
Disepanjang perjalanan aku tak berhenti menangis dan terus saja menangis. Kenapa akhirnya menjadi seperti ini, Apa yang kami perjuangkan selama ini berakhir begitu saja karena laki-laki yang bernama Fyan sungguh aku benar-benar membencinya.
Kubuka ponsel dan melihat foto-fofo Mas Rudi yang masih tersimpan rapih digaleri ponsel ku. Senyumnya tawa serta kelembutan Mas Rudi yang membuat aku jatuh cinta padanya Empat setengah tahun bersama sedikitpun dia tidak pernah marah padaku ketika menegur perbuatanku yang salah dia akan bicara dengan lembut. Apakah aku bisa melanjutkan hidupku tanpanya. Bagaimana bisa aku mencintai yang lain selain Mas Rudi. Ini sama artinya memaksa Burung yang telah patah sayapnya untuk terbang kembali, Begitulah saat ini diriku bagaikan burung yang sayapnya telah patah ditangan pemburu liar.
7 jam perjalanan sudah kulalui dan aku sama sekali tidak berhenti menangis. Sampailah
disebuah pemberhentian Bis untuk istirahat makan atau sekedar ke Toilet, Semua penumpang Bis turun kecuali aku, Tidak ada rasa haus dan lapar sama sekali yang kurasa. Kembali kuraih ponsel dan mencoba menghubungi Mas Rudi.
"Assalamualaikum. Mas sekarang dimana Nana Rindu Mas Nana gak mau Nikah sama dia Mas tolonglah ijinkan Nana pergi sama Mas."
Begitulah isi pesan Whatshap yang kukirim ke Mas Rudi. Kulihat ceklis abu-abu satu dan Last online sekitar 6 jam yang lalu, Kemana Mas Rudi jarang sekali dia matikan ponsel kecuali saat sedang latihan di hutan. Kulihat foto profil Mas Rudi masih memasang foto kami berdua. Aku ingat foto itu kami ambil saat Mas Rudi cuti pertamanya dan masih menggunakan ponsel lama Nokia 7610 berbentuk daun.
Lima menit berselang ada Whatshapp masuk dari Mas Imam, Dia ini leting Mas Rudi yang sering nemenin kemanapun Mas Rudi pergi. Kebetulan aku juga save nomor Mas Imam karena Mas Rudi pernah punjam ponsel Mas Imam buat menghubungiku.
"Malam Na ini Mas Imam, Maaf Na kalau sepagi ini Mas ganggu. Mas mau ngabarin kalau Rudi sekarang luka-luka habis dipukulin."
"Ya Allah Mas kenapa bisa Mas Rudi dipukulin apa masalah sebenrnya?"
"Saya juga kurang tau tapi sepertinya Masalah pribadi dan yang mukul Rudi itu Senior kami."
"Gimana sekarang kondisi Mas Rudi?"
"Tidak terlalu parah Na cuma memar-memar dan beberapa luka."
"Terimakasih banyak infonya Mas. Kalau Nana boleh minta tolong Mas Imam jagain Mas Rudi terus ya Mas takutnya Mas Rudi butuh apa-apa."
"Siap Na."
Aku sudah bisa menebak siapa dalang di balik semua ini tidak lain dan tidak bukan adalah Fyan. Dia memanfaatkan kesenioritasan dan menghubungi letingnya yang ada di batalyon Mas Rudi untuk memberi pelajaran ke Mas Rudi. Aku semakin membencinya Laki-laki arogan yang akan menjadi suamiku Nanti.
Bagaimana bisa dia melakukan hal serendah itu, Apa hak dia terhadap ku bahkan aku belum menjadi istrinya atau tunangan dia tapi sikapnya benar-benar membuat aku muak.
12 jam perjalanan Aceh-Medan ku lalui tanpa muntah seperti awal keberangkatan, Mungkin posisi duduk juga mempengaruhi.
Aku berjalan perlahan masuk kedalam gang rumah rasanya berat kaki ini melangkah kembali kerumah ini. Sampai di depan pintu aku melihat motor Fyan sudah ada di situ segera aku masuk dan menuju kamar.
"Dari mana kamu? Tanya ibu dengan nada keras.
Aku tetap membisu dan Fyan datang mendekatiku.
__ADS_1
" Dek Nana dari mana? Ibu khawatir mikirin kamu dek dari kemarin."
Aku tetap membisu dan kali ini Ibu mendekatiku.
"Lihat kondisi kamu sekarang benar-benar berantakan buat apa kamu nemuin Rudi sampai ke Batalyonnya sana apa yang kamu harapkan dari dia, Harusnya kamu malu dengan calon suami kamu. Fyan benar-benar khawatir dengan keadaan kamu."
Aku tak menghiraukan apapun omongan Ibu, Kudekati Fyan sambil mengucapkan
"Jadilah laki-laki gentleman jangan jadi seorang pecundang memanfaatkan jabatan untuk hal-hal yang memalukan."
Fyan tidak berkata apa-apa hanya tertunduk. Aku segera berlalu tanpa memperdulikan Ibu dan Fyan.
1 bulan Sejak kejadian itu aku dan Mas Rudi tidak lagi komunikasi sama sekali. Sementara Fyan juga sudah kembali ke Pekanbaru dan siap melamarku secara Resmi setelah peroses pengajuan Nikah kantor karna dalam militer sebelum sah menjadi Istri prajurit proses awal yang harus dijalanin adalah nikah kantor.
