Aku Kau Dan Kenanganku

Aku Kau Dan Kenanganku
Perubahan IBu


__ADS_3

Sekarang Mas Rudi Sudah ditempatkan Di Batalyon yang ditunjuk, Aku dan Mas Rudi kembali menjalani hari-hari kami yang baru, Dimana saat ini aku Seorang Mahasiswi Disalah Satu Perguruan Tinggi Nergi dikotaku, Begitupun Mas Rudi yang memulai karirnya menjadi seorang Prajurit TNI.


Tidak banyak yang berubah dari hubungan kami masih sama seperti yang dulu, Cuma bedanya Mas Rudi sekarang sedikit Lebih sibuk dengan kegiatan-kegiatan nya setiap hari.


Begitupun aku yang mulai sibuk dengan tugas-tugas kampus. Tapi setiap malam kami selalu menyempatkan untuk selalu telepon atau cuma sekedar SMS untuk mengobati rasa rindu.


Dua tahun lebih hubunganku dengan Mas Rudi saat ini, Perhatian serta kasih sayang dia masih sama seperti yang dulu, Bahkan semakin bertambah.


Masuk di semester 2 Aku merasa ingin mencari biaya tambahan buatku, Aku merasa terlalu membebani Ibu dengan uang Semesterku yang lumayan mahal bagiku, Mungkin tidak bagi orang lain.


Suatu hari aku mendapat tawaran mengajar di Tempat Bimbel yang waktunya itu dimulai dari pukul 17.00 sampai Pukuk 20.00 WIB. Karena saat itu aku merasa pas dan cocok dan tidak mengganggu jam kuliahku akhirnya aku terima tawaran tersebut, Dan tentunya atas persetujuan Ibu dan Mas Rudi.


Seusai pulang kuliah aku langsung ketempat Bimbel, Karena lokasinya cukup jauh dari rumahku jadi aku bisa menghemat waktu dan ongkos biar tidak bolak-balik.


Begitulah kegiatanku setiap hari dan ini sudah berlangsung selama 3 bulan.


"Assalamualaikum, Sapa Mas Rudi dari sebrang telfon."



"Walaikumsalam Mas,"



"Sayang lagi apa?" Tanya mas Rudi.



"Nana baru selesai mandi Mas terus makan tapi belum solat, Capek Mas ngantuk juga."


"Jadi sayang mau gimna, " Solat dulu sayang nanti lupa selesai solat baru istrirahat,"


"Iya Mas bentar lagi, Mas lagi apa, Mas sudah makan?"


"Alhamdulilah sudah sayang, Mas lagi duduk nanti jam 11 naik jaga sayang." Sayang kalau lelah istirahat aja, Intinya setiap balik kerja langsung mandi air hangat, "Makan, Solat terus istirahat sayang ya."


Hampir setiap hari aktivitasku bener-bener melelahkan, Pagi ngampus sore ngajar sampai malam jam 20.00 dan tidak dipungkiri staminaku habis sampai-sampai aku sering lupa makan karena terlalu lelah.


Gak biasa-biasanya pagi ini Ibu berangkat ke Warung Sedikit lambat.


"Ibu kok belum berangkat ini kan udah jam 7 lewat bu?" Tanyaku ke Ibu.


Tanpa menjawab Ibu balik mengajukan pertanyaan ke aku.

__ADS_1


"Bagaimana kabar Rudi sekarang nak, Masih sering komunikasi atau engga!!



"Alhamdulilah masih lah Bu, Mas Rudi setiap malam nelfon kok Bu, Kalau Nana ga ketiduran, " Emang kenapa Ibu tanya gitu, "Tumben ibu tanya serius gini."


"Gak kenapa-napa Nak, " Ibu cuma mau tau aja gimana hubungan kalian selanjutnya dan mau dibawa sampai mana, keliatanya kamu juga semakin hari-semakin nurut sama Rudi, Apa yang dia bilang kamu selalu ikutin sampai-sampai setiap pulang kerja langsung masuk kamar tanpa pernah ngobrol lagi dengan adik-adiknya.


