Aku Kau Dan Kenanganku

Aku Kau Dan Kenanganku
Pov Fyan fakta yang sebenarnya


__ADS_3

Setelah 2 jam kutunggu sampai Istriku benar-benar balik kerumah aku bergegas keluar dari Rumah Kak Beti melalui tembok yang kulompati tadi. Dengan sangat pelan aku berjalan agar istriku tidak mengetahui. Perlahan aku menuju kearah garasi karena sebelum pergi tadi aku sengaja tidak menutup pintu garasi agar aku bisa masuk kembali lewat pintu itu, Tapi sial pintu garasi sekarang terkunci rapat, Jantungku berdetak cepat pikiranku kalut, Aku takut amarah Ayah karena Istriku tidak akan diam saja dia akan laporan Ke ayah dan Ibu.


Tidak ada pilihan lain lagi selain berdiam diri dibawah jendela kamar, Aku pasrah dengan apapun yang akan terjadi nanti, Intinya aku tidak pernah melakukan hal-hal yang sangat dilaknat Allah yaitu Berzina.


10 menit kemudian pintu depan tiba-tiba dibuka oleh Istriku, Aku semakin takut melihat dia diam dan masuk kembali kekamar. Istriku hanya diam dan menangis tanpa mengeluarkan suara. Ya Allah betapa hatiku ikut sakit melihat orang yang sangat aku sayangi menangis karena perbuatan bodohku.


"Aku mau pulang, Aku mau pulang." Ucapan yang membuat dadaku sesak karena Istriku mengira aku tidur dengan wanita lain, Aku tak kuasa melihat air matanya terus keluar.


Aku ikut menangis sambil sujut dikaki Istriku.


"Abi salah bunda, Abi khilaf, maafkan kesalahan Abi, Abi janji tidak akan mengulanginya lagi."


Sebuah kata penyesalan yang akan kuingat seumur hidupku aku tidak akan mengulangi perbuatan bodoh itu lagi. Aku tidak akan membela diri karena apapun yang aku jelaskan malam ini tidak akan membuat Istriku percaya.


Hal yang sangat-sangat tidak masuk akal menolong tetangga yang bersetatus janda dinihari hanya mengambil seekor kucing dari dalam sumur. Tapi itulah fakta yang sebenrnya, Tapi biarlah semua berlalu dan suatu hari nanti akan kujelaskan semuanya kepada Istriku pada waktu yang tepat.


"Apa kurangnya Bunda selama ini, Bunda turutin apapun yang Abi mau, Bunda tinggalkan masalalu Bunda demi Abi, Bahkan Bunda ikhlas Ngerawat Ibu yang lagi sakit, Bahkan kakak-kakak Abi sama sekali tidak perduli dengan kesehatan Ibu, jangankan merawat Ibu setiap hari, Untuk datang sekedar melihat Ibu kandungnya sendiri aja mereka berat By. Tapi biarlah Bunda gak pernah mempermasalahkan Itu, Tapi kenapa Abi tega ke Bunda, Tidak kah Abi sedikit saja melihat ikhlasnya Bunda. Apa alasan Abi tidur dengan Dia, Apa karna perut Bunda besar dan sudah tidak menarik lagi dimata Abi." Bunda mau pulang By tolong By Bunda Mau pulang."


Aku benar-benar tidak tega melihat Istriku yang terus nangis, Hatiku sakit melihatnya menangis karena kebodohanku, Aku mencoba menenangkannya dengan cara memeluk dengan penuh kasih sayang. Ku usap kepalanya kuciumi keningnya betapa aku sangat menyesal melihat Bidadari surgaku menangis. Setelah tangisnya mulai reda kupeluk Istriku dan meminta maaf untuk yang kesekian kalinya , Maaf atas kelakuan bodohku. Kuajak Istriku tidur tapi dia menolaknya. Kubiarkan dia sejenak menenagkan dirinya. Aku beranjak ketoilet mengambil air Wudhu dan tahajud. Mungkin setelah solat hatiku bisa lebih tenang.


Pagi hari aku melihat Istriku melakukan aktivitasnya seperti biasa Bangun tidur kami solat berjamaah kemudian dia masak nyuci dan mulai membersihkan tubuh Ibu kemudian lanjut menyuapin Ibu sarapan. Aku terus mencari cara untuk meminta maaf kepada Istriku, Aku benar-benar menyesali perbuatan bodoh tadi malam. Biarlah dia tetap menganggap aku selingkuh tapi aku tidak pernah melakukan Hal menjijikan itu.

__ADS_1


Aku kembali mendekati Istriku saat dia duduk mengistirahatkan dirinya sejenak dikamar. Aku belutut dan menggenggam erat tanganya, aku menatap matanya, Masih sangat terlihat jelas kesedihan dan kekecewaan yang sangat mendalam di matanya.


"Bunda boleh hukum Abi, Bunda boleh laporkan Abi keatasan karena sudah buat bunda kecewa. Abi ikhlas dan pasrah tapi tolong jangan tinggalkan Abi." Aku tak kuasa menahan airmata dan lagi-lagi aku menangis dihadapan Istriku.


Hal yang sangat tidak kuduga sama sekali, Istriku memeluk dan menghapus air mataku.


