Aku Kau Dan Kenanganku

Aku Kau Dan Kenanganku
Aku ikhlas


__ADS_3

Tiga minggu lebih peroses pengajuan Nikah kantor kami selesai itu artinya tidak lama lagi aku akan menjadi Ny Sofyan Hadi dan tinggal hitungan minggu aku akan resmi menjadi Istrinya.


Rencana awal bakal ada tunangan sebelum pernikahan batal, Itu karena orangtua Fyan ingin segera aku dan Fyan menikah, Sejak awal pertemuanku dengan Ibunya Fyan beliau sangat menyayangiku dan tidak dipungkiri aku juga mulai sayang dengan beliau karena beliau terlalu baik.


Setelah semua urusan di Pekanbaru selesai aku segera kembali ke Medan untuk menyelesaikan semua urusanku di sini dan mengurus kepindahanku keperguruan tinggi di Pekanbaru nanti. Betapa ribetnya mengurus ini semua sendiri sementara Ibu juga sibuk dengan persiapan pernikahanku yang tinggal 3 minggu lagi.


Satu minggu berlalu hari ini aku akan bertemu dengan Mas Rudi tapi tanpa sepengetahuan Ibu. Aku beralasan ingin pergi ke tempat percetakan Undangan supaya diijinkan keluar. Setelah janjian via telepon kami sepakat kalau pertemuan ku dengen Mas Rudi di cafe cokelat dekat sekolah SMA ku dulu.


Ku tunggu Mas Rudi di Terminal Bis, Kudengar dari jauh suara klakson Bis yang sangat nyaring di telingaku klakson itu yang selalu menjadi pertanda akan dimulainya masa LDR ku dengan Mas Rudi. Tapi kali ini suara klakson itu mungkin suara yang terakhir yang kudengar sebelum aku di ajak pergi jauh oleh Fyan. Sekarang aku sudah mulai bisa menerima takdir dari Allah, Karena sekuat apapun aku menjauh dari Fyan maka semakin berdosalah aku karezna menentang kemauan Ibu. Sejak ayah meninggal Ibu lah wanita tanggung pengganti ayah aku terlalu menyayangi Ibu walau aku tau sifat Ibu sekarang keras kepadaku tapi aku yakin Ibu ingin aku bahagia dan hidup dengan mapan.


Bis berhenti tepat didepanku perlahan kulihat laki-laki yang sangat aku sayangi turun dari Bis. Kaos abu-abu celana jeans dan tas berukuran sedang nempel di dada Mas Rudi. Rambut cepak dan jam tangan yang selalu melekat ditangan. Itulah ciri Mas Rudi yang dari dulu sampai sekarang tidak berubah.


"Assalamualaikum," Sapa mas Rudi dan langsung memelukku, Aku langsung membalas pelukan Mas Rudi. Aku tidak perduli setatus ku saat ini calon istri orang. Yang kutau aku sangat merindukan Mas Rudi.

__ADS_1


"Mas Nana kangen." Jawabku sambil nangis dipelukan Mas Rudi. "Mas kok tumben gak pakai baju PDL dan ransel lagi?"


"Enggak sayang nanti Mas dimarain lagi katanya kaya mau perang." Seketika aku tertawa mendengar jawaban Mas Rudi.


"Yaudah Mas jangan lama -lama disini panas."


Kami tinggalkan terminal Bis dan mencari angkot jurusan cafe cokelat, Kunikmati setiap detik, menit waktu bersama Mas Rudi kugenggam erat tanganya seakan aku tak ingin melepaskannya walaupun hanya 1 menit. Kupandangi wajah Mas Rudi kulihat matanya lelah tapi senyumnya tetap manis sama seperti awal pertemuan kami dulu digerbang sekolah.


Sampai di cafe kami memilih duduk dibangku paling pojok biar suasana lebih hening dan tidak ada orang berlalu lalang. Karena saat ini yang kami butuhkan hanyalah ketenangan.


"Apa itu Mas." Desak ku pada Mas Rudi.


"Sayang maaf ya selama ini Mas gak ada hubungin sayang, Mas bingung mau bersikap bagaimana, Haruskan Mas menjauh atau sebaliknya Mas tetap seperti dulu menjaga hati Mas hanya buat sayang. Mas udah bilang ke Ibu kalau Mas mau ngalamar sayang dan Ibu setuju kalau kita tunangan dulu."

__ADS_1


Aku terdiam air mataku kembali keluar, ya Allah apa lagi ini.


"Mas serius Mas ngalamar Nana? Kenapa baru sekarang Mas Mas mau ngelamar Nana kenapa gak dari kemarin Mas sebelum Fyan datang. Semua sudah terlambat Mas."


"Sayang Maafin Mas." Mas Rudi kembali menangis sambil memelukku.


"Sekarang ga ada lagi yang bisa kita lakuin selain ikhlas Mas, Semua sudah terlambat undangan juga udah di sebar beberapa dan Pengajuan nikah kantor Nana juga udah selesai. Bagaimana bisa Mas mau ngelamar Nana apa yang akan terjadi pada Ibu nanti, Nana gak mau Ibu kenapa-napa Mas."


"Sayang boleh gak Mas Minta satu permintaan terakhir."


"Iya Mas boleh, Mas mau minta apa?"


"Bisakah kita tetap seperti ini sampai Mas benar-benar bisa Melupakan Sayang."

__ADS_1


"Iya Mas bisa kita tetap seperti ini."


Aku tau keputusan yang ku ambil ini salah tapi biarlah seiring berjalanya waktu sampai Mas Rudi mendapatkan penggantiku dan Mau gimana nantinya yang penting saat ini aku tetap mencintai Mas Rudi dengan perasaan yang sama seperti dulu.


__ADS_2