Aku Kau Dan Kenanganku

Aku Kau Dan Kenanganku
Ada hati yang harus di jaga


__ADS_3

Siang itu aku duduk dikantin Kampus. Sambil menggenggam burger yang kubeli di luar tadi sebelum masuk ke kampus.


Tiba-tiba ponselku berdering, Ku rogoh tas mencari ponsel yang nyelip di antara buku-buku, Setelah menemukanya panggilan itu dari Mas Rudi.


"Assalamualaikum sayang lagi apa", [sapa Mas Rudi dari seberang sana].


" Walaikumsalam Mas, Nana lagi duduk di kantin sambil makan Mas. Mas udah makan siang, Apa kegiatan Mas Hari ini?"


"Tadi pagi Mas renang sayang nanti sore mau lari, Sekarang lagi diem aja dibarak liatin foto sayang ni."


"Gombal ihh Mas, Palingan Mas liatin foto cewek lain di facebook. Sekarang mas udah genit semenjak pakai handphone android main-main facebook."


"Sayang cemburu ya kalau Mas main facebook, Maafin Mas ya sayang udah mainan facebook gak izin sayang dulu, Nanti Mas kasitau email dan kata sandinya ya sayang biar sayang tau Mas ngapain aja. Mas gak genit kok yank gak pernah chat sama perempuan lain."


"Bener ya Mas nanti dikirim email dan kata sandinya biar Nana percaya."


"Iya sayangku."


Begitulah setiap hari komunikasiku dengan Mas Rudi, Sesibuk apapun selalu ngabarin satu sama lain. Aku merasa bersalah sama Mas Rudi karena belum memberitahu soal Fyan, Aku takut Mas Rudi marah dan kecewa setelah mengetahui aku teleponan dengan laki-laki lain. Mungkin nunggu saat yang pas aku akan memberitahu Mas Rudi tentang ini.


Tak berselang lama Herza datang nyamperin aku.


"Na dicariin daritadi ternyata nongkrong di sini, Ngapain woi diem-diem bae." Cerocos Herza.


Dia satu-satunya mahasiswa laki-laki yang ada di kelasku jadi mau tak mau setiap hari dia main dengan kami. Tapi percayalah Herza cowok tulen dan cakep sama sekali tidak gemulai.


"Apaan si Za aku laper, Kalian daritadi aku ajak ke kantin nanti-nanti mulu yaudah aku kekantin sendiri."


"Na minggu depan ponakanku mau ulangtahun kira-kira kalau aku pesan coklat sama kamu dapat diskon gak Na?"


"Emang kamu mau pesan berapa Za?"


"Ya gak banyak sih Na kira-kira 200 buah aja nanti 100 buat ponakanku 100 lagi mau aja jual sendiri." Gimana Na boleh ya Please.


"Yaudah deh nanti aku diskon. Ini demi kamu ya Za kalau bukan kamu yang pesen tekor aku Za."


"Uhhh makasih banyak Nana." Ucapnya sambil mencubit pipiku.


"Kamu cubit-cubit kalau tau pacarku di Dor kamu Za." Candaku ke Herza.


"Biarin aja aku gak takut Na, Selama dia jauh disana kamu kan milikku."

__ADS_1


Si Herza memang suka becanda.


Sepulang dari kampus seperti biasa aku selalu belanja bahan buat cokelat sebelum pulang. Sampai dirumah langsung ku kerjakan pesanan pesanan cokelat yang sudah di order sehari sebelumnya.


Hari ini Ibu jam 4 sudah sampai dirumah lebih cepat dari hari biasanya.


"Tumben Ibu cepat balik?" Sapaku memulai obrolan.


"Iya tadi udah sepi warungnya gak ada pelanggan lagi dan Ibu juga sore ini ada Undangan Pesta nikahan temen Ibu. Kenapa Nana mau ikut Ibu ke kondangan?"


" Enggak Bu males lagian pesanan coklat Nana lagi banyak takut ga selesai Bu."


"Yasudah kalau gitu Ibu mau solat Ashar dulu terus siap-siap. Adik-adik kemana daritadi gak ada suaranya."


"Dinda sama Juju tadi keluar bu kerumah Tasya."


Tasya itu tetangga pas di belakang rumah ku.


"Panggil dulu adik-adik bilang kalau Ibu mau kondangan mereka mau ikut apa enggak."


Aku bergegas menjemput adik-adikku.


Tinggalah aku dirumah sendiri dengan tumpukan cokelat-cokelat yang belum di bungkus.


