Aku Kau Dan Kenanganku

Aku Kau Dan Kenanganku
Telepon asing


__ADS_3

Aku lega karena Bude tidak jadi tidur dirumah, Bukan karena aku tidak menyukainya hanya saja risih dengan pertanyaan-pertanyaan Bude yang menjurus kearah pernikahan. Saat ini LDR tidak begitu berat buatku dan Mas Rudi itu karena kominukasi kami semakin lancar dan memadai.


Hari ini aku lagi gak pergi kemana\-mana karena gak ada mata kuliah, Pesanan cokelat juga sudahku kerjakan kemarin. Lagi asik ngelamun didepan pintu dapur tiba\-tiba ponselku berdering panggilan dari Mas Rudi tapi bukan vidio.


"Assalamualaikum mas."


"Walaikumsalam," Sayang lagi dimana uda makan siang!" Tanya Mas Rudi.


"Nana hari ini dirumah aja Mas gak kemana-mana gak ada mata kuliah." Mas lagi apa tumben nelepon jam segini ada yang penting ya mas?"


"Iya sayang ada yang mau Mas sampaikan."


"Apa itu mas?"


"Tadi pagi sekitar jam 10.00 Bapak nelfon, Terus bapak ngabarin kalau punya utang di BANK sebanyak 50 juta."

__ADS_1


Seketika aku bingung harus bersikap seperti apa.


"Terus mas gimna selanjutnya ?"


"Bapak bilang uangnya buat bantu Paman, Adiknya Bapak tapi sebelum uang itu di kembalikan oleh Paman Bapak minta tolong Mas dulu yang harus melunasi cicilan itu selama Satu tahun." Sayang bagaimana ini di sisi lain Mas gak ingin Bapak dikejar hutang BANK di sisi lain Mas lagi berusaha nabung buat pernikahan kita nanti. Kalaupun Mas bantu cicilan Bapak sisa gaji Mas tinggal cukup buat Mas makan dan beli pulsa aja. Itu juga udah digabung gaji dan Remon sayang. Satu tahun itu lama sayang buat lunasin hutang Bapak gimana Mas bisa nabung."


"Mas sekarang Nana kan udah punya usaha nanti Gaji Mas buat bantu bayar cicilan Bapak terus uang hasil jualan Nana kita simpan sedikit buat tambahan nikah kita ya Mas. Jadi Mas gausah mikirin gimna soal tabungan nikah kita intinya kita berjuang sama-sama ya Mas."


"Sayang trimakasih ya udah bisa ngertiin keadaan Mas, Alhamdulilah Mas benar-benar beruntung punya calon istri seperti Sayang."


"Makasih sayangku i love u Mas sayang Nana".


" Nana lebih-lebih sayang sama Mas."


Mungkin ini sedikit ujian dari Allah buat hubungan kami suapaya tetap menjadi pribadi yang selalu ingat Allah. Aku dan Mas Rudi akan terus berjuang bersama.

__ADS_1


Satu jam berselang setelah Mas Rudi nelepon ponselku kembali berdering kulirik itu nomor asing dan aku tidak tau siapa yang nelepon segera kuangkat takut kalau itu penting dari pelanggan yang mau pesan cokelat.


"Assalamualaikum, Selamat siang dengan siapa ini?" Sapa ku.


"Walaikumsalam saya Fyan nama lengkap saya Sofyan Hadi."


"Iya ada apa ya nelepon saya dan keperluanya apa?" Jawabku mencoba untuk ramah.


"Ini dengan dek Nana ya?"


"Iya saya Nana maaf ada keperluan apa ya kalau tidak ada yang penting silahkan matikan karena saya sibuk."


"Tunggu dulu dek emmm ini ada yang mau saya katakan."


"Ya silahkan katakan jangan betele-tele saya sedang sibuk!!"

__ADS_1


Dua menit aku nunggu dia bicara tapi tak kunjung bicara dan hanya muter-muter di situ tanpa kejelasan tujuan dia nelfon. kumatikan langsung telepon itu.


__ADS_2