
Siang itu seperti biasa aku sudah sampai diwarung Ibu dengan wajah yang sedikit gelap karena cuaca hari itu benar-benar terik.
"Panas sekali Bu hari ini, Nana jadi haus. Keluhku sambil menjatuhkan tubuh di bangku warung.
"Minum gih mau Ibu buatin Teh Es apa enggak?"
"Iyaa Bu boleh."
Mataku celingukan mencari keberadaan Cici, Biasa anak itu sering manggil aku dari balik tembok, Tapi siang ini aku sama sekali tidak melihatnya.
"Bu Cici mana kok ga kelihatan?" Tanyaku penasaran
"Dia belum pulang sekolah, Sekarang Cici ikut Bimbel karna sudah kelas 3 jadi pulang sore."
"Ohhh begitu ya Bu." Bu kayanya Nana mau pulang duluan deh, Gak papa kan Bu klau Nana hari ini tidak bantuin Ibu soalnya Nana ngantuk Bu dan PR Nana juga banyak takut mati lampu lagi seperti kemarin malam jadi tidak selesai PR Nana Bu, Nanti adek Nana suru kesini ya Bu."
"Yasudah sana pulang tapi Adek jangan disuru kesini kasian. Rapihkan saja rumah jangan smpai Ibu balik rumah kaya kapal pecah.
"Iya Bu." Aku langsung pulang naik angkot krna saat itu kami belum punya motor atau pun mobil.
Sementara itu diwarung Ibu tidak lama setelah aku pulang tiba-tiba Bang Wardi singgah diwarung bersama temenya.
"Pada rapi mau kmna?" Tanya Ibu ke Bang Wardi.
"Ini siapa War?" Tanya Ibu lagi sambil ngelirik ke arah temen yang ada disamping Bang Wardi.
"Ini Bu temen Wardi dari Kisaran, Kami mau ke Aceh mau coba Daftar calon TNI Doain ya Bu semoga Wardi dan Rudi lulus."
"Aminnn."
Entah apa yang ada dipikiran Ibu saat itu kenapa tiba-tiba Ibu bilang ke Bang Wardi begini.
"Mbok temenya dikenalin sama anak Ibu tapi anak ibu masih skolah."
Dengan sigap temen Bang Wardi langsung bilang.
"Boleh saya minta nomor handphone anak Ibu?"
Dan secepat kilat Ibu memberikan nomor ponselku ke temen Bang Wardi.
Malam itu pukul 21.00 tiba-tiba ponselku berdering tanda masuk pesan baru.
"Assalamualaikum" Isi pesan dari nomor yang tidak aku kenal.
"Walaikumsalam maaf dengan siapa ya?"
"Malam boleh kenalan gak nih?"
Siapa sih malam-malam SMS gak jelas banget ngajak kenalan lagi gerutu ku dalam hati.
"Ini siapa sih malam-malam SMS ngajakin kenalan?" Balasku dengan rasa dongkol.
"Boleh tidak saya telepon biar lebih enak jelasinnya."
__ADS_1
Tanpa menunggu waktu lama aku langsung balas pesannya supaya jelas dan dia tidak SMS lagi.
"IYA!"
"Assalamualaikum" Terdengar suara dari seberang sana
ini Nana kan?"
"Iya ini siapa terus kenapa nelepon malam-malam?" Tanyaku jutek.
"Perkenalkan Aku Rudi temenya Wardi dari Kisaran, Kebetulan tadi siang kami mampir ke warung Ibunya Nana terus ngobrol-ngobrol dan Aku minta nomor Nana ke Ibu karena Ibu duluan sebelumnya yang ngenalin Nana ke Aku.
Aku shyoc dengar penjalasan Rudi.
Ngapain coba Ibu promosikan anknya ke Bang Wardi ihhh gerutu ku sambil kesal plus malu.
"Jadi Ibu ya Mas yang kasi nomor Nana ke Mas Rudi.
aduhh Ibu ni ada-ada saja."
.
"Kan tidak masalah Na klau Ibu kasi nomor Nana ke Mas, kalau tidak kita belum tentu bisa kenal."
Karena merasa nyambung aku pun langsung tanya-tanya lebih detail tentang Mas Rudi.
"Mas maaf sebelumnya kenapa bisa bareng Bang Wardi emang sudah kenal lama kah?" Tanyaku penasaran.
"Belum lama Na kami kenal di Medan
"Ohhh mau tes TNI ya Mas."
Sebelumnya sama sekali tidak pernah ada kepikiran punya kenalan calon TNI sih dan aku rada males kalau denger kata TNI soalanya aku sering di ceritain sama nenek klau TNI sering penugasan jauh-jauh dan ninggalkan istri dan anak untuk waktu yang lama.
