terimakasih untuk hari ini" jawab Aisya
"iya, " jawab Dirga dingin sambil membuka kunci mobil.
kenapa aneh sekali wanita ini, Batin Dirga
Aisya pun turun, dan pamit kepada bos nya kemudian mobil bosnya pun melaju hingga menghilang dari pandangan Aisya. Aisya segera berlari masuk ke mini market, dan membeli kebutuhan dan pastinya mencari sesuatu yang dapat mengganjal perut kosongnya.
Diperjalanan menuju Asrama, Aisya membeli nasi goreng dan di bungkus, sampailah di messnya dan langsung menyantap makanannya seraya kelaparan, setelah itu karena hari ini merupakan hari yang sangat melelahkan akhirnya aisyah segera membersihkan diri dan bersiap tidur karena besok pagi harus berangkat.
.
.
.
.
.
.
to be continued
\=\=≠\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
maaf ya, masih pemula jadi berantakan hehe... maklum lagi belajar hehehe