
Ku tekan tombol power On ponselku setelah layar ponsel menyalaku letakan kembali ponsel d atas bantal, Satu Menit kemudia SMS bertubi-tubi masuk, Sudah bisa ditebak pesan dari siapa yang paling banyak masuk, Ada sekitar 58 pesan dari Mas Rudi selebihnya pesan Dari Ibu, Tentunya dengan ketikan adikku karena Ibu tidam bisa ngetik SMS, Dan Cici juga ada SMS.
Aku tidak berniat membalas SMS dari siapapun termasuk Mas Rudi dan berniat mematikan lagi Ponsel ini tiba-tiba Mas Rudi menghubungiku.
"Hallo." Dengan suara gemetar aku mengangkat telfon dari Mas Rudi.
"Sayang di mana? Sayang pulang ya apa yang terjadi sebenarnya kenapa sayang gak pernah cerita sama Mas selama ini Mas di anggap apa?"
Begitu banyak pertanyaan dari Mas Rudi
"Nana dirumah kakek Mas yang di Medan Mas gausah khawatirn Nana disini baik-baik aja Mas."
"Ibu nelfon Mas seminggu yang lalu Ibu menanyakan apa Nana ada sama Mas, Saat itu mas bingung karena sebelumnya kita baik-baik aja Sayang juga gak pernah cerita apa-apa sama Mas."
Setelah Mas Rudi mendesak akupun menjelaskan duduk permasalahannya.
__ADS_1
Setelah mendengar semua penjelasanku Mas Rudi diam Aku yakin Mas Rudi bakal Mundur karena semua ini dan menyerah dengan keadaan ternyata aku salah.
"Sayang lebih dari ini masalah berat udah pernah kita hadapin bersama, Disaat Mas benar-banar berada dititik terendah hidup Mas siapa orang yang selalu ada Buat Mas?"
"Ini hanya Masalah waktu dan Biaya, "Mas akan telfon Ibu nanti Mas akan jelaskan semuanya kalau Mas disini benar-benar fokus dengan pekrjaan Mas. Tidak ada wanita yang bisa menggoda atau Masuk di kehidupan Mas."
"Dari Awal Mas yakin kalau sayang bener-bener yang terbaik yang dikirimkan Allah buat Mas, Ini hanya masalah waktu, Mas janji selesai ikatan Dinas nanti dan Mas sudah Naik pangkat Kita pasti langsung Nikah sayang, Soal biaya kuliah sayang Mulai detik ini Mas yang akan menanggun semuanya."
"Sayang jangan khawatir Mas akan jelaskan semua kepada Ibu. Intinya sayang pulang ya Mas gak tega liat sayang disana kerja. Sayang Mas masih Mampu biayain kuliah sayang jadi jangan pernah mengganggap kalau sayang sendiri, Mas selalu ada disamping sayang baik suka maupun duka jadi mulai sekarang apapun masalah yang sayang hadapin cerita sama Mas ya."
Setelah menjelaskan semua dan respon Mas Rudi bener-bener membuatku lega.
Minggu depan aku berniat bilang kepada kakek bahwa aku mau pulang. Apapun yang bakal Ibu lalukan padaku nanti aku harus terima karena sudah menjadi resikoku kabur dari rumah.
Keesokan Paginya ada yang mengetuk pintu kamarku ternyata itu Mbak Pipit yang biasa bantu-bantu bersihkan rumah Kakek.
__ADS_1
"Permisi Mbak. Mbak Nana". Aku langsung membuka pintu kamar.
"Ada apa Mbak Pit?"
"Mbak Tadi bapak nyuruh saya buat Manggil Mbak katanya ada yang datang nyariin Mbak."
Aku semakin penasaran kira-kira siapa yah minggu-minggu begini nyariin Aku.
Aku melihat diruang tamu ada Ibu sedang ngobrol dengan Kakek. Dari mana kira-kira Ibu tau aku ada disini apa mungkin Mas Rudi yang sudah nelfon Ibu dan memberitahu keberadaanku.
"Sini duduk Na." Ucap kekek dengan lembut. "Sebelumnya Kakek mau jelasin kalau yang nelepon Ibu kamu kesini itu Kakek. Bukan berarti kakek tidak suka kalau kamu disini tapi kakek harus tau kenapa Nana datang tiba-tiba bawa tas besar Makanya Kakek telfon Ibu kamu dan menanyakan semua apa yang terjadi,"
"Malam hari setelah Nana sampai di sini Kakek langsung nelfon Ibu kamu dan menanyakan masalah apa sebenernya." Setelah Ibu kamu menjelaskan semua Ibu kamu langsung mau jemput tapi Kakek yang Melarang biarlah Nana tetap disini sampai seminggu sampai Nana benar-benar tenang." Setelah ini Nana mau tetap tinggal sama Kakek ya Kakek senang tapi sebaiknya bicarakan dulu dengan Ibu karena semua masalah pasti ada jalan keluarnya bukan dengan cara kabur dari rumah itu tidak baik." Kita juga sebagai orangtua tidak selamanya benar terkadang kita juga bisa salah, Jangan terlalu keras dengan anak tanyakan baik-baik apa yang anak mau toh anaknya juga sudah dewasa sudah bisa di ajak diskusi."
Saat itu Ibu juga dinasehati oleh Kakek dan aku langsung minta maaf atas perbuatanku dan memeluk IBu. Aku memutuskan untuk pulang karena tempat terbaik adalah rumah kita sendiri dan banyak-banyak berterimakasih sama Kakek karena selama 1 minggu sudah mau nerima aku disini.
__ADS_1
"Kapanpun Nana mau datang kesini pintu rumah kakek selalu terbuka buat Nana."
Aku langsung kekamar membereskan baju-bajuku dan pulang dengan Ibu. Kakek menyuru supirnya buat antar kami pulang.