Aku Kau Dan Kenanganku

Aku Kau Dan Kenanganku
Diriku


__ADS_3

Agustus 2017


Aku seorang pelajar kls 1 SMA di salah satu sekolah Swasta yang terbilang cukup terkenal di kotaku, Kenapa aku tidak bisa masuk sekolah Negri pada saat itu entah lah aku juga tidak mengerti persaingan untuk masuk SMA Negri pada saat itu emang gila-gilaan padahal aku tergolong murid yang cukup pintar.


Perkanalkan namaku Nana aku sulung dari 3 bersaudara perbedaan umurku dan adik-adik hanya terpaut 2 tahun kami bertiga perempuan semua.


Aku terlahir dari keluarga yang sederhana Ibuku seorang janda yang di tinggal meninggal oleh Ayah sejak aku kls 3 Smp dan sebelum ayah meninggal Ayah sempat membuatkan Ibu warung kopi untuk kelangsungan kehidupan kami setelah ayah meninggal.


Hari-hariku tidak jauh berbeda dengan anak sebayaku cuma bedanya setiap pulang sekolah aku selalu mampir kewarung untuk bantuin Ibu, Ya walaupun hanya sekedar bantuin cuci piring bekas pelanggan yang minum kopi dan makan Mie instan.


Warung Ibu lokasinya cukup jauh dari rumah tepatnya pas di depan rumah Nenek,


kenapa tidak dibuat di depan rumah kami saja kenapa harus di depan rumah Nenek


Itu karena lokasi rumah nenek lebih strategis untuk jualan karena tepat didepan ada bengkel mobil yang cukup besar dan disamping kanan ada tempat penggilingan padi yang kalau pagi dan siang selalu memesan kopi di warung Ibu dan yang paling strategis lagi depan warung Ibu adalah tempat pemberhentian angkutan umum jadi setiap angkot yang berhenti pasti mampir minum di warung Ibu.

__ADS_1


Siang itu selepas pulang sekolah seperti biasa aku mampir kewarung.


"Assalamualaikum." Sapa ku sambil mencium punggung tangan Ibu.


" Walaikumsalam, Buka dulu bajunya nak terus ganti nanti kotor. Lalu makan, Mau Ibu buatkan mie atau beli nasi Padang aja".


Kebiasaan Ibu selalu tanya seperti itu setiap aku kewarung.


"Iya bu, Tidak perlu beli nasi Padang Bu Nana pengen masak mie aja, Tapi nanti Nana masak sendiri."


Terdengar suara dari toko sebelah, siapa lagi yang manggil kalau bukan sepupu perempuanku Cici namanya. Kami dari kecil selalu bersama-sama senang dan susah selalu bersama. Usia Cici terpaut 1 tahun dengan ku dia lahir 1991 dan aku 1992.


Dia sangat pintar dalam soal pelajaran apapun dan aku sering minta ajarkan semuanya padanya.


Dia punya toko sembako tepat di samping warung Ibu, Bukan punya dia tpi punya Ibunya.

__ADS_1


3 orang tanteku punya usaha didepan rumah nenek termasuk Ibuku, Kebetulan tanah nenek lumayan lebar jadi sayang kalau tidak dimanfaatkan.


"Mau cerita apa Ci?" Tanyaku penasaran.


"Garin Na dia selingkuh." Isak Cici sambil menyeka air matanya.


"Udh lah biarin kamu juga bukan sekolah yang bener malah pacaran mulu."


Aku selalu nasehatin Cici supaya tidak pacaran mulu, Walau usia dia lebih tua satu tahun tapi aku yang sering berperan sebagai Kakak dan memberi dia solusi disetiap masalah kegalauannya.


"Na aku kemarin ketemu sama Bang Wardi, Ya ampunnn dia makin cakep bibirnya ituloh merah aku terpesona Na."


"Diihhh kamu ya Ci bener-bener dah gak bisa liat yang bening langsung aja nyosor."


Bang Wardi itu tetangga didekat rumah Nenek dan kebetulan saat itu dia kls 3 SMA dan dia Satu sekolah denganku.

__ADS_1


Begitulah keseharianku Pagi sekolah siang bantu Ibu diwarung sampai sore.


__ADS_2