Aku Kau Dan Kenanganku

Aku Kau Dan Kenanganku
kerasnya hati ibu.


__ADS_3

Beberapa hari sejak telepon misterius itu aku semakin selektif kalau terima telepon dari nomor yang tidak dikenal. Aku hanya ingin menjaga hati untuk Mas Rudi.


Hingga disuatu malam nomor asing itu menghubungku lagi.


"Hallo ada apa ya kenapa telepon lagi? Tanpa basa-basi aku menjawab teleponya dengan ketus.


"Dek Nana lgi apa? Jangan jutek-jutek dek jadi wanita harus kalem."


"Saya gak perduli intinya saya tidak suka diteleponin terus. Saya sudah punya pacar jadi jangan ganggu."

__ADS_1


"Yang mau ganggu itu siapa Dek saya hanya ingin ngobrol baik-baik."


"Yang nikah aja bisa cerai apalagi yang masih pacaran,"


" Terus hak anda apa Pak? Kalau saya tidak mau kenapa memaksa."


Tanpa menunggu persetujuan dia aku langsung nenutup teleponku.


"Bu jawab jujur kenapa Nomor Nana Ibu kasikan ke Bude buat apa bu, Ibu kan tau kalau Nana udah punya Mas Rudi Bu."

__ADS_1


"Hubungan apa yang kamu harapkan dari Rudi, Ketemu juga setahun sekali, Kamu kan gak tau disana dia punya pacar lagi atau tidak dan bodohnya kamu disini tetap nunggu sesuatu yang gak pasti."


"Ya Allah Bu hubungan yang gak pasti bagaimana maksud Ibu. Ibu maunya gimana biar gak benci lagi dengan Mas Rudi. Bu tolonglah Mas Rudi gak tau apa-apa jangan terus disalahkan begini Bu." Saat itu aku gak bisa menahan tangis. Kukeluarkan semua uneg-uneg yang kupendam selama ini dari yang mulai Ibu berat membiayaiku sampai biaya kuliah yang dibantu Mas Rudi. Tapi seakan ibu menutup mata dan telingan tentang kebaikan Mas Rudi.


"Kalau dia serius sama kamu kenapa sampai sekarang dia gak ngelamar kamu minimal tunangan dulu."


"Ibu itu semua butuh waktu Mas Rudi juga masih ngumpulkan uang buat kami menuju ke jenjang yang serius Bu." Mas Rudi beneran sayang sama Nana Bu tapi Ibu harus sabar Nana juga masih kuliah Bu."


"Terserah kamu mau terima atau tidak tapi Ibu mohon kasi kesempatan Fyan buat mengenal kamu lebih dekat lagi, Dia anaknya sahabat Bude, Dewasa, Pangkatanya juga sudah SERTU jauh di atas Rudi yang masih PRADA dan dari keluarga Baik-baik pula."

__ADS_1


"Sejak kapan Ibu jadi matre seperti ini, Nana gak butuh pangkat Bu Nana cuma butuh orang yang mau terima Nana apa adanya."


Setelah berdebad Ibu langsung pergi tanpa pamit.


__ADS_2