"Tapi kan Bu setiap Nana balik ngajar Ibu juga seringnya udah tidur dan adik-adik juga pada dikamarnya lah terus Nana harus apa Bu, Masa karena masalah seperti ini aja ibu Jadi nyalahin Mas Rudi, Kan mas Rudi gak salah Bu, Dia cuma bilang kalau Nana balik ngajar langsung Mandi makan solat trus istirahat, " Salahnya di mana Bu."


Seketika Ibu Pergi dengan wajah penuh kesal, Aku juga bingung kenapa sikap Ibu jadi begini sekarang.


Setelah kejadian itu aku ngobrol lama Dengan Mas Rudi, Dan mas Rudi bilang mulai sekarang usahakan setiap hari temenin Ibu dulu ngobrol beberapa menit, Supaya ibu tidak merasa diabaikan.


Dan akupun mengikuti nasehat Mas Rudi setiap balik ngajar aku selalu nemenin ibu nonton.


Tapi aku ngerasa sekarang sikap Ibu benar-benar berubah kepada Mas Rudi, Ibu gak mau lagi telepon dengan Mas Rudi dengan berbagai macam alasan, Dulu sering disela orbrolanku, Mas Rudi selalu tanya gimana keadaan Ibu dan Aku langsung memberikan Hp kepada Ibu dan mereka ngobrol, Tapi tidak dengan sekarang, Ibu benar-benar tidak mau lagi.


Beberapa Bulan berlalu sampailah dimana hari ini cuti pertama Mas Rudi selama dia menjadi seorang PRAJURIT TNI, Seperti biasa dia selalu mampir kerumah untuk ketemu denganku dan juga IBu, Mas Rudi sudah berangkat malam jadi sampai dirumahku pagi jam 8 sementara aku sudah berangkat kekampus. Tapi hari ini aku hanya ada satu mata kuliah jadi kemungkinan jam 12 aku sudah bisa balik dan Mas Rudi kekeh mau menjemputku dikampus dan Aku mengiyakanya.


Jam 11.30 aku sudah keluar kampus sambil terus melihat ponsel nunggu telepon dari Mas Rudi, Beberapa menit kemudian berhentilah angkot didepan warung yang biasa aku dan temen-temen selalu nongkrong, Tiba-tiba turunlah Mas Rudi yang saat itu berseragam lengkap.


Semua mata tertuju pada Mas Rudi, Aku tidak tau apa yang membuat mereka semua memandang Mas Rudi, Apa karena mereka melihat seorang TNI turun dari angkot kali ya, Saat itu perasaan bangga pun muncul.


"Mas kenapa pakai baju Dinas sih, " kenapa tadi gak ganti dulu kan Mas mampir kerumah."


"Sayang Mas baru sampai ini loh udah di marah-marahin."


"Ya Mas tu ngapain coba pakai seragam lengkap gini, "Mana bawa ransel gede banget lagi kaya mau perang aja, Mas kan mau jemput pacarnya bukan mau perang sih mas."


Belum selesai aku ngomelin Mas Rudi Tiba-tiba mulutku langsung di tutupnya.


"Sayang Mas capek jangan di marahin ya, "Mas juga laper sayang ayo cari makan dulu."


"Loh Mas kenapa tadi gak makan dirumah aja kan Ibu pagi-pagi udah masak."


"Sayang gimana Mas mau makan kalau rumah sayang aja dikunci, "3 jam Mas Duduk diteras rumah sayang sampai Mas mutusin langsung jemput sayang aja, "Makanya Mas ga bisa ganti baju, Terus sayang ngomelin Mas katanya mau perang bawa ransel gede, Kalau Mas tinggal ranselnya nanti hilang sayang."


Aku merasa bersalah karena sudah ngomel-ngomel gak jelas ke mas.


"Mas kita jalan\-jalan yuk ke mol, " Kita gausah beli apa\-apa kita jalan aja, "Mas mau kan?"


