Aku Kau Dan Kenanganku

Aku Kau Dan Kenanganku
Akhir perjalanan panjang


__ADS_3

Berhari-hari setalah keberangkatan Abi kami sama sekali tidak berkabar, Kabar terakhir yang ku dapat Abi sudah berada Makasar karna kapalnya lagi sandar dan ada sinyal buat nelfon. Doaku tak putus untuk suamiku semoga dia selalu di lindungi oleh Allah di manapun Ia berada.


Ku jalani hari-hari seperti biasa, aku juga sudah mulai ambil cuti kuliah karna perutku sudah semakin besar dan kalau gak di urus sekarang aku takut keduluan melahirkan.


Kesehatan Ibu semakin hari semakin menurun, Makan juga cuma bubur, Ibu hanya bisa duduk dan berbaring sementara berjalan Ibu sudah tidak bisa jadi aku harus extra kuat di saat Ibu minta duduk di depan. Aku harus membopong tubuh Ibu yang berbobot 70 kg dan aku pernah katimpah Ibu. Kami sama-sama jatuh tapi untung gak mengenai perutku. Saat itu kami berdua tertawa.


Menuju hari persalinan aku benar-benar merasakan sakit pinggang yang luarbiasa, Tidur dengan posisi apapun serasa gak enak. Hari ini aku Usg terakhir dokter bilang posisi bayiku belum masuk panggul sementara ketubanku sudah keruh, Dokter takut terjadi apa-apa dengan bayiku akhirnya diputuskan tindakan operasi. Tapi sebelumnya aku sudah meminta Ibuku buat datang dan nemenin aku di sini karena Ibu mertuaku kondisinya semakin melemah.


Pada minggu ke 38 akhirnya tiba jadwal mulai caesar di RSIA di Pekanbaru. Rencana Operasi dimulai pukul 7 pagi, jadi jam 5 pagi aku sudah mulai persiapan. Mulai masuk rumah sakit dari hari sebelumnya malam hari. Saat masuk RS aku di cek terlebih dahulu mulai dari pemeriksaan darah, cek darah, sampai pembekuan darah. Bagian telinga di tusuk lalu ditunggu beberapa menit, lanjutkan dengan pemeriksaan detak jantung ibu dan bayi.


Sekitar pukul 23.00 mulai pasang infus,lalu di pasang kateter yang menurutku sakitnya luarbiasa, Jam Empat subuh aku sudah dibangun untuk mandi dan bersiap. Jam Enam kurang aku dibawa ke ruang operasi.


Sesampainya di ruang operasi aku mulai dipasangkan alat-alat lalu ada dokter spesialis anastesi mengajak ku ngobrol. Perlahan dokter menyuntikan bius di punggungku saat itu yang kurasa sakitnya luarbiasa. Setelah menunggu beberapa menit perlahan ujung kakiku mulai terasa dingin kemudian dokter menyuruhku untuk menggerakanya, Tapi semakin aku mencoba menggerakanya kakiku terasa semakin berat itu artinya bius mulai bereaksi dengan baik.


Mulai lah dokter melakukan proses oprasi sekitar 20 menit berlalu akhirnya untuk pertama kalinya aku mendengar suara tangis bayi laki laki, ya Allah akhirnya aku menjadi seorang Ibu. Perawat langsung memberikan bayiku untuk melakukan memberi asi pertamaku. Ku genggam tangan mungil anakku. Bayi laki-laki dengan panjang 47 cm dan berat 2700 gram. Ya Allah begini rasanya menjadi seorang Ibu.


Aku sedih karna saat anak kami lahir ayahnya jauh dari kami dan orang yang pertama kali mengadzankan putra kami adalah Ayah mertuaku.


Empat hari pasca operasi aku diizinkan pulang sampai di rumah aku segera mendatangi Ibu mertua dan memberitahu kalau cucunya sudah lahir dan aku melihat ada kebahagiaan di mata Ibu meskipun Ibu tidak bisa berbicara dengan jelas tapi aku tau beliau sangat bahagia.


Sampai detik ini aku masih menunggu kabar dari suamiku, Rasa panik khawatir semakin merasuki hatiku apalagi barusan aku melihat berita delapan anggota TNI tewas tertembak. Delapan anggota TNI itu tertembak di dua tempat berbeda, yakni satu orang di wilayah Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya dan tujuh orang lainnya di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak.


