
Hari berganti hari bulan berganti bulan. Begitulah seterusnya. Aku yang sudah merasakan detik-detik akhir kelulusan semakin giat belajar demi masuk Perguruan Tinggi yang sudah aku impikan, Sementara Mas Rudi masih tetap melakukan Perkerjaanya setiap Hari, Sampai suatu Hari di Tahun 2009.
Pagi hari tiba-tiba teleponku berdering, Ternyata Mas Rudi,
tumben sepagi ini dia nelepon ada apa ya.
"Assalamualaikum Mas."
"Walaikumsalam, Sayang di mana lagi apa?"
"Lagi sarapan Mas mau berangkat sekolah sebentar lagi, Tumben Mas pagi-pagi sudah nelepon ada apa Mas kangen ya, Godaku."
"Iya sayang Mas selalu kangen dan Rindu sama sayang, Gini Mas mau bilang sesuatu."
"Apa itu Mas kok sepertinya penting sekali,"
"Sayang Mas hari ini mau berangkat lagi ke Aceh kemungkinan siang,. Jadi sore Mas sudah sampai di rumah sayang."
Aku kaget senang campur bingung mau apa lagi Mas Rudi ke Aceh.
"Mas mau apa lagi ke Aceh?" Tanyaku penasaran.
"Sayang, Ibu sama Bapak selama ini masih berharap kalau Mas ikut tes sekali lagi, ya kalaupun ini gagal lagi Ibu dan Bapak udah lega setidaknya mereka tau kemampuan Mas sampai di mana. Mau tidak mau Mas harus tetap ikutin tahapan ini lagi sayang. Dan Mas minta do'anya sayang supaya Mas berhasil dan gak bikin kecewa Bapak dan Ibu."
"Iya Mas apapun keputusan Mas Nana tetap dukung, Mas mau kerja Jadi buruh sawit Nana tetap terima Mas yang penting Mas gak pernah lupain Nana."
"Iya sayang Mas janji gak akan pernah tinggalin Sayang. Ohh iya Mas juga mau bilang klau Nanti sebelum berangkat ke Aceh Mas mau mampir ke Rumah sayang mau pamit sama Ibu."
"Iya Mas hati-hati di jalan ya Nana mau siap-siap Berangkat sekolah Mas.
"Iya sayang."
Hari ini berlalu begitu cepat dan sore yang di tunggu akhirnya tiba, Mas Rudi dia kembali ada di hadapanku. Wajahnya tidak berubah masih sama seperti pertama kali aku melihatnya hanya saja kulitnya sedikit menghitam, Itu karena pekerjaan Mas Rudi setiap hari menjadi buruh pengangkat sawit.
Tapi apapun bentuk fisik dari Mas Rudi dia tetap yang ku sayang dan selalu aku rindukan.
"Assalamualaikum," Sapa dia dari luar.
"Walaikumsalam Mas,, Aku tersipu malu menatap wajah yang sudah lama kurindukan.
"Masuk Mas, Di dalam ada Ibu kebetulan Ibu juga baru pulang dari warung Mas."
__ADS_1
"Iya sayang."
Sekitar pukul 17.30 Mas Rudi sampai dirumah dan sebentar lagi magrib dan sambil menunggu waktu magrib Ibu dan Mas Rudi banyak Berbincang soal Tes ke 2 Mas Rudi dan sepertinya Ibu juga mendukung keputusan Mas Rudi.
Waktu magrib tiba kami Langsung solat berjamaah dan kali ini Mas Rudi yang ditunjuk sebagai imam. Tanpa ragu Mas Rudi mengiyakan.
Selesai solat magrib Ibu menyuruhku menyiapkan makan malam buat Mas Rudi karena malam ini juga Mas Rudi langsung berangkat ke Aceh jdi Ibu gak mau kalau nanti Mas Rudi laper di jalan, Ibu juga menyuruhku menyiapkan bekal makanan buat Mas Rudi, Takut-takut kalau Mas Rudi laper dijalan, Betapa sayangnya Ibu dengan Mas Rudi karena Ibu merasa dia sekarang punya anak laki-laki.
Kali ini Mas Rudi tidak berangkat bareng Bang Wardi, Mas Rudi bilang kalau Bang Wardi tidak mau ikutan tes lagi.
Pukul 20.30 selesai solat isya Mas Rudi pamitan dengan Ibu dan adik-adik,
Aku ikut nganterin Mas Rudi sampai simpang depan rumahku karena kebetulan Bis yang akan Mas Rudi naik bakal lewat depan simpang rumahku.
Kami telusuri sepinya malam itu, Keluar dari gang rumah yang hanya bisa dilalui 1 buah mobil, Pelan-pelan kami berjalan Mas Rudi menggandeng tanganku, saat berada di sebelah Mas Rudi aku hanya sebahunya karna Mas Rudi mempunyai tunggi 176 cm sementara aku hanya 165 Cm.
