
***
Perjalanan di ibukota saat jam kerja akan menimbulkan kemacetan, maka dari itu Aisya berangkat lebih pagi agar menghindari kemacetan. Jalanan tidak terlalu padat, Tak membutuhkan waktu yang lama 20 menit sudah sampai di lokasi yang dituju. Setelah turun dari ojek online dengan menggunakan seragam hitam putih kerudung hitam Aisya turun.
"Terimakasih, Pak." Ujar Aisya sambil mengembalikan helm dan membayarnya.
"Sama-Sama kak, Mari" sahut di pengemudi yang kemudian meninggalkannya.
Aisya menghela nafas dan membuangnya dengan kasar, iya melirik melebarkan pandangannya dan disana jelas tertulis PT INDUSTRIAL COMPANY. Aisys sedikit gugup namun merasa tercengah karena selama ini ia melihat gedung-gedung pencakar langit hanya di TV saja, namun kini benar-benar ada di hadapannya bahkan ia akan memasukinya.
Terlihat disana terdapat pos penjagaan yang lumayan ketat, Aisya menghampiri pos keamanan untuk bertanya.
"Permisi, Maaf pak apakah benar ini gedung PT industrial company ?" tanya Aisya, basa-basi.
Salah satu penjaga menyahutinya "Iya benar, Ada yang bisa dibantu ? "tanya satpam dengan ramah.
"Saya mendapatkan panggilan lamaran pekerja pak, kalau boleh tau disebelah mana ya pak buat yang rekruitmen lowongan pekerjaan baru ?" tanya Aisya
"Oh, lagi tes ya ?" tanya dan Aisya pun menganggukkan kepalanya, "Iya pak, tapi saya tidak tahu lokasinya,"jawab Aisya.
"Baiklah silahkan ikuti saya ya," tanya saptam sambil berjalan ke sebuah gedung dan menyuruhnya ruang tersebut.
" Terimakasih, " jawab Aisya mengikuti satpam kemduian satpam tersebut mempersilahkan masuk dan disana sudah ada petugas dan Aisya segera menghampiri meja registrasi.
"Silahkan registrasi terlebih dahulu," ujar Petugas tersebut.
Aisya melakukan registrasi dan setelah itu diantarkan ke sebuah ruangan dan dipersilahkan masuk menduduki meja yang sudah diberi nomor sesuai dengan registrasi. Saat masuk Aisya begitu tercengang ternyata jumlah pendaftar sangatlah banyak sekitar 100 orang. Aisya segera duduk sesui dengan nomor, perasaannya mulai tidak tenang, jantung nya berdebar lebih kencang terasa dag dig dug tidak karuan.
"Tenang Aisya, kau pasti bisa," mencoba menenangkan diri, namun seketika pula seolah harapannya pupus hilang tanpa kerana, namun ada secerca harapan agar bisa lulus dan tidak menjadi pengangguran lagi itulah penguat batinnya. Pergolakan batinnya mulai terhenti ketika bel tanda memulai tes sudah berbunyi.
"ting tong ting tong"
Akhirnya peserta tes sudah siap, dan datanglah pengawas yang memberikan pengarahan terkait peraturan dan kelulusan akan langsung diketahui karena tesnya menggunakan komputer di mulai jam 07.00 dan berlangsung 1 jam 30 menit dengan 100 soal, tes pun dimulai dan seketika seisi ruangan hening.
**
Tak terasa waktu sudah jam 08.30 bel berbunyi dan menandakan waktu berakhir, setiap orang memiliki reaksi yang berbeda ada yang bersuka cita dan tak sedikit pula yang bermuram durja, kemudian tak lama pengawas memberikan arah 3 besar untuk segera interview.
"Baiklah, tes sudah berakhir untuk nilai silahkan bisa kalian lihat di papan informasi di luar ruangan terimakasih yang sudah berpartisipasi dan bagi yang disebutkan namanya diharapkan untuk tidak langsung pulang silahkan persiapkan untuk interview, berikut nama yang lulus tahap ini Ardan Gilbert , Rossi Marques dan Aisya humaira" kata pengawas.
Seketika Aisya langsung merona pipinya dan perasaan bahagia karena bisa melewati tes ini, dan bahkan ia termasuk orang lulus.
Alhamdulillah, aku tak sia sia jauh jauh kesini, batin Aisya
Mereka pun menunggu, tahap selanjutnya sambil menunggu Aisya bercakap dengan rekan seperjuangannya.
"Perkenalkan saya Ardan Gilbert," sambil menyodorkan tangan seraya bersalaman.
"Saya Aisya," sambil bersalaman menandakan tidak ingin bersentuhan.
"ups, Maaf," ucap Ardan Gilbert.
"oh iya, Rossi" tandasnya rossi.
Mereka saling menyapa satu sama lain, mengobrol panjang lebar dengan kawan seperjuangannya ternyata kawannya merupakan orang-orang lulusan luar negeri semua, sehingga membuatnya putus asa,
__ADS_1
tidak lama kemudian penyeleksi memanggil satu persatu dari ketiga peserta dan Aisya mendapat giliran terakhir.
Aisya selalu melihat mimik setiap temannya yang keluar dari ruang dan selalu mendapati mimik mereka datar, bahkan sulit untuk dicerna. kemudian terdengar panggilan untuk Aisya.
"selanjutnya, Aisya Humaira," sahut penyeleksi.
deg
Bergetar jantungku serasa akan meloncat ke angkasa, aliran darah mengalir begitu cepat, mencoba untuk menenangkan diri, menghela nafas panjang.
"bismillah," bisik Aisya sambil memegang dadanya mencoba menenangkan rasa nervous.