Pengalaman nenek begitu karena kakek itu pensiunan TNI dan keluarga besar kami juga kebanyakan TNI baik itu om dan mas-mas sepupuku yang ada di Jakarta.
"Iya Na Mas mau Tes TNI doain ya Na semoga Mas lulus trus pulang bisa jdi kebanggaan orangtua Mas. Nana mau kan nemenin Mas?"
"Waduhh Mas nemenin apaa?"
Aku pun makin kebingungan dengan kata kata Mas Rudi.
"Ya nemenin Mas berjuang dari 0 dan nyemangatin Mas biar Mas makin semangat."
Yampun apa ini yang nanya di tembak, Asli aku belum pernah sama sekali di tembak dan sekarang jantungku sakit x rasanya nahan deg-degan begini.
"Jadi maksud Mas gimana?" Kuperjelas pertanyaanku.
"Maksud Mas Nana mau gak jadi pacar Mas?"
Ohhh megottt bener kan aku di tembak.
"Mas kita kan belum pernah ketemu kita belum kenal lama baru beberapa menit juga knapa Mas bisa bilang gitu."
__ADS_1
Nana orangnya jelek Mas nanti Mas malu punya pacar kaya Nana?"
"Mas yakin kalau Nana bakalan jadi pilihan yang terbaik buat Mas jdi Mas harap Nana mau jadi pacar Mas ya."
Ya ampunn seyakin itu Mas Rudi dengan ku padahal kami belum pernah ketemu sama sekali dan aku pun menyakinkan hatiku bahwa Mas Rudi bakal jadi yang terbaik untuk ku.
"Iyama Mas Nana mau jdi pacar Mas."
Dan dengan keras terdengar dari seberang sana Mas Rudi menjawab.
"Alhamdululah jadi mulai sekarang Nana punya Mas ya.
nana gak boleh deket sama laki-laki lain Nana cuma boleh deket sama Mas aja. Nana janji ya sayang selalu temenin mas baik susah maupun senang.
dan Mas janji sama ayank (dan detik itu juga panggilan dia berubah ke aku) Mas akan berusaha sebisa dan sekeras mungkin untuk banggain orangtua dan sayang.
Ya allah baru kali ini hatiku gak karuan rasanya. Deg-degan tapi bahagia x rasanya. Dan malam itu kami tutup dengan obrolan-obrolan ringan sambil saling mengenal satu sama lain.
Setelah malam itu hari hariku terasa indah dilalui.
Rasanya ada semangat baru yg buat aku semakin semangat dalam jalanin aktivitasku karna setiap saat ada yang menunggu kabarku ku dan aku juga menunggu kabarnya disana.
Setiap hari Mas Rudi juga ga lupa selalu telfon atau SMS di sela-sela dia jalanin Tes masuk TNI.
Berbagai tes mas Rudi jalanin dari mulai tes
1 : Tes Administrasi
2 : Tes Kesamaptaan Jasmani
3 : Tes Kesehatan
4: Tes Akademis
5: Tes Psikologi
6: Tes Mental Ideologi
7: Tes Wawancara
Aku lupa berapa bulan proses panjang ini kami lalui bersama dan semua tes di atas mas Rudi lulus dengan hasil yg memuaskan tibalah saatnya hari ini 1 tahapan tes lagi yaitu Pantukhir merupakan tahapan Tes penghabisan artinya tidak ada lagi tahapan Tes setelah Pantukhir. calon BINTARA TNI AD yang sudah sampai babak Pantukhir dapat dikatakan sudah dekat dengan kelulusan ibarat bermain bola calon itu sudah berhasil menggiring bola sampai di depan gawang.
Ada yang mengatakan bahwa semua calon yang masuk babak Pantukhir sebenarnya calon yang sudah memenuhi persyaratan atau sudah lulus berbagai Tes tetap jumlah calon yang memenuhi persyaratan itu lebih banyak daripada Jatah yang diterima. karena itu sebagian harus disisihkan meskipun sudah memenuhi syarat.
Dari rumah aku selalu berdoa ya allah semoga apa yg jadi keinginan mas Rudi semoga terwujud.
Hari itu aku gelisah ntah lah pikiranku gak karuan takut kalau kalau hal yg buruk terjadi.
DItambah lagi Mas Rudi dari pagi belum ada ngabarin Nelfon Atau SMS sama sekali ga ada.
Mungkin Mas Rudi bener-bener sibuk dan aku memakluminya dengan hati dan harapan yang cemas menantikan kabar dari Mas Rudi.
Aku berharap semoga malam segera datang agar aku bisa tau gimana hasil tes akhir mas Rudi.
Tidak lupa ibu juga selalu mendoakan yang terbaik buat kelulusan mas Rudi. Karna hubungan kami adalah campur tangan Ibu yang mengenalkanku pertama kali dengan mas Rudi.
jadi Ibu juga antusias dengan hubungan kami ini.
__ADS_1