Posisiku sekarang seperti boneka hidup yang siap di suru kesana-sini menuruti semua kemauan Ibu. Sampai tibalah hari dimana aku harus pergi ke Pekanbaru untuk melakukan proses pengajuan nikah kantor. Aku naik pesawat siang dan tiba di Pekanbaru pukul 16.00 sore.
Saat itu Fyan menjemputku di bandara.
Banyak sekali hal yang harus di persiapkan dalam proses nikah kantor beberapa sudah aku persiapkan semua. Syarat-syarat menikah dengan TNI juga benar-benar sangat Rumit dan lama. Banyak syarat yang harus di penuhi seperti
Surat permohonan izin menikah. Surat ini harus diurus oleh calon suami sebagai anggota TNI yang ditandatangani oleh komandan kompi. Surat ini harus diperbanyak sebanyak sepuluh lembar.
Surat persetujuan orang tua atau wali calon istri yang ditandatangani oleh orang tua. Surat ini juga harus diketahui oleh aparat desa domisili orang tua atau wali calon istri.
Surat keterangan belum menikah. Surat ini diketahui oleh aparat desa setempat atau KUA setempat.
Surat keterangan menetap orang tua dan orang tua calon istri. Surat ini diketahui oleh aparat desa dari domisili orang tua atau wali.
Surat bentuk sampul D. Surat ini bisa didapatkan dari kodim atau koramil di domisili calon istri dan orang tua. Surat ini ditujukan untuk Komandan Kodim, Pasi Intel, Pasi Ter, dan Danramil. Surat ini diperlukan untuk mencari tahu apakah calon istri atau calon mertua pernah mengikuti gerakan atau organisasi yag melanggar NKRI.
Dokumen N1 untuk menyatakan surat akan menikah yang ditandatangani orangtua dan istri serta diketahui oleh aparat desa.
Dokumen N2 untuk menyatakan asal–usul calon istri dan orangtua yang diketahui aparat desa setempat.
Dokumen N4 untuk menyatakan keterangan tentang orangtua calon istri yang diketahui oleh aparat desa setempat.
Surat Pernyataan dari calon istri dan calon suami yang diketahui oleh aparat desa setempat.
SKCK calon istri dan kedua orang tua.
__ADS_1
Ijazah pendidikan terakhir calon istri.
Akta kelahiran calon suami dan calon istri.
Fotokopi KTP calon istri dan kedua orang tua calon istri.
Pas foto gandeng 6×9 menggunakan pakaian PDH dan Persit tanpa lencana berlatar biru sebanyak 12 lembar.
Pas foto calon istri 4×6 menggunakan pakaian Persit sebanyak lima lembar.
Setelah seluruh dokumen lengkap, calon istri anggota TNI harus menghadap ke kesatuan bersama calon suaminya. Di sana, dia harus mengikuti serangkaian tes tertentu
Pemeriksaan Penelitian Khusus
Calon istri akan diuji soal pengetahuan umum dan kewarganegaraan serta pandangan tentang organisasi ilegal di NKRI.
Pemeriksaan Kesehatan
Tes kesehatan ini biasanya dilakukan di RS TNI. Kedua calon mempelai harus melakukan medical check up lengkap.
Pembinaan Mental
Kedua calon mempelai akan menghadap ke Disbintal TNI untuk mendapatkan pembinaan sebelum menikah. Mereka akan diberikan sejumlah pertanyaan soal kepribadian masing-masing hingga diuji pengetahuan agamanya.
Setelah itu, kedua mempelai juga akan mendapatkan nasihat dari petugas terkait bagaimana menjalani bahtera rumah tangga.
Menghadap ke Pejabat Kesatuan
Setelah semua tes dijalani, keduanya harus melaporkan hal tersebut ke pejabat kesatuan tempat calon suami bekerja.
Sunggu proses yang panjang saat itu dan itu membutuhkan waktu kurang lebih 3 minggu dan selama 3 minggu aku tinggal di Rumah Bude Erna yang jaraknya hanya beberapa kopel aja dari rumah Fyan.
Siang itu seusai nemenin Bude ke pasar aku duduk di teras rumah sambil memandangi beberapa orang Ibu-Ibu asrama yang sedang berdiri sambil nyuapin anaknya makan. Ada juga beberapa orang anak-anak berlarian penuh keceriaan. Aku berfikir beginilah nanti kehidupanku setelah menjadi seorang istri aku akan sibuk mengurus suami dan anak-anakku dan melupakan masalalu ku. Tapi apakah aku bisa dan aku yakin tidak akan pernah bisa melupakan Mas Rudi dari hatiku. Pandanganku kosong kedepan tiba-tiba ponselku berdering setelah ku buka ternyata Mas Rudi. Aku sama sekali ga pernah berfikir dia akan menghubungiku kembali.
"Assalamualaikum sayang lagi apa? Pasti lagi sibuk mempersiapkan berkas pengajuan Nikah ya." Begitu Sapa Mas Rudi melalui pesan Whatshapp.
Ya Allah aku gak tau apakah harus senang atau sedih sekarang.
"Sayang jangan diem aja dibales donk pesan Mas apa sayang gak rindu sama Mas. Sayang Minggu depan Mas cuti kalau boleh Mas mau ketemu sayang sekali lagi boleh gak?"
__ADS_1
Tanganku gemetar airmataku terus mengalir ya Allah apa yang harus aku lakukan saat ini.