"Permisi, assalamualaikum"
"Ya, Silahkan Masuk ! " Seru salah satu penguji.
Ah, Jantung Aisya semakin bergerak lebih hebat, karena ia dihadapkan dengan 3 orang penguji yang masih muda gagah dan tampan, dengan tatapan tajam dan seolah meremehkan.
"Perkenalkan dirimu ! " Perintah penguji 2
"Baik pak, perkenalkan nama saya Aisya humaira, bisa di panggil Aisya saya berasal dari kota X dan baru lulus kuliah dari UNIV X." Ujar Aisya dengan tenang.
"Cukup, kamu sudah tahu peraturan di kantor ini ?" sahut penguji 3.
"Siap, belum pak" menjawab seraya seperti seorang latihan militer.
"Sebelumnya kamu tidak pernah mencari tahu informasi tentang kantor ini?"
aduuh mati aku ni, saya kan hanya iseng saja melamar di sini batin aisyah
"Apa alasan anda memilih melamar kerja di sini ?" sahut penguji 1.
"Sebenarnya saya memilih pekerjaan untuk memutus mata rantai kemiskinan dan tidak mau menjadi beban buat orang tua," Jawab Aisya.
Setelah diberikan beberapa pertanyaan, yang cukup membuatnya hopeless dan tidak berharap lebih pada perusahaan ini.
"Mamu harus banyak mempelajari perusahaan ini ya, mulai awal pekan depan kamu sudah magang di sini kamu bagian entri data di lantai 12," kata penguji 1.
seolah tak percaya, Aisya langsung menganggukkan kepala dan berkata " baik pak, terimakasih."
"O iya, untuk perantau kami sediakan asrama yang letaknya satu komplek dengan perusahaan ini nanti kamu akan diantarkan oleh penjaga disini, silahkan kamu ada waktu untuk pindahan, " sahut penguji 2.
"Silahkan tanda tangani kontraknya," sahut penguji 3 sambil memberikan sebuah surat kontrak.
"baik, pak Terimakasih" sambil menerimanya dan membacanya akhirnya Aisya menanda tangani. Dan ia keluar serta berpamitan.
Saat keluar ruanagn, ketemu Rossi dan Ardan, mereka bertanya, "bagaimana hasilnya ?" seolah sangat penasaran hasilnya.
"Alhamdulillah, kalian bagaimana ?", jawab Aisya sambil tersenyum
"Aku keterima mulai besok kita sudah masuk aku bagian X dan dia bagian Z, " jawab Ardan menunjuk Rossi.
Wah posisi mereka sepertinya memiliki jabatan yang tinggi, batin aisyah.
Aisya tersenyum, "Aku bagian entri data."
__ADS_1
Akhirnya mereka pun berpamitan dan Aisya pun tau bahwa mereka tidak satu ruangan atau satu gedung untuk pekerjaannya karana karena berbeda divisi.
Aisya segera memesan transportasi online untuk ke kosan Risa mengambil barangnya. Namun ternyata sampai ke kosan Risa jam 5 sore, karena macet dan tadi interview cukup memakan waktu yang lama hampir 3 jam. sesampainya di kosan Risa, aku disambutnya.
"Bagaimana hasilnya ?" tanya Risa dengan penuh semangat.
"Alhamdulillah aku lulus, senin aku harus sudah magang, aku mau bersiap pulang karena besok aku mulai pindahan ke Asrama" jawab Aisya.
"Alhamdulillah, syukurlah, kamu uda malem besok aja pulangnya ya, " rayu risa khawatir pulang malam.
"kau tidak apa-apa ?
Risa menggelengkan kepalanya, "enggak apa-apa, daripada aku khawatir."
"Baiklah, kalau kamu memaksa" jawab Aisya sambil tersenyum.
Malam ini Aisya bermalam disana, dan bersiap esok ia harus pulang.
Sang mentari sudah menyingsing dari ufuk timur menandakan pagi sudah datang, Aisya sudah berkemas untuk pulang kemudian ia berpamitan dengan kawannya dan ibu kosannya yang telah mengizinkan dia bermalam disana.
***
Perjalanan pulang terasa lebih cepat, ia jauh lebih semangat dan bahagia karena ia sudah bisa bekerja. sesampainya di kosan lamanya ia di sambut oleh kawan-kawannya. Ia pun tak lupa menceritakan pengalamannya hingga ia bisa di terima.
Esok harinya Aisya sudah berkemas untuk pindah ke asrama, dan mulai bekerja. Bekal hidup Aisya sudah menipis, akhirnya memutuskan untuk meminjam uang kepada Sinta yang notabene dia lebih berkecukupan. Ia pun berjanji setelah gajian akan menggantinya.
Buku-buku selama kuliah sudah dibawa saat wisuda, peralatan masak ia hibahkan kepada kawan kosannya dan sekarang ia hanya packing pakaian dan perlengkapannya ke dalam sebuah koper.
***
Hari ini Aisya bersiap berangkat kembali menuju Asrama dan tak lupa ia berpamitan, disela terakhirnya, mereka berbincang-bincang.
"Secepat itukah, Aisya !aku akan sangat merindukan mu, "tanya Sinta.
"Iya, Aku harus segera pindah, lusa aku harus sudah magang"
"Mau aku bantu ?" tawar Sinta.
"Tidak perlu, kau selesaikan saja dulu skripsi mu, lagian barang yang aku bawa masih bisa menggunakan transportasi umum" ucap Aisya yang hanya membawa satu koper dan ransel saja.
"Ya, sudah hati-hati disana, nanti aku menyusul dirimu," ucap Sinta.
Aisya berpamitan dan meninggalkan kota yang telah memberikan gelar sarjananya. Ia pun mulai mengadu nasib di Ibukota.
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
To be continued