Aku Kau Dan Kenanganku

Aku Kau Dan Kenanganku
Kabar yg di tunggu


__ADS_3

Tiga hari berlalu aku menunggu kabar dari Mas Rudi akhirnya dia ngabarin.


"Kringgggg....Kriinggggg.....teleponku berdering


terdengar suara parau dari seberang sana seseorang yang sangat aku rindukan.


"Assalamualaikum sayang sapa Mas Rudi dari sebrang sana."


" Walaikumsalam Mas,


Mas dari Mana, Kemana aja kenapa baru ngabarin Nana."


Nana sama Ibu khawatir Mas kenapa-napa."


"Alhamdulilah sayang Mas baik-baik saja disini, Mas sehat yank Mas gak kenapa-napa."


"Terus gimana hasilnya Mas lulus?"


Mas Rudi tidak langsung menjawab pertanyaanku dia malah bilang kalau besok mau pulang tapi mau mampir dulu kerumahku mau ketemu aku dan Ibu.


Aku ya senang karena besok bakal jadi hari yang paling spesial buat aku, Karena besok pertama kali ketemu Mas Rudi.


pikiranku campur aduk saat itu takut Mas Rudi tidak lagi sayang padaku.


Ahh pikiran-pikiran bodoh mulai merasukiku.


"Mas kapan berangkat dari sana?"


"Kemungkinan jam 20.00 wib sayang biar bisa istirahat.


Perjalanan darat Aceh-Medan itu kurang lebih 12 jam maaf kalau salah soalnya aku juga belum pernah ke sana.


 


"Besok sayang skolah gak?"


 


"Sekolah Mas klau gak nanti Ibu marah Mas."


"Yasudah besok Mas jemput sayang ya di Sekolah."


"Beneran Mas mau jemput Nana?"


"Iya sayang Mas besok jemput ayank disekolah ya, Pinjam motornya Wardi."


 


"Lah kok bisa Mas naik motor Bang Wardi memangnya Bang Wardi ikutan Mas balik juga ya."


 


"Iya sayang Mas bareng Wardi besok dia juga ikutan balik."


yasudah yank Mas mau packing baju dulu ya nanti malam Mas berangkat doain Mas ya biar selamat sampai tujuan.


"Iya Mas."


Kami menyudahi obrolan telepon sore itu.


"Buu...Oh Bu Nana mau ceritaa."


"Kenapa Na mau cerita apa?"


"Begini Bu besok Mas Rudi sama Bang Wardi balik dari Aceh."

__ADS_1


"Terus gimana hasilnya mereka lulus?" Cecar Ibu menanyakan pertanyaan itu ke aku.


"Nana gak tau Bu tadi Mas Rudi belum bilang apa-apa ke Nana katanya tunggu besok, Ibu besok jualan gak Bu?"


"Ya jualan Nak kalau gak jualan gimna kan sayang, Tapi ingat pesan Ibu kalau Rudi datang nanti jangan aneh-aneh dirumah jaga harga diri sebagai Wanita jangan bikin malu orangtua ya nak."


Ibu memberi nasehat seperti itu.


"Iya Bu Nana gak bakal aneh-aneh, Lagian adik-adik kan ada dirumah juga nanti Bu.


"Iya kan Ibu cuma kasi nasehat aja Na."


 


Hari yang ditunggu akhirnya tiba dimana hari ini aku bakal ketemu dengan Mas Rudi.


 


Yaampun bahagianya aku hari ini.


Jam 07.30 pelajaran dimulai semua berjalan seperti biasa yang membedakan hanya suasana hatiku yang deg-degan bercampur takut karna aku takut Mas Rudi bakal kabur liat aku.


Karena aku cuma Anak SMA biasa yang gak pernah pakai make up sama sekali, Jangankan lipstic dan pensil alis bedakku aja masih pakai bedak bayi. Ya ampun polosnya aku.


Tettt.....Tet....teetttt..... Begitulah saat itu bel sekolah ku berbunyi 3 x tandanya jam pelajaran untuk hari ini telah usai dan seluruh murid-murid lari berhamburan keluar seperti bebek yang dilepas dari kandang.


Begitulah setiap harinya kami serasa merdeka klau sudah dengar bel pulang bunyi.


Semua lari berhamburan kecuali aku dan teman 1 bangkuku namanya Dewi.


"Na oh Na... Ihhhh liat rok mu kenapa ituu merah semua."


Seketika aku panik sambil liat kebelakang.


"Astagfirulohalazim aku mens tembus ih smpai kena rok.


masa iya kondisiku begini.


"Aduh Wik gimana ini kamu gak punya jaket gitu buat nutupin rok aku."


"Oalah Na sejak kapan lah aku kesekolah pakai jaket."


"jadi ini rokku gimana Wik darah semua, kamu kekantin donk Wik tolongin aku beli pembalut kali aja masih buka.


Sementara itu SMS dari Mas Rudi masuk.


"Sayang dimana?" Mas udah nungguin di depan gerbang tapi ayank gak keliatan."


gak lama berselang Mas Rudi nelfon. ****** aku makin panik begini. Rok juga masih penuh darah.


"Sayang udah keluar belum Mas di depan gerbang ini naik motor matik jaket hitam celana jeans, Sekolah udah sepi yank tapi sayang belum keliatan."


