
Pagi hari setelah kejadian itu aku benar-benar tidak tidur sama sekali hatiku teeasa sangat sakit dan gak tau apa yang akan ku lakukan setelah ini, Apakah aku harus balik ke medan tapi itu gak mungkin, Aku takut Ibu kecewa karna Abi adalah pilihan Ibu dan aku gak ingin nama Abi jelek di depan Ibu.
Ku lakukan aktivitasku seperti biasa yang membedakan hanyalah sikap Abi kepadaku. Dia terus-terusan meminta Maaf dan mengakui perbuatanya. Dia bersumpah tidak akan melakukan kesalahan seperti ini untuk yang kedua kalinya. Lalu aku bisa apa, Aku gak bisa berbuat apa-apa selain memaafkanya karna aku berfikir Allah aja maha pemaaf jadi aku berserah diri kepadanya semua harus kujalani dengan ikhlas.
Kenapa aku begitu bodoh memafkan suami yang sudah mengkhianatiku, Aku tidak bodoh aku hanya ingin mendewasakan diriku sendiri dan aku tidak ingin melukai Hati Ibu, Aku memberi satu kesempatan lagi kepada suamiku dan jika kesempatan terakhir dia langgar berarti aku gagal menjadi seorang Istri.
Aku tidak sepenuhnya menyalahkan suamiku, mungkin aku mempunyai kekurangan sampai suamiku begitu dengan wanita lain. Tapi aku percaya itu bukan cinta melainkan hanya Nafsu. Statusku sebagai seorang PERSIT Terlalu sayang untuk aku lepaskan hanya karna janda itu.
__ADS_1
Berlian Butuh dipukul, ditempah, diletakan dalam api yang panas agar Menjadi berlian yang bernilai jual Tinggi Begitu juga Rumah tangga Kami.
"Bunda boleh hukum Abi, Bunda boleh laporkan Abi ke atasan karna sudah berkhianat sama Bunda. Abi ikhlas dan pasrah tapi tolong jangan tinggalkan Abi."
Ku raih tangan suamiku kuhapus air matanya.
Abi langsung memeluk dan menciumiku aku gak tau rasa apa ini, Perasaan yang sama debaran yang sama seperti pertama kali Mas Rudi memelukku. Apakah aku sudah bisa mencintai suami ku. Jawabanya Iya, aku sudah mulai mencintai suamiku lalu bagaimana dengan Mas Rudi. Perasaan ku dengan Mas Rudi perlahan mulai memudar dan aku tidak tau apakah Mas Rudi juga sudah mulai melupakan ku aku harap begitu.
__ADS_1
Satu bulan menjelang hari persalinanku Abi memberitahu kalau batalyon abi akan berangkat satgas Pamtas di puncak jaya Papua selama 1 tahun lebih kurang.
Siap gak siap aku harus siap melepaskan suami Pergi demi tugas walau resiko terburuk pulang hanya nama, Aku telah siap Dengan segala konsekuensi menjadi Istri seorang Abdi negara.
Siang ini sebanyak 440 Prajurit yang akan diberangkatkan termasuk suamiku, Suasana haru saat itu sangat terasa di pelabuhan . Setelah upacara pelepasan seluruh Prajurit berpamitan dengan keluarga Masing-masing. Ada anak kecil yang menangis teriak ayah jangan pergi ayah ada yang barusaja lahiran sudah ditinggal Tugas, Lalu apa beda denganku yang sebentar lagi akan melahirkan sementara suamiku akan pergi bertugas. Aku harus kuat karna ini sudah menjadi resiko seorang Istri Prjurit siap ditinggal suami bertugas dalam kondisi apapun.
"Bunda sayang jaga diri baik-baik ya doain Abi sehat terus disana pulang dengan selamat. Jaga anak kita buat Abi ya bunda, Bunda wanita yang kuat pasti bisa melawati ini semua 1 tahun gak akan lama hanya masalah jarak dan sinyal. Tapi sebisa mungkin kalau ada sinyal Abi pasti ngabarin Bunda."
__ADS_1
Aku ga bisa berkata apa-apa hanya air mata yang mewakili perasaanku saat itu. Kapal akan segera berangkat dan suamiku akan pergi menunaikan Tugasnya. Aku hanya bisa berdoa dan berharap semoga suamiku pulang dengan selamat. Munkin setelah suamiku pulang nanti anak kami sudab bisa duduk dan melihat ayahnya untuk pertama kalinya.