"Abi maafin bunda ya karena belum bisa menjadi istri yang baik buat Abi, Tapi bunda janji mulai sekarang bunda akan berusaha lagi untuk menjadi istri yang baik buat Abi. Kita mulai semuanya dari awal lagi ya by kita lupakan masalah yang kemarin, Sebentar lagi kita mau jadi orangtua Bunda mau anak kita tumbuh menjadi ank yang soleh soleha menjadi anak yang cerdas dan Bunda mau kelak anak kita dewasa akan bangga mempunyai orangtua seperti kita."


Aku kembali memeluk Istriku, Wanita yang luarbiasa, Memilliki hati seperti malaikat aku benar-benar beruntung memiliki Istri sepertinya dan aku berjanji tidak akan mengkhianatinya seumur hidupku.


Satu bulan menjelang hari persalinan Istriku dan aku akan berangkat Satgas Pamtas di Puncak Jaya Papua selama 1 tahun kurang lebih. sebanyak 440 Prajurit yang akan diberangkatkan termasuk Aku.


Tibalah waktu keberangkatan, Istriku mengantar dan melepas keberangkatanku di Pelabuhan, Suami mana yang tega meninggalkan Istrinya yang sedang hamil besar pergi . Tapi aku sudah bersumpah akan menjalankan segala kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab. NKRI memanggilku.


"Bunda sayang jaga diri baik-baik ya doakan Abi sehat terus disana pulang dengan selamat. Jaga anak kita buat Abi ya bunda, Bunda wanita yang kuat pasti bisa melawati ini semua 1 tahun gak akan lama hanya masalah jarak waktu dan sinyal. Tapi sebisa mungkin kalau ada sinyal Abi pasti ngabarin Bunda."


Kulihat air mata terus mengalir di pipi Istriku. Ku usap air matanya dan kupeluk erat sebelum aku naik keatas kapal.


Berhari-hari kapal kami berlayar dan sinyal sama sekali tidak menentu. Dikala bersandar di kota aku baru bisa menghubungi Istriku sekedar bertanya kabar Ibu dan istriku.


Beberapa minggu setelah sampai Di Puncak Jaya keadaan benar-benar tidak kondusip sinyal juga sangat-sangat susah. Jalan satu-satunya berkomunikasi dengan Istriku adalah lewat alat komunikasi yang ada di Pos dan aku Izin keatasan untuk menelepon Istriku karena aku tau mungkin saat ini Istriku sudah lahiran dan benar dugaanku Istriku benar-benar sudah lahiran lewat Oprasi secar.

__ADS_1


"Assalamualaikum Bunda gimana kelahiranya sayang, Maaf ya Bun sudah berhari-hari Abi gak bisa ngabarin Bunda karna sinyal disini hilang. Bagaimana anak kita sayang dia mirip siapa?"


"Waikumsalam Abi, Alhamdulilah ya allah akhirnya bunda masih bisa dengar suara Abi, Bunda takut Abi kenapa-napa disana karena bunda liat di berita 8 prajurit yang gugur, Bunda takut by."


Aku mencoba menenangkan Istriku bahwa kondisiku disini baik-baik saja.


"Doain Abi disini baik-baik aja ya sayang karena Abi pengen pulang dan lihat anak kita. Sayang Abi gak bisa lama nelfonya karena pakai nomor telepon Pos, Sebisa mungkin Abi akan kabarin bunda ya. Assalamualaikum."


Alhamdulilah aku bisa mendengar kabar dari Istriku dan aku sudah menjadi seorang Ayah sekarang.


3 minggu setelah telepon dari Istriku aku mendapatkan kabar dari komandan Bahwasanya Ibu kandungku meninggal dunia. Perasaanku benar-benar sangat terpukul karena dalam kondisi seperti ini aku sama sekali tidak bisa pulang melihat Ibu untuk yang terakhir kalinya.


Hanya doa yang bisa aku berikan untuk Ibu saat Ini, semoga Ibu ditempatkan di tempat yang terbaik sisi Allah.


1 tahun berlalu dengan ujian yang benar-benar luarbiasa, Banyak hal yang aku dan Istriku laluin selama 1 tahun Ini tapi kami berhasil melewati itu semua. Kini tiba hari kepulanganku dan sebentar lagi aku akan bertemu dengan Istri dan anakku yang sekarang sudah bisa berjalan.


Setelah semua badai kehidupan itu kini aku dan Istriku menjalani kehidupan yang bahagia, Istriku telah menyelesaikan kuliahnya dengan gelar Spd. Dan kini di 8 tahun usia pernikahan kami sudah mempunyai sepasang Putra dan Putri.


Aku memberitahu Istriku tentang Tante Beti baru 1 bulan yang Lalu sebelum dia menulis awal kisah kami. Dan reaksi Istriku setelah mengetahui itu hanya salah paham dia hanya senyam-senyum.


Sekarang tujuan hidupku hanya ingin membahagiakan Istri dan kedua anak-anakku dan meneruskan karir militerku mencoba Tes Secapa tahun depan.

__ADS_1


Sampai cerita ini selesai dibuat selama 3 hari saya diintrogasi Istri saya untuk menceritakan perasaan saya sedetail mungkin sampai saat ini.


Terimakasih untuk pembaca setia kisah kami berdua. Salam hormat dari saya suami dari Nana tokoh utama dalam kisah perjalanan hidup kami.


__ADS_2