Dalam hatiku emang Mas Rudi tau aku yang mana secara kan selama ini dia belum pernah liat aku dan vc juga belum ada pada saat itu ada pun itu hp hp orang kaya yang udh bisa 3G. Tapi Mas Rudi sering tanya ciri ciri aku gimana. Aku bilang gak terlalu putih rambutku sebahu sering digerai pakai bando dan tinggi ku 165 cm BB ku sesuai dengan tinggi saat itu ga gendut dan gak kurus juga biasa biasa aja.


"Iya Mas Nana turun ya sama Dewi."


Tidak lama aku turun kelas karna kebetulan kelas ku di lantai 2.


"Wik Mas Rudi jemput aku tapi kondisiku begini aku malu apa aku pulang aja ya lewat gerbang belakang gausah nemuin Mas Rudi aku malu wik.


 


"Jangan gila deh Na kasian dia udah jauh\-jauh dari Aceh mau jemput kamu ehh sekarang tinggal dikit lagi kamunya malah mau pulang."


 

__ADS_1


Dewi bener bener sahabat ku paling baik. Segala cerita selalu aku ceritakan ke dia termasuk perkanalanku dengan Mas Rudi


dan dia yang paling antusias setiap mendengar cerita ceritaku tentang Mas Rudi karna dia juga punya cita cita pengen jadi KOWAD tapi sayang dia pendek tingginya hanya 150 cm dan klau berdiri dia hanya sebahu ku. Jadi aku sering manggil dia si bogel dan dia gak pernah marah.


Kembali ke masalah ku krna Mas Rudi udah cukup lama nungguin aku di depan gerbang sementara aku tak kunjung keluar.


Dengan langkah yang ragu-ragu aku keluar sekolah, Kulihat dari kejauhan sosok laki-laki bertubuh atletis tinggi semampai berdiri didekat pohon nangka depan sekolah gak salah lagi itu pasti Mas Rudi.


"Wik aku deg degan Wik."


"Woles aja Na santai jangan gugub."


Semakin dekat semakin jelas kulihaat potongan rambutnya cepak tinggi 177 cm cukup tinggi kulitnya sawo matang dari jarak 10 meter dia senyum melihatku semakin jelas semakin dekat manis kulihat Mas Rudi senyum.


"Assalamualaikum sayang."


Sapa Mas Rudi.


Ya allah jantungku mau lepas biasanya aku mendengar panggilan itu hanya lewat telfon skrng suara itu bener-bener nyata ditelingaku dan dihadapanku.


"Walaikumsalam Mas." Maaf ya Mas nunggu lama ini Mas kenalin temen Nana namanya Dewi."


Mereka pun berjabatan tangan Mas Rudi begitu ramah dengan Dewi walaupun baru pertama kali ketemu seketika aku ketawa liat si Ewik bogel berdiri di sebelah Mas Rudi.


"Ihhh kamu kenapa Na aneh ketawa sendiri?" Celetuk Dewi membuyarkan hayalanku.


"Na aku duluan ya itu Kakakku udah jemput kamu hati-hati ya pulangnya."


"Mas aku balik duluan ya." Sapa Dewi sambil berpamitan.


Setelah Dewi pergi Mas Rudi mendekatiku.


Jantungku makin gak karuan detaknya rasanya sakit tapi enak inikah yang dinamakan jatuh cinta. Aku gak mau menyudahin hari ini aku pengen terus sama-sama Mas Rudi setiap saat.


"Ohhh ini ya sayang Mas, ini yang selalu bawelin Mas kalau Mas telat makan siang telat solat subuh kenapa sekarang gak bawel lagi malah diem ajaa."


"Ihhh mas Na jangan di gitu gituin Mas Na malu ihh."


"Ya ngapain malu sayang ternyata ini pacarnya Mas yang manis itu, Mas makin sayang."


Duhhh pengen aja saat itu aku langsung meluk Mas Rudi tapi ya gak mungkin aku ga berani aneh-aneh karna ingat pesan Ibu.


"Mas Nana mau bilang sesuatu tapi Mas jangan marah ya janji.!"


"Iya sayang mau bilang apa?"


"Mas Nana lagi haid terus tembus sampai ke rok sekolah.


Nana malu Mas gimna ini."


Seketika Mas Rudi malah ketawa.


"Ya ampun sayang kirain mau bilang apa sini deket Mas."


Aku panik, Aku mikir apa yang mau dilakuin Mas Rudi saat itu. Dia membuka jaketnya. Dan dia ikatkan jaketnya kepinggang ku gunanya untuk menutupin bagian belakang rok ku.


"Mas nanti jaketnya kotor kena darah."


"Gak masalah sayang kalau jaket Mas yang kotor daripada sayang malu keliatan darahnya. Lagian kan jaket bisa di cuci."


"Yasudah naik gih kita pulang." Ucap mas rudi.


kami langsung bergegas pulang.


Di perjalanan aku gak bisa berhenti megang pinggang Mas Rudi dan Mas Rudi juga slalu liat kebelakang untuk memastikan apakah aku baik baik saja.

__ADS_1


Rasanya aku gak ingin melewatkan hari ini aku pengen setiap hari bisa seperti ini.


__ADS_2