Selepas magrib aku lanjut mengerjakan pesanan cokelat.


Tiba-tiba ponselku berdering tanda masuk pesan whatshapp.


"Assalamualaikum sayang lagi apa?"


"Walaikumsalam Mas ini Nana lagi ngerjain pesenan cokelat buat besok."


"Sayang jangan lupa makan ya, Jangan sampai kecapean nanti sakit.


" Iya Mas sayang. Balasku sambil memberi emotikon cium.


Aku melanjutkan pekerjaanku sampai pinggangku panas tapi cokelat-cokelat ini pun tak kunjung selesai .


Pukul 23.00 akhirnya semua cokelat ku siap di bungkus. Pinggangku udah gak karu-karuan lagi sekarang sakit luarbiasa.


Segera ku rebahkan tubuhku di kasur. Kuraih ponselku dan ku buka whatshapp mencari kontak Mas Rudi dan mengetik sebuah pesan.

__ADS_1


"Selamat tidur calon imamku, Jangan lupa berdoa ya sayang i love you. Dari kekasih yang selalu merindukan mu." Tak lupa emotikon cium kukirim ke Mas Rudi. Pesan yang ku kirim tidak langsung ceklis Dua melainkan ceklis satu abu-abu.


Kulihat last online Mas Rudi pukul 20.33 mungkin Mas Rudi sudah tdur. Yasudahlah aku juga mau tidur karena kurasakan badanku sudah mulai melemah dan mata juga sudah menunjukan tanda-tanda ngantuk.


Baru saja aku mau memejamkan mata getaran handphone membangunkanku. Ya ampun siapa lagi sih nelepon malam-malam kaya gak ada waktu esok aja.


Ku angkat segera ponselku tanpa kulihat panggilan dari siapa yang masuk


"Halo siapa ini ada perlu apa malam-malam.


" Dek Nana bangun ini Bang Fyan.


Seketika mataku terang mendengat nama Fyan. Mau apa lagi ini orang nelepon malam-malam.


"Ya Allah harus berapa kali saya bilang tolong jangan ganggu saya lagi Bang. Saya sudah punya pacar jangan telepon-telepon lagi."


"Maaf Dek Nana bukan maksud saya mau ganggu sebenernya saya juga berat kalau harus memaksakan hati seseorang."


"Sudah tau begitu kenapa masih nelponin aja.


" Ini semua demi Orangtua saya Dek. Ibu saya mau kita ketemu, Masalah nanti Nana tolak saya itu urusan belakangan yang penting kita ketemu dulu 1 kali aja. Saya janji setelah pertemuan kita Nana mau blokir nomor saya juga gak masalah." Besok cuti tahunan saya keluar Dek jadi rencananya Besok saya mau ke Medan Naik pesawat dan tidur di Rumah Paman saya kebetulan Batalyonnya tidak jauh dari Rumah Nana.


Ini orang dari mana tau alamat ku . Ya Allah apa yang harus aku lakuin sekarang.


"Oke kita buat kesepakatan, setelah pertemuan kita nanti saya mohon jangan pernah hubungin saya lagi dan bilang ke orangtua kamu kalau kamu tidak menyukaiku."


"Iya saya setuju jadi intinya besok saya berangkat dan hari kamis saya jemput Dek Nana pulang kuliah."


"Terserah intinya ini bakal jadi pertemuan kita yang pertama dan terakhir."


Aku gak tau keputusan yang ku ambil ini benar atau salah, Aku hanya ingin setelah ini hubunganku dengan Mas Rudi akan baik-baik saja tanpa adanya pengganggu lagi.


Keesokan paginya Mas Rudi membalas pesanku tadi malam.


"Sayangku maaf ya tadi malam Mas udah tidur mata Mas ngantuk banget yank jadi tidur cepat sayang. Tadi malam Mas mimpi gak enak jam satu Mas bangun langsung solat Tahajud. Sayang jangan lupa sarapan ya Mas sayang banget sama Nana Mas gak mau kehilangan Nana. Jaga mata hati sayang hanya buat Mas ya."


Seketika air mataku keluar membaca pesan whatshapp dari Mas Rudi. Ya Allah maafkan aku apakah keputusan yang ku ambil ini salah, Tapi niatku baik ya Allah aku ingin hubunganku dengan Mas Rudi baik-baik aja nanti.


Segera kubalas pesan whatshapp dari Mas Rudi.


"Nana juga sayang banget sama Mas."

__ADS_1


__ADS_2