"Sayang gak malu kalau kita jalan ke mol, "Kan Mas bawa ransel gini kaya mau perang."

__ADS_1


"Gak masalah Mas Nana gak malu.


Kamipun langsung ke mall dan seperti yang sudah-sudah kami tetap naik angkot. Di sepanjang perjalanan Mas Rudi selalu memegang Tanganku, Begitupun setelah sampai di mall Mas Rudi selalu menggandeng tanganku dan kami menjadi pusat perhatian karena Ransel dan seragam Dinas yang Mas Rudi pakai.


Setelah makan Mas Rudi mengajak ku ke toko sepatu, Dia menyuruhku memilih sepatu mana yang aku suka dan setelah mendapatkan sepatu yang aku mau Mas Rudi kembali mengajakku ke Toko baju untuk memilih-milih baju mana yang aku suka.


"Mas udah ya jangan beli apa-apa lagi ini udah cukup sayang uangnya mending di tabung Mas."


"Sayang sekarang Mas sudah punya gajih dan Mas rasa gajih Mas cukup untuk buat sayang bahagia, Sayang ingat gak dulu kita pernah susah sama\-sama disaat sayang laper Mas Cuma bisa belikan sayang 1 bungkus Roti. Tapi mulai sekarang apa yang sayang mau mudah\-mudahan Mas Bisa mencukupinya."


Aku gak tau lagi betapa beruntungnya aku punya Mas Rudi. Setalah belanja dan beli makanan buat ibu dan adik-adik kami pun bergegas pulang karena sudah mau petang.


Sampai dirumah Ibu dan adik-adik sudah ngumpul. Ibu pun menyambut Mas Rudi dengan baik.


Mas Rudi minta Ijin bermalam dirumah karena Bis kerumah Mas Rudi sudah tidak ada lagi dan Ibu mengizinkan, Mas Rudi tidur di sofa ruangtamu.


Keesokan harinya Mas Rudi ijin ke Ibu mau ngajak aku jalan-jalan dan Ibu mengijinkan.


Kebetulan hari ini minggu jadi aku libur ngampus dan ngajar.


"Sayang kita mau kemana?"


"Kita ketaman kota aja ya Mas, " Tempat kita dulu makan Roti, Mas Rudi pun senyum-senyum melihat ku.


Sudah bisa ditebak kan kami naik apa kesana, Ya...Benar lagi-lagi kami naik angkot.


Sampai di taman keadaan tidak banyak berubah walaupun sudah Dua tahun kami tidak kesini, Hanya beberapa Renovasi aja dibagian fasilitas olahraga yang semakin banyak dan lengkap.


"Sayang duduk sini aja ya, Mau makan apa yank biar Mas belikan kali ini bukan Roti lagi kok, Sayang bebas mau makan apa aja."


"Nana gak pengen makan apa-apa Mas, "Mau sama Mas aja."


Semua kami obrolkan Sampai tiba-tiba Mas Rudi Ngeluarin dompet dan mengambil beberapa lembaran uang Merah sebanyak 10 lembar. 1 jt Mas Rudi Memberikan ke aku.


"Mas ini uang buat apa?" Kenapa banyak sekali mas, Na gak mau mas, Aku kembalikan uang itu ke Mas Rudi.


"Sayang dengerin Mas dulu ini uang buat tambah-tambah bayar uang semester jangan ditolak nanti Mas kecewa."


"Tapi ini terlalu banyak Mas, Nanti buat Mas gimana,?


"Insyaallah ada sayang, " Nanti kalau butuh apa-apa jangan sungkan minta sama Mas ya.


Sayang tetap sabar, "kita pasti bisa laluin ini semua, LDR itu ga seburuk yang selalu orang bilang, "Nanti sampai waktunya tiba sayang selesai kuliah Mas juga sudah lepas ikatan Dinas kita baru bisa Menikah sayang." Jaga mata hati hanya buat Mas ya sayang."

__ADS_1


__ADS_2