Ya Allah lindungilah suamiku dalam setiap tugasnya.


3 hari setelah balik dari RS aku menjalanin hari-hariku yang baru yaitu mengurus Ibu mertuaku dan mengurus Bayiku yang baru berusia 3 hari. Aku mulai kerepotan setelah Ibu balik ke Medan dan aku mengerjakan semuanya sendiri.


Siang itu di tengah kesibukan Ponselku berdering panggilan yang sudah berhari-hari aku rindukan suamiku.


"Assalamualaikum Bunda gimana kelahiranya sayang, Maaf ya Bun sudah berhari-hari Abi gak bisa ngabarin Bunda karna sinyal disini hilang. Bagaimana anak kita sayang dia mirip siapa?" Begitulah pertanyaan dari Abi.

__ADS_1


"Waikumsalam Abi, Alhamdulilah ya allah akhirnya bunda masih bisa dengar suara Abi, Bunda takut abi kenapa napa disana karna bunda liat di berita 8 prajurit yang gugur, Bunda takut by."


Saat itu aku menangis sejadi jadinya, Hati istri mana yang tidak khawatir melihat suaminya sedang berjuang melawan maut karna ada beberapa orang tidak dikenal menyerang pos disana.


"Doain Abi disini baik-baik aja ya sayang karna Abi pengen pulang dan lihat anak kita. Sayang Abi gak bisa lama nelfonya karna pakai nomor telfon Pos, Sebisa mungkin Abi akan kabarin bunda ya. Assalamualaikum."


"Walaikumsalam."


Mendengar Abi baik-baik aja disana itu sudah cukup membuatku lega, Tugasku hanya mendoakan semoga suamiku selalu sehat dan selalu dalam lindunganya. Aku ingin segera berkumpul dengan suamiku.


Dua minggu setelah meneleponku aku belum lagi mendapatkan telepon dari Abi, Keadaan disana benar-benar sangat susah sinyal. Pagi ini setelah memandikan bayiku dan menyusuinya dia akhirnya tidur pulas, Itu artinya aku harus bergantian mengurus Ibu karna Ibu juga belum makan, Setelah memandikan dan nyuapin Ibu makan badanku benar-benar terasa letih. Kubaringkan tubuhku di sofa ruang tamu aku meraih ponselku dan membuka facebook yang sudah sangat lama tidak pernah aku buka.


Setelah membuka facebook aku melihat ada permintaan inbox masuk, Ku buka profilnya seorang wanita berhijab dan sepertinya sudah cukup dewasa dan anggun. Langsung ku buka pesan darinya.


"Assalamualaikum ini dengan mbak Nana ya, salam kenal ya Mbak saya Ayu ."


Setelah membaca pesan darinya aku semakin penasaran siapa kira-kira dia kenapa dia bisa tau namaku.


Tanpa menunggu lama dia kembali membalas pesanku.


"Saya ayu mbak pacarnya Mas Rudi.


Whattt seketika aku terkejut mendengar itu, Lalu kalau dia pacaranya Mas Rudi apa hubunganya denganku kenapa dia mencariku sampai di facebook.


" Ohh mbak ayu ni pacaranya Mas Rudi terus ada apa Mbak kenapa mencari saya?"


Aku semakin penasaran dengan jawaban dia.


"Jujur saya Iri dengan mbak Nana karna setiap kami ribut Mas Rudi selalu membandingkan Aku dengan Mbak Nana, Mas Rudi selalu bilang aku sangat berbeda dengan Mbak aku tidak memiliki sifat sabar yang mbak Nana miliki. Kalau aku boleh meminta mbak ijinkan Mas Rudi bersama ku dan Mbak jangan pernah lagi muncul di kehidupan Mas Rudi, Mbak itu hanya Masalalunya Mas Rudi. Jadi stop menjadi bayang-bayang Masalalu."

