
Lima bulan berlalu usahaku semakin menunjukan hasil aku bisa memenuhi kebutuhanku bahkan aku juga bisa memberi uang setiap bulan ke Ibu walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak karena aku juga masih membutuhkan banyak biaya tapi setidaknya aku tidak lagi merepotkan siapapun.
Hari ini tepat Empat Tahun hubungaku dengan Mas Rudi. Ini bukan waktu yang sebentar dalam sebuah hubungan terlalu banyak ujian cinta yang kami lewati berdua. Empat tahun kami menjalin hubungan tapi pertemuanku dengan Mas Rudi masih bisa dihitung jari karena pertemuan kami hanya Dua kali dalam setahun itupun kalau Mas Rudi ada Cuti.
Seperti biasa setiap sore aku selalu sibuk didapur dengan cokelat-cokelatku. Hingga sesuatu hal membuatku beranjak dari posisi duduk. Aku mendengar suara Truk NPS dengan bunyi Rem anginnya yang begitu khas membuyarkan konsentrasiku.
Cesss...Cessss...Cessss Kira-kira begitulah suaranya sontak aku melihat kedepan pintu dan betapa terkejutnya aku melihat sosok di depan ku. Siapa lagi kalau bukan Mas Rudi tapi kenapa dia kemari naik Truk NPS dan di dalam truk itu penuh dengan para Prajurit, Aku tidak tau mereka mau kemana dengan seragam lengkap dan langkah yang terburu Mas Rudi menghampiriku.
Aku panik,senang,dan terharu karena tiba-tiba Mas Rudi sekarang ada di hadapanku dan dengan terburu Mas Rudi langsung memberikan Satu kotak berukuran sedang dan langsung pergi meninggalkanku. Pertemuan macam apa ini bahkan aku tidak bisa mememeluk Mas Rudi.
__ADS_1
Setelah Mas Rudi pergi SMS dari Mas Rudi Masuk.
"Assalamualaikum sayang maafin Mas ya karena terburu dan gak sempat ngobrol apa-apa. Kotak yang Mas kasi jangan di buka dulu, Nanti sayang bisa lihat kalau sayang selesai semua pekerjaannya."
Setelah membaca SMS dari Mas Rudi secepat kilat aku menyelesaikan pesenan cokelat ku dan buru-buru membuka isi kotak dari Mas Rudi
"Untuk sayang Mas yang jauh di sana."
Assalamualaikum sayang. Sebelumnya Mas minta maaf kalau tulisan Mas berantakan dan sulit di pahami tapi percayalah Mas ingin sayang terima semua yang ada di kotak ini, "Sayang pasti bingung kenapa Mas tiba-tiba ada didepan rumah sayang dan tidak memberi kabar sebelumnya. Maaf ya sayang Mas memang sengaja gak mau kasitau sayang karena Mas tau karakter sayang bagaimana kalau Mas kabarin dulu, yang ada nanti sayang malah nangis terus gak terima kalau pertemuan kita singkat makanya Mas bikin surat ini buat sayang. Ya walaupun kesannya kaya zaman belanda surat-suratan tapi mas nekatin aja."
__ADS_1
"Sayang ini ada beberapa foto Mas bareng leting Mas waktu selesai pendidikan, Sengaja Mas cucikan biar sayang tau nanti perubahan bentuk badan Mas sebelum kita menikah dan sesudah kita menikah nanti pasti Mas semakin gendut, Terus ini ada baju PDL Mas yang sering dipakai kalau sedang kegiatan, Mas Lari, latihan nembak, jaga di satrian sendiri Mas selalu pakai baju ini dan kemarin terakhir Mas pakai baju ini dan belum di cuci heeee maaf ya sayang tapi baju Mas gak bauk kok karena sudah di semprot parfum yang banyak.
Nanti kalau sayang rindu sayang peluk aja baju Mas karena aroma keringat Mas masih nempel disitu dan yang terakhir ini ada ponsel baru Mas belikan buat sayang, Mas sengaja gak bilang ke sayang karena kalau bilang nanti pasti banyak penolakan, Uangnya buat ini lah itulah, sayang Mas mending ditabung. "Begitulah sayang gak pernah mau dengerin Mas. Tapi sekarang sayang jangan tolak lagi karena ponsel baru sayang yang sekarang bisa buat vidio call jadi kita semakin mudah kalau komunikasi."
Udah yank gitu aja Mas capek mau nulis apa lagi intinya Mas sayang Nana . Tu kan Mas sampai lupa pasti sayang bingung kenapa Mas Bisa sampai dirumah sayang. Tiga hari yang lalu ada pengarahan dari DANYON katanya dari Batalyon Mas mau Latihan gabungan Di Medan jadi mas ijin ke Danki Mas mampir di Rumah sayang 1 meit saja dan alhamdulilah di izinkan."
I love u sayang happy aniversary sayangku.
Begitulah isi surat dari Mas Rudi dan aku mengambil baju yang dibilang Mas Rudi tadi. Ku peluk dan ku cium bajunya serasa saat ini Mas Rudi ada didekat ku.
__ADS_1