Ransel yang Mas Rudi bawa juga cukup besar.
"Sayang Doain Mas ya supaya Mas lulus dan bisa banggain sayang nanti, Dan misalkan nanti Mas tetap gagal berarti rezeki Mas bukan disini dan Mas janji akan mencari kerja yang lebih baik lagi nantinya."
Kali ini aku lebih bisa kontrol diriku supaya tidak sedih karena aku yakin Mas Rudi gak mau liat aku sedih .
Tidak lama setelah itu Bis lintas Sumatra yang kami tunggu akhirnya datang dan Mas Rudi bergegas naik.
Aku melanjutkan keseharian ku sebagai murid yang sebentar lagi lulus SMA dan disana Mas Rudi juga berjuang menjalankan tahapan Tes 1 : Tes Administrasi
2 : Tes Kesamaptaan Jasmani
3 : Tes Kesehatan
4: Tes Akademis
5: Tes Psikologi
6: Tes Mental Ideologi
7: Tes Wawancara
Dan saat itu kami sama sama berjuang.
Tinggal 1 tahapan Tes lagi yang akan Mas Rudi jalani yaitu Pantuhir dimana Tahun lalu ditahapan itulah Mas Rudi gagal.
__ADS_1
Sama seperti tahun lalu aku ikut berdebar menantikan hari ini. Aku yang selalu was was menunggu kabar dari mas Rudi.
Sama seperti tahun Lalu 3 hari Mas Rudi gak ada kasi kabar sama sekali dan aku juga gak berkecil hati mungkin ini yang terbaik buat Mas Rudi, Aku akan tetap menunggu kabarnya.
4 hari berlalu akhirnya Mas Rudi menghubungiku.
"Assalamualaikum,. Mas baik-baik aja kan Mas kenapa baru hubingin Nana sekarang mas."
"Sayang maaf baru bisa kasi kabar Mas lumayan sibuk sayang.
"Jadi gimana Mas hasilanya?"
"Alhamdulilah sayang Mas LULUS."
Tanpa terasa Air mata bahagiaku pun turun mengingat Perjuangan Mas Rudi mengikuti semua tes itu.
Setelah menjalani berbagai tahapan seleksi akhirnya 286 siswa termasuk Mas Rudi berhak untuk mengikuti pendidikan. Dimana sebelumnya mereka telah berjuang untuk menyisihkan kurang lebih 1.976 orang pemuda yang mendaftar sebagai calon Tamtama TNI AD dan akhirnya mereka lulus sebagai yang terbaik dan Alhamdulilah Mas Rudi adalah orang yang beruntung menjadi salah satu dari Mereka.
"Alhamdulilah sayang berkat doa sayang doa Ibu doa orang-orang yang sayang sama Mas akhirnya Bisa sampai pada titik ini. Trimakasih sudah mau nemenin Mas dari 0."
"Jadi kapan Mas Mulai pendidikan nya."
"Besok sayang Upacara pembukaan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD."
Upacara pembukaan itu merupakan tanda dimulainya suatu kehidupan baru yang sangat berbeda, Dimana Prajurit Siswa yang sebelumnya terbiasa dengan kehidupan Sipil akan berubah memasuki suasana kehidupan Militer, diatur dengan berbagai ketentuan yang harus dipatuhi, ditaati dan dilaksanakan”
"Jadi berapa lama Mas pendidikan nanti."
"Kurang lebih 6 bulan sayang."
"Lama ya Mas, Jawabku dengan sedikit rasa sedih.
Aku takut setelah ini Mas Rudi akan meninggalkanku setelah iya berhasil mewujudkan cita citanya.
"Itu gak lama sayang anggap aja kita lagi LDR tapi bedanya selama 6 bulan kita gak bisa komunikasi sama sekali kecuali kalau nanti ada kesempatan Mas bisa hubungin sayang pakai hp orang Mas akan coba. Karena saat pendidikan nanti alat komunukasi apapun akan di kumpulkan dan tidak boleh digunakan untuk menghubungi siapapun termasuk orangtua.
"Tapi Nana takut Mas gak sayang lagi sama Nana terus Mas cari perempuan lain disana yang lebih cantik."
Seketika mas Rudi menyela perkataanku.
"Jangan mikir aneh-aneh, sayang yang terbaik saat ini cuma sayang yang ada di hati Mas dan tidak akan tergantikan oleh wanita manapun. Kesabaran sayang yang buat Mas gak bisa berpaling kewanita lain."
__ADS_1
Pembicaraan malam itu berakhir dan setelah itu aku dan Mas Rudi sama sekali gak pernah Komunikasi lagi selama beberapa bulan sampai pendidikan Mas Rudi selesai dan disaat Mas Rudi selesai pendidikan nanti akupun saat itu sudah LULUS SMA.
Doain Nana semoga bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.