__ADS_1


"Mbak Ayu gak perlu khawatir sejak saya menikah dan memulai kehidupan saya yang baru maka sejak itulah saya menutup rapat kisah cinta kami, Saya tidak pernah lagi menghubungi ataupun memikirkan Mas Rudi karna bagi wanita yang sudah menikah memikirkan laki-laki selain suaminya itu adalah Dosa dan saya gak mau berdosa hanya karna Mas Rudi. Soal Mas Rudi yang suka membandingkan saya dengan mbak mungkin kembali lagi ke diri mbak bagaimana meyakinkan Mas Rudi kalau mbak tu lebih baik daripada Saya. Soal Mas Rudi yang masih memikirkan saya itu diluar kendali saya karna hati seseorang tidak ada yang tau. Jadi stop menyalahkan saya karena sekarang saya sudah bahagia dengan suami dan anak saya. Kalau kira-kira tidak ada lagi yang perlu di bahas saya pamit. Assalamualaikum."


Segera aku menutup akun facebook ku. Aku langsung beranjak ke kamar Ibu membawa obat dan vitamin karna jadwal Ibu minum obat.


Sampai dikamar Ibu aku melihat Ibu sama sekali tidak bergerak aku periksa dada Ibu sama sekali tidak ada suara detak jantung tapi tubuh Ibu masih hangat. Aku panik apa yang terjadi pada Ibu. Aku segera menghubungin kakak ipar dan meminta tolong ke tetangga saat itu juga. Aku juga menelepon ayah yang saat itu sedang ada keperluan di luar.


15 menit kemudian kakak iparku ku datang dan segera membawa Ibu ke RS. Karna kondisiku saat itu masih mempunyai bayi aku tidak di izinkan ikut ke RS dan aku menunggu Ibu di Rumah dengan harapan Ibu bisa sadar kembali. 1 jam aku menunggu kabar Dari Ibu akhirnya Ibu sampai Di rumah tapi kembalinya Ibu ke rumah ini dalam kondisi yang sudah tidak bernyawa lagi, Ya allah aku tak kuasa menahan tangis, Tangisku pecah ketika melihat Ibu yang sudah tidak bergerak lagi padahal tadi pagi aku masih memandikan dan nyuapin Ibu makan, Aku begitu menyayangi Ibu seperti orangtua kandungku sendiri, Dari awal bertemu Ibu sudah sangat sayang padaku maka dari Itu selama Ibu sakit aku sangat ikhlas mengurus Ibu. Mungkin ini yang terebaik buat Ibu dan sekarang Ibu sudah tidak merasakan sakit lagi.


Bagaimana dengan Abi dia sama sekali tidak Bisa pulang melihat Ibu untuk yang terakhir kalinya.


Satu tahun berlalu setelah melewati berbagai ujian berat ditinggal Ibu hari ini adalah hari kepulangan Abi. Alhamdulilah untuk pertama kalinya Abi melihat putra kami yang saat itu sudah berusia Delapan bulan. Dia begitu mirip dengan ayahnya, rasa bahagia haru tangis aku uangkapkan semua di pelukan suamiku.


Setelah Abi balik tugas aku kembali menyelesaikan kuliahku yang tertunda sampai selesai menyandang gelar Spd.


Terimakasih Masa lalu dari mu aku belajar tentang arti berjuang dan bersabar karna dibalik semua ujian pasti selalu ada kebahagiaan yang menanti. Aku tidak pernah menyesali masalalu ku, karna masalalu aku bisa bertemu dengan suamiku , saat ini usia pernikahan ku dengan Abi sudah memasuki tahun kedelapan dan kami sudah dikaruniai Dua orang anak .


Satu laki-laki berusia enam tahun dan Satu perempuan berusia satu setengah tahun. Dan Mas Rudi juga sudah menikah dengan mba ayu dan memiliki Satu orang putri berusia Dua tahun.


Setelah pernikahan Nana dan Mas Rudi tidak pernah lagi berkomunikasi satu sama lain karna kami sudah punya keluarga masing-masing.


Sebelum menulis kisah ini saya pribadi sudah meminta izin kepada Suamiku dan dengan lapang dada dia mengizinkanku menulis kisah ini.


Semoga ada pelajaran positif yang bisa di ambil dari kisah saya.


Nama dan batalyon di samarkan.


Tapi semua isi di salamnya real story kehidupan pribadi saya.


Trimakasih buat semua yang sudah mengikuti kisah aku kau dan kenanganku sejak awal sampai akhir.

__ADS_1


Salam sayang sari